Guardiola Dikabarkan Angkat Kaki dari Manchester City pada Akhir Musim
Pep Guardiola, pria yang mendefinisikan ulang standar dominasi di Premier League, dilaporkan telah mengambil keputusan untuk menyudahi masa bakti legendarisnya di Manchester City pada akhir musim ini.
Kabar mengejutkan yang pertama kali diembuskan oleh The Daily Mail dan The Athletic ini langsung menyebar cepat ke seluruh penjuru dunia. Meskipun kontrak pria asal Catalunya tersebut masih tersisa satu tahun lagi hingga Juni 2027, sumber internal menyebutkan bahwa manajemen City bahkan sudah mulai mengabari para mitra sponsor mengenai pengumuman resmi yang kabarnya akan dirilis dalam hitungan hari.
Pihak klub memang memilih untuk bungkam dan menolak memberikan komentar resmi. Namun, atmosfer di sekitar Etihad Stadium saat ini mengisyaratkan sebuah perpisahan besar. Parade bus atap terbuka yang telah dijadwalkan hari Senin depan untuk merayakan keberhasilan City mengawinkan gelar Piala Liga (Carabao Cup) dan Piala FA musim ini, kini diyakini akan bertransformasi menjadi panggung perpisahan emosional bagi sang manajer.
Warisan Emas Sang Revolusioner
Sejak mendarat di Manchester pada Juli 2016 dari Bayern Munchen, Guardiola telah mengubah lanskap sepak bola Inggris secara radikal. Setelah melewati musim debut yang tanpa gelar, satu-satunya anomali dalam kariernya, Pep menyulap The Citizens menjadi mesin pemenang yang nyaris tanpa cela, dengan torehan 20 trofi mayor sejauh ini.
Baca juga: Guardiola Tuntut Manchester City Bawa Persaingan Gelar Juara Hingga Pekan Terakhir
Di bawah asuhannya, City menorehkan tinta emas yang sulit ditandingi: menjadi tim pertama yang meraih 100 poin dalam satu musim Premier League (2017/18), menyamai rekor Treble bersejarah Manchester United pada musim 2022/23, hingga menjadi klub pertama dalam sejarah sepak bola Inggris yang menjuarai kasta tertinggi empat musim berturut-turut.
Jumlah Trofi di Man City
Premier League: 6
UEFA Champions League: 1
FA Cup: 3
Carabao Cup: 5
Piala Dunia Antarklub FIFA: 1
Piala Super UEFA: 1
Community Shield: 3
Total 20 trofi dalam 10 tahun terakhir menjadikan era ini sebagai periode paling bergelimang gelar dalam sejarah Manchester City.
Perburuan Gelar dan Bayang-Bayang Sanksi
Ironisnya, bocornya kabar kepergian Guardiola ini terjadi tepat di pekan penentuan yang sangat krusial. Manchester City, yang baru saja menekuk Chelsea 1-0 di final Piala FA akhir pekan lalu, tengah bersiap melakoni laga tandang kontra Bournemouth malam ini, sebelum menutup musim di kandang melawan Aston Villa hari Minggu nanti.
City wajib menyapu bersih dua laga sisa ini sembari berharap Arsenal terpeleset demi mengamankan gelar domestic treble yang luar biasa.
Baca juag: Pangkas Jarak dengan Arsenal, Manchester City Gilas Crystal Palace 3-0 di Etihad
Namun, tidak bisa dimungkiri bahwa akhir dari era Guardiola ini juga terjadi di tengah awan mendung yang masih menggelayuti klub. Kasus dugaan 115 pelanggaran regulasi finansial yang dituduhkan oleh Premier League sejak tahun 2023 lalu hingga kini belum menemui ketukan palu terakhir, setelah sidang komisi independen rampung pada akhir tahun 2024.
Suksesor Familier
Meskipun kepergian Pep akan meninggalkan lubang besar yang hampir mustahil untuk ditutupi, manajemen Manchester City tampaknya tidak ingin panik. Mantan manajer Chelsea dan mantan asisten Pep sendiri, Enzo Maresca, dilaporkan telah mencuat sebagai kandidat terkuat untuk mengambil alih tongkat estafet di Etihad musim depan.
Maresca, yang membawa Leicester City promosi sebelum menukangi Chelsea hingga Januari lalu, sangat memahami kultur taktis City karena pernah melatih tim U-21 mereka dan menjadi tangan kanan Pep saat meraih Treble pada 2023.
Jika hari Minggu nanti di Etihad Stadium menjadi laga terakhir Pep Guardiola di pinggir lapangan, maka publik sepak bola dunia akan menjadi saksi berpisahnya seorang genius yang tidak hanya memberikan piala, tetapi juga mengubah cara permainan ini dimainkan di tanah Inggris.