Pelatih tim nasional Jerman, Julian Nagelsmann, menegaskan bahwa dirinya sama sekali tidak merasakan tekanan untuk membuktikan kemampuan diri menjelang laga krusial babak 32 besar Piala Dunia 2026 melawan Paraguay

Pertandingan ini menjadi momen krusial bagi sang juara dunia empat kali, yang melakoni laga fase gugur pertama mereka di kompetisi ini dalam 12 tahun terakhir.  

Tekanan di Masa Lalu

Sejak merengkuh trofi emas pada edisi 2014 di Brasil, langkah Die Mannschaft selalu terhenti secara tragis di fase grup pada Piala Dunia 2018 dan 2022. Meskipun dibayangi oleh catatan kelam masa lalu serta kekalahan mengejutkan 2-1 dari Ekuador di laga terakhir grup, Nagelsmann tetap tenang dan fokus sepenuhnya pada target kemenangan.  

"Ini hanya tentang tim dan kesuksesan," kata Nagelsmann. "Untuk membawa suasana baik yang kami miliki sebagai sebuah kelompok ke lapangan. Saya tidak merasa harus membuktikan apa pun selain membantu para pemain saya dan mempersiapkan mereka untuk pertandingan."

Baca juga: Tumbangkan Jerman 2-1, Ekuador Melaju ke Babak 32 Besar Piala Dunia 2026

"Saya tidak berpikir saya memiliki tanggung jawab untuk membuktikan diri kepada siapa pun.”

Menembus Tembok Paraguay

Jerman melaju ke babak 32 besar sebagai juara Grup E setelah tampil sangat produktif di dua laga awal, termasuk kemenangan telak 7-1 atas Curaçao dan hasil 2-1 kontra Pantai Gading. 

Namun, Nagelsmann sadar betul bahwa gaya permainan menyerang yang dimotori oleh Florian Wirtz, Jamal Musiala, dan Kai Havertz akan menghadapi ujian yang sangat berbeda dari Paraguay.  

Skuat asuhan Gustavo Alfaro lolos ke babak gugur lewat jalur peringkat ketiga terbaik di Grup D dengan mengandalkan organisasi pertahanan yang sangat kokoh dan permainan fisik yang tangguh.

"Mereka adalah lawan yang sangat sulit dan akan menuntut banyak dari kami," kata Nagelsmann.

"Yang terpenting adalah menang ketika berbicara tentang tim nasional, mencoba memenangkan setiap pertandingan. Cara Anda menghadapi ekspektasi hanyalah kepercayaan diri, berikan pemain rencana yang baik sehingga mereka merasa nyaman dan melakukan hal yang benar di lapangan.

Baca juga: Manuel Neuer Umumkan Pensiun Lagi dari Timnas Setelah Piala Dunia 2026

"Jika Anda menang, semuanya sempurna, jika Anda kalah, semuanya buruk, jadi kita harus menang besok.”

Ambisi Mengakhiri Kutukan Knockout

Pertemuan ini menjadi pengulangan sejarah Piala Dunia 2002 silam, di mana Jerman berhasil menumbangkan Paraguay dengan skor tipis 1-0 di babak 16 besar berkat gol telat Oliver Neuville. Kali ini, ekspektasi publik Jerman kembali membubung tinggi agar tim nasional mereka bisa melangkah jauh di turnamen yang diselenggarakan di Amerika Utara ini.  

Penyerang andalan Kai Havertz, yang memiliki rekor apik di panggung besar, menyatakan kesiapannya untuk mendobrak lini belakang Paraguay yang terkenal rapat. Havertz menegaskan bahwa seluruh penggawa tim sangat lapar untuk membuktikan diri setelah hasil minor melawan Ekuador.  

Pemenang dari laga sengit di Boston ini dijadwalkan akan melaju ke babak 16 besar, di mana raksasa Eropa lainnya, Prancis, kemungkinan besar sudah menunggu mereka untuk memperebutkan tiket ke perempat final.

Buat kamu yang gak mau ketinggalan berita-berita menarik serta trivia unik seputar olahraga dari mulai sepak bola, basket, hingga MotoGP, yuk gabung channel Whatsapp official Yuk Sports DI SINI!