Rival Pingin Tottenham Degradasi, De Zerbi Jadikan Motivasi
Ada ironi yang begitu pekat saat melihat sebuah klub dengan stadion megah senilai £1 miliar dan masuk dalam jajaran finansial elite dunia versi Deloitte, kini justru harus berdiri di tepi jurang degradasi. Namun, itulah kenyataan pahit yang dihadapi Tottenham Hotspur menjelang laga derbi London yang krusial di Stamford Bridge malam ini.
Bagi pelatih biasa, pertarungan di papan bawah adalah masalah taktis yang diselesaikan dengan papan strategi dan pertahanan garis rendah. Namun bagi Roberto De Zerbi, ini adalah perang psikologis.
Jadikan Motivasi
Berbicara menjelang laga tandang hidup-mati melawan Chelsea, juru taktik asal Italia yang emosional ini memilih untuk tidak bersembunyi dari tekanan hebat yang melanda timnya.
Sebaliknya, ia langsung menghadapi tantangan tersebut dengan seruan yang membakar harga diri profesional para pemainnya. Di saat suporter lawan di seluruh penjuru negeri bersorak menantikan keruntuhan bersejarah Spurs, De Zerbi justru menuntut pasukannya untuk mengubah ejekan tersebut menjadi bahan bakar di lapangan.
Baca juga: De Zerbi Pastikan Spurs Berjuang Bertahan di Premier League Hingga Menit Terakhir
"Kita harus menemukan motivasi baru dari tekanan ini," kata De Zerbi.
"Jika semua orang ingin Tottenham terdegradasi, itu adalah motivasi besar bagi saya dan saya harap juga bagi para pemain saya. Kita harus menerima bahwa sepak bola itu menyenangkan karena adanya persaingan. Senang rasanya membayangkan diri kita merayakan kemenangan di stadion mereka..."
Garis Tipis Menuju Zona Aman
Sejak menggantikan pelatih interim Igor Tudor, De Zerbi berhasil menyuntikkan karakter dan ketangguhan pada skuad Tottenham yang sebelumnya tampak kehilangan arah. Raihan delapan poin dari empat pertandingan terakhir, termasuk kemenangan krusial atas Wolves dan Aston Villa, telah mengangkat posisi The Lilywhites ke peringkat 17.
Hitung-hitungan matematis menjelang pekan terakhir kompetisi ini terbilang sederhana namun sangat menegangkan. Unggul dua poin dari West Ham United di peringkat 18 dan mengantongi satu tabungan pertandingan, Spurs hanya membutuhkan satu poin lagi dari dua laga tersisa untuk mengamankan posisi mereka, berkat keunggulan selisih gol yang sangat mencolok.
Seperti yang diketahui, Tottenham Hotspur belum pernah lagi merasakan pahitnya terlempar dari kasta tertinggi sepak bola Inggris sejak tahun 1977.
Tantangan di Stamford Bridge
Stamford Bridge dipastikan akan menyuguhkan atmosfer yang sangat tidak ramah malam ini. Bagi pendukung Chelsea, kesempatan untuk memperparah penderitaan rival sekota mereka adalah sebuah kepuasan tersendiri yang hampir setara dengan trofi juara. Tribun penonton dipastikan akan dipenuhi yel-yel yang mengejek kemerosotan drastis Spurs, yang ironisnya baru setahun lalu merayakan gelar juara Europa League.
Baca juga: Misi Belum Selesai, De Zerbi Tuntut Tottenham Tetap Waspada di Stamford Bridge
Namun, De Zerbi meyakini bahwa atmosfer penuh intimidasi justru merupakan hal yang dibutuhkan para pemainnya untuk melewati garis finis.
"Rasa bangga adalah motivasi yang luar biasa. Rasa bangga, jika semua orang ingin Tottenham terdegradasi, saya pikir bagi satu pemain Tottenham, satu penggemar Tottenham, semua orang yang bekerja di dalam Tottenham, itu pasti menjadi motivasi terbesar,” tambahnya.
De Zerbi telah melempar tantangan. Kini, giliran para pemainnya yang harus membuktikan apakah mereka memiliki mentalitas petarung untuk bertahan hidup.