Tim nasional Belgia berhasil melewati awal yang lambat dan penuh rintangan di Piala Dunia 2026 untuk mengakhiri fase grup sebagai pemuncak klasemen Grup G. 

Kendati sukses bangkit, hadiah yang harus mereka terima di babak 32 besar terbilang cukup rumit, yakni duel sengit melawan sang raksasa Afrika, Senegal, pada Kamis (2/7) mendatang.  

Tak Mengira Bakal Hadapi Senegal

Bek muda Belgia, Zeno Debast, secara terbuka mengakui pada hari Minggu kemarin bahwa skuat The Red Devils sama sekali tidak mengira akan dipertemukan dengan Senegal di fase awal sistem gugur ini. 

Kejutan dalam peta persaingan ini terjadi setelah adanya pergeseran hasil tak terduga pada perebutan tempat di posisi ketiag terbaik pada menit-menit akhir. Sebelumnya Korea Selatan menjadi calon lawan mereka di babak 32 besar, namun kemenangan RD Kongo melawan Uzbekistan membuat Korsel gugur dan Senegal menjadi lawan mereka nanti.

Baca juga: Garcia Berang usai Lini Depan Belgia Mandul saat Ditahan Imbang Iran

"Rasanya agak aneh, tapi kami tahu ini Senegal sekarang dan kami punya, saya rasa, tiga hari untuk mempersiapkan pertandingan," kata Debast.

"Senegal adalah tim yang sangat bagus, saya pikir mereka memiliki beberapa aspek fisik dan taktik yang bagus (dalam permainan mereka) dan mereka juga memenangkan Piala Afrika.”

Kebangkitan Generasi Baru Setan Merah

Langkah Belgia di turnamen akbar kali ini memang jauh dari kata mulus pada awalnya. Skuat asuhan Rudi Garcia tersebut sempat menuai banyak kritik dari publik setelah hanya mampu meraih hasil imbang yang kurang meyakinkan dalam dua laga pembuka grup melawan Mesir dan Iran.

Kendati demikian, performa klinis baru benar-benar muncul di laga pamungkas. Belgia mengamuk dan melumat Selandia Baru dengan skor mencolok 5-1. Kemenangan besar tersebut tidak hanya mengamankan kelolosan mereka, tetapi juga mendongkrak posisi Romelu Lukaku dan kolega ke puncak klasemen Grup G dengan koleksi 5 poin, unggul selisih gol atas Mesir.  

"Saya pikir ini akan menjadi pertandingan yang bagus, mengingat kami juga memiliki kualitas ... jika kami dalam performa bagus dan terus bermain positif seperti pertandingan terakhir kami, saya pikir ini akan menjadi pertandingan yang sangat bagus,” tambahnya.

Baca juga: 10 Pemain Belgia Ditahan Imbang Iran Tanpa Gol di Los Angeles

Kondisi Fisik Debast Berangsur Pulih

Selain membahas peta kekuatan calon lawan, Debast juga memberikan kabar baik terkait kondisi fisiknya. Bek tengah asal klub Sporting Lisbon tersebut sebelumnya harus melewatkan seluruh pertandingan di fase grup akibat cedera kaki yang ia derita sejak bulan lalu.  

Setelah menjalani pemeriksaan MRI lanjutan pada hari Sabtu yang menunjukkan hasil positif tanpa adanya kerusakan jaringan yang serius, pemain berusia 22 tahun itu sudah mulai kembali mengikuti porsi latihan parsial bersama rekan-rekan setimnya pada hari Minggu.  

"Semuanya berjalan positif, sesuai rencana jadi kami optimis," jelasnya. "Saya merasa baik, hari ini saya bisa ikut serta sebagian dalam latihan tim jadi, ya, semuanya berjalan baik."

Meskipun belum dipastikan apakah ia akan langsung diturunkan sebagai starter oleh pelatih Rudi Garcia, kehadiran Debast di kamp latihan memberikan suntikan moral yang masif bagi lini pertahanan Belgia yang bersiap meredam agresivitas serangan fisik dari skuat Singa Teranga.

Pemenang dari duel sengit di Seattle ini akan melaju ke babak 16 besar untuk menghadapi pemenang dari laga antara Amerika Serikat dan Bosnia-Herzegovina.

Buat kamu yang gak mau ketinggalan berita-berita menarik serta trivia unik seputar olahraga dari mulai sepak bola, basket, hingga MotoGP, yuk gabung channel Whatsapp official Yuk Sports DI SINI!