Ancelotti Berharap Neymar Bisa Tampil Lebih Lama Demi Redam Agresivitas Jepang
Pelatih tim nasional Brasil, Carlo Ancelotti, berharap dapat memberikan menit bermain yang lebih banyak kepada Neymar dalam laga hidup-mati babak 32 besar Piala Dunia 2026 melawan Jepang pada Senin malam waktu setempat (Selasa dini hari WIB).
Ancelotti menegaskan skuat Selecao sudah dalam kondisi siap tempur menghadapi segala skenario dalam laga knockout yang diprediksi akan berjalan sangat sengit ini.
Berharap Kebugaran Neymar
Brasil melangkah ke fase gugur di Houston dengan status sebagai juara Grup C setelah mengoleksi tujuh poin, hasil dari dua kemenangan telak 3-0 atas Haiti dan Skotlandia, serta hasil imbang 1-1 melawan Maroko.
Kembalinya kebugaran Neymar diyakini akan menjadi tambahan amunisi krusial di lini serang yang sejauh ini sudah tampil tajam dimotori oleh Vinicius Junior dan Matheus Cunha.
Baca juga: Neymar Kembali Bersama Brasil, Ancelotti Tegaskan Bukan karena Kasihan
"Dalam seminggu terakhir, perkembangannya sangat signifikan," kata Ancelotti. "Sayangnya, sebelumnya dia tidak bisa bermain lebih dari 15 menit, tetapi sekarang kondisinya cukup baik untuk bermain lebih lama."
Mewaspadai Kejutan dari Samurai Biru
Meskipun Brasil memiliki rekor pertemuan yang sangat dominan secara historis, Jepang datang ke Houston dengan modal performa yang luar biasa.
Tim asuhan Hajime Moriyasu tersebut lolos sebagai runner-up Grup F setelah menahan imbang tim kuat Eropa seperti Belanda dan Swedia, serta melibas Tunisia dengan skor telak 4-0. Hasil tersebut memperpanjang rekor tak terkalahkan Jepang menjadi 10 pertandingan beruntun.
Ancelotti secara terbuka mengingatkan anak asuhnya untuk tidak memandang remeh kekuatan wakil Asia tersebut. Terlebih lagi, memori kekalahan mengejutkan 3-2 dari Jepang pada laga uji coba bulan Oktober 2025 lalu masih segar di ingatan barisan pertahanan Brasil. Saat itu, penyerang Jepang Ayase Ueda menjadi mimpi buruk lewat gol penentunya di Tokyo.
"Merupakan pengalaman yang baik untuk mengetahui bahwa Jepang adalah salah satu tim terbaik di dunia," jelasnya. "Kami sangat menghormati mereka dan akan mempersiapkan diri untuk pertandingan ini seolah-olah ini adalah final, karena bagi kami ini memang final.
Baca juga: Dua Gol VinÃcius Bungkam Skotlandia 3-0, Brasil Segel Puncak Grup C
"Kami membutuhkan mental yang kuat dan hati yang kuat. Kami harus siap untuk segala kemungkinan yang bisa terjadi dalam pertandingan sistem gugur, seperti perpanjangan waktu atau adu penalti.
"Tim sudah siap, termotivasi, dan percaya diri. Tetapi setiap pertandingan dalam kompetisi ini sangat sulit."
Tekanan Tradisi Juara Dunia
Sebagai satu-satunya negara yang belum pernah absen di fase gugur Piala Dunia sejak 1986, beban berat kini berada di pundak Carlo Ancelotti untuk membawa trofi keenam yang sudah dinantikan publik Brasil sejak tahun 2002. Kehadiran eks pelatih Real Madrid ini diharapkan mampu memberikan kematangan taktik Eropa ke dalam gaya bermain atraktif Jogo Bonito.
Laga sengit di Houston ini akan menjadi ajang pembuktian apakah Brasil mampu meredam kolektivitas permainan Jepang demi menjaga mimpi mereka melaju ke babak 16 besar, di mana pemenang dari partai ini dijadwalkan akan bertemu dengan pemenang dari laga antara Swedia dan Pantai Gading.