Robertson Sampaikan Penghormatan Usai Clarke Mundur dari Kursi Pelatih
Kapten tim nasional Skotlandia, Andy Robertson, menyampaikan penghormatan yang sangat emosional kepada Steve Clarke pada hari Minggu, menyusul keputusan mengejutkan sang pelatih yang mundur dari jabatannya.
Bek kiri Tottenham Hotspur tersebut berterima kasih kepada Clarke karena telah berhasil mengubah nasib dan menaikkan level sepak bola Skotlandia secara drastis selama tujuh tahun masa kepemimpinannya.
Akhir di Piala Dunia 2026
Keputusan mundur juru taktik berusia 62 tahun itu diumumkan secara resmi pada hari Sabtu, hanya sesaat setelah kepastian Skotlandia tersingkir dari fase grup Piala Dunia 2026 akibat hasil di grup lain.
Meski berhasil mengamankan kemenangan tipis 1-0 atas Haiti di laga pembuka, kekalahan beruntun dari Maroko (1-0) dan Brasil (3-0) membuat Tartan Army gagal melaju ke babak 32 besar karena kalah selisih gol dalam perebutan peringkat ketiga terbaik.
Baca juga: Dua Gol Vinícius Bungkam Skotlandia 3-0, Brasil Segel Puncak Grup C
"Pelatih, ini ucapan terima kasih yang sederhana," kata Robertson di Instagram pribadinya. "Apa yang telah Anda lakukan untuk negara kita akan dikenang selama bertahun-tahun yang akan datang.
“Seiring waktu, ketajaman kekecewaan yang kita semua rasakan saat ini akan memudar, tetapi warisan Anda tidak hanya akan tetap ada, semoga juga akan menjadi lebih berdampak."
"Momen-momen yang Anda bantu wujudkan untuk negara kita, sebut saja beberapa di antaranya - Serbia tandang, Spanyol kandang, Norwegia tandang, dan tentu saja Denmark kandang. Pertandingan-pertandingan yang akan tercatat dalam sejarah Skotlandia dan hasil yang tidak mungkin terjadi tanpa Anda," lanjutnya, merujuk soal hasil kualifikasi sebelumnya.
Akhir dari Era Emas Tujuh Tahun Clarke
Mundurnya Steve Clarke menutup salah satu lembaran paling sukses dalam sejarah modern sepak bola Skotlandia. Sejak mengambil alih tongkat kepelatihan pada tahun 2019, mantan asisten Jose Mourinho ini menjelma sebagai pahlawan yang mengakhiri dahaga panjang publik sepak bola negara tersebut.
Clarke menjadi pelatih pertama yang sukses membawa tim nasional pria Skotlandia lolos ke tiga turnamen mayor, termasuk mengamankan tiket Euro 2020, Euro 2024, serta mengakhiri penantian 28 tahun untuk kembali tampil di ajang Piala Dunia pada edisi 2026 ini lewat kemenangan dramatis 4-2 atas Denmark di kualifikasi.
Dalam surat perpisahan terbukanya kepada para pendukung, Clarke mengungkapkan rasa bangga yang luar biasa kepada anak asuhnya.
Baca juga: McGinn Pasang Badan, Balas Kecaman 'Tidak Profesional' dari Bos Norwegia
"Bagian paling emosional dari perpisahan ini adalah untuk para pemain saya, tanpa mereka kita tidak akan memiliki kenangan yang telah kita kumpulkan dari tahun 2019 hingga sekarang,” ujar Clarke.
“Mereka pantas mendapatkan semua pujian dan sanjungan yang mereka terima dan sungguh suatu kehormatan untuk disebut sebagai pelatih mereka. Terima kasih telah menerima saya dan semoga sukses untuk pengganti saya."
Permohonan Maaf Sang Kapten kepada Tartan Army
Selain memberikan penghormatan khusus kepada Clarke, Andy Robertson juga memanfaatkan momen ini untuk menyampaikan permohonan maaf yang mendalam kepada ribuan suporter Skotlandia (Tartan Army) yang telah melakukan perjalanan jauh ke Amerika Serikat demi memberikan dukungan langsung.
“Mengenai turnamen tersebut, 26 anak laki-laki mewujudkan impian masa kecil mereka, tetapi pada akhirnya gagal mencapai tujuan kami. Kami bertanggung jawab atas hal ini karena pada akhirnya kami tahu betapa istimewanya mewakili Skotlandia dan betapa berartinya tim nasional bagi banyak orang,” lanjut Robertson.
Kegagalan ini terasa kian menyakitkan mengingat Asosiasi Sepak Bola Skotlandia (SFA) baru saja memperpanjang kontrak Clarke hingga tahun 2030 sebelum turnamen dimulai. SFA melalui CEO Ian Maxwell menegaskan bahwa fokus mereka saat ini adalah mengevaluasi tim secara menyeluruh dan mencari suksesor yang tepat untuk melanjutkan fondasi kokoh yang telah ditinggalkan Clarke menjelang persiapan Euro 2028.