Ancelotti Bawa Neymar Ke Piala Dunia 2026 Bersama Timnas Brasil
Jika ada satu hal yang paling dikuasai Carlo Ancelotti sepanjang karier legendarisnya, itu adalah seni menghadapi tekanan masif dengan ketenangan luar biasa. Berdiri di podium Museum of Tomorrow, Rio de Janeiro, ahli taktik asal Italia tersebut tidak sekadar membacakan 26 nama untuk Piala Dunia 2026 di Amerika Utara. Ia sedang memetakan visinya demi merengkuh bintang keenam bagi Brasil.
"Kami akan memiliki daftar pemain yang dapat kami kembangkan untuk menghasilkan sepak bola berkualitas, dengan semangat kolektif," kata Ancelotti sebelum mengumumkan skuad.
"Daftar pemain yang sempurna tidak ada, saya yakin. Saya harus mengatakan bahwa tim yang sempurna tidak akan memenangkan Piala Dunia, tim yang sempurna tidak ada. Saya pikir tim yang lebih tangguh dapat menang. Kami ingin menjadi tim yang paling tangguh di dunia.
"Saya tidak takut untuk mengatakan bahwa kami ingin memenangkan Piala Dunia, karena ada ekspektasi yang tinggi. Motivasi adalah aspek penting dalam mempersiapkan Piala Dunia ini."
Neymar Masuk Skuad
Berita utama yang mendominasi seluruh halaman depan media olahraga Brasil tak lain adalah kembalinya sang mega bintang, Neymar Jr. Penyerang berusia 34 tahun yang kini membela Santos tersebut belum pernah lagi mengenakan jersi kuning ikonik dalam laga kompetitif sejak 2023.
Baca juga: Neymar Balas Kritik dan Nyatakan 100% Fit untuk Brasil di Piala Dunia
Ia bahkan melewatkan laga persahabatan bulan Maret lalu demi memulihkan cedera hamstring dan lututnya. Namun, di tengah gemuruh suporter di luar gedung yang meneriakkan nama sang penyerang, Don Carlo memilih untuk memercayai magis Neymar yang didukung oleh data medis yang matang.
"Neymar akan menjadi pemain penting bagi kami di Piala Dunia," kata Ancelotti. "Kami menyadari bahwa dalam periode terakhir ini dia memiliki kontinuitas dan berada dalam kondisi fisik yang baik."
Dalam sebuah wawancara dengan The Guardian pada 13 Mei, Ancelotti menjelaskan bahwa kemampuan Neymar bukanlah masalah. “Itu tergantung pada apa yang ditunjukkan pemain di lapangan. Itu adalah kriteria yang sangat jelas, dan itu bukan hanya untuk Neymar. Dengan sebagian besar pemain, Anda perlu menilai bakat dan kondisi fisik. Dengan Neymar, kita hanya perlu menilai kondisi fisiknya karena bakatnya tidak perlu diragukan lagi,” jelasnya.
Keseimbangan Pemain
Setelah resmi menandatangani perpanjangan kontrak bersejarah hingga tahun 2030, Ancelotti meracik komposisi skuad yang menyeimbangkan pengalaman elite Eropa dengan dinamisme pemain muda yang meledak-ledak.
Lini serang Brasil kali ini terbilang mengerikan. Vinícius Júnior dari Real Madrid dan Raphinha dari Barcelona datang dalam bentuk performa terbaik di karier mereka, didukung oleh talenta muda seperti Endrick serta penyerang yang tengah naik daun seperti Igor Thiago dan Rayan.
Di lini pertahanan, Brasil bertumpu pada ketangguhan Alisson dan Ederson di bawah mistar, yang dikawal oleh kapten Paris Saint-Germain, Marquinhos, serta pilar Arsenal, Gabriel Magalhães.
Menuntaskan Dahaga 24 Tahun
Bagi publik Brasil, turnamen tahun 2026 ini membawa memori historis yang sangat kuat. Negara sepak bola ini telah mengalami paceklik gelar Piala Dunia selama 24 tahun sejak terakhir kali mengangkat trofi pada 2002.
Baca juga: Soal Nasib Neymar di Timnas Brasil, Ancelotti: Tergantung Performanya di Lapangan
Menariknya, puasa gelar sepanjang 24 tahun yang senada juga pernah terjadi antara tahun 1970 hingga 1994, yang akhirnya berhasil dipecahkan di tanah Amerika Serikat, negara yang juga akan menggelar laga final Juli mendatang.
Ancelotti sendiri sedang mengukir sejarah sebagai pelatih asing pertama yang memimpin Brasil di putaran final Piala Dunia. Pendekatan taktisnya sengaja menghindari dogmatisme kaku yang kerap membebani mental tim nasional di panggung besar; ia lebih memilih menciptakan sistem fleksibel yang mewadahi talenta individu untuk melayani kerja sama tim.
Brasil akan memulai perjalanan mereka di Grup C melawan Maroko di New Jersey, sebelum menghadapi Haiti di Philadelphia, dan menutup fase grup kontra Skotlandia di Miami.
Jika Ancelotti mampu memadukan kematangan emosional Neymar dengan kecepatan eksplosif Vinícius Júnior, transformasi tim yang tangguh ini bukan tidak mungkin akan membawa trofi berlapis emas itu pulang ke Rio.
Skuad Timnas Brasil
Kiper: Alisson (Liverpool), Ederson (Fenerbahçe), Weverton (Gremio)
Bek: Alex Sandro (Flamengo), Bremer (Juventus), Danilo (Flamengo), Douglas Santos (Zenit), Gabriel Magalhaes (Arsenal), Ibanez (Al Ahli), Leo Pereira (Flamengo), Marquinhos (PSG), Wesley (Roma)
Gelandang: Bruno Guimaraes (Newcastle), Casemiro (Manchester United), Danilo Santos (Botafogo), Fabinho (Al Ittihad), Lucas Paqueta (Flamengo)
Penyerang: Endrick (Lyon), Gabriel Martinelli (Arsenal), Igor Thiago (Brentford), Luiz Henrique (Zenit), Matheus Cunha (Manchester United), Neymar (Santos), Raphinha (Barcelona), Rayan (Bournemouth), Vinicius Jr (Real Madrid)