Hong Myung-Bo Resmi Mundur Usai Korsel Tersingkir Tragis di Piala Dunia 2026
Pelatih kepala tim nasional Korea Selatan, Hong Myung-bo, resmi mengumumkan pengunduran dirinya pada hari Minggu menyusul kegagalan total Taeguk Warriors yang tersingkir prematur di fase grup Piala Dunia 2026.
Keputusan ini diambil hanya sehari setelah kepastian nasib buruk Korsel yang gagal menembus babak 32 besar, memicu gelombang kekecewaan besar di seantero negeri.
Tersingkir Tragis dari Piala Dunia
Korsel yang awalnya diunggulkan di Grup A bersama tuan rumah Meksiko, Afrika Selatan, dan Republik Ceko, harus finis menyedihkan di peringkat ketiga dengan hanya mengemas tiga poin.
Setelah sempat membuka asa lewat kemenangan 2-1 atas Republik Ceko, Son Heung-min dan kolega justru takluk beruntun dengan skor 1-0 dari Meksiko dan Afrika Selatan. Hasil tersebut membuat mereka awalnya masih berada dalam persaingan untuk menempati delapan besar di peringkat ketiga terbaik, namun hasil tim di grup lain membuat mereka tersingkir di saat-saat terakhir.
Baca juga: Afrika Selatan Bungkam Korea Selatan 1-0, Ukir Sejarah Lolos ke Babak Gugur
"Saya ingin menyampaikan permintaan maaf yang tulus kepada warga yang mencintai sepak bola Korea dan selalu mendukung tim nasional," kata Hong.
"Hari ini, saya ingin mengundurkan diri sebagai pelatih kepala tim nasional sepak bola Korea Selatan. Menerima peran ini bukanlah keputusan yang mudah bagi saya.
"Namun, begitu saya mengambil keputusan itu, saya tidak mempertimbangkan alasan lain. Saya percaya satu-satunya tugas saya adalah memenuhi tanggung jawab yang dipercayakan kepada saya hingga akhir."
Kegagalan Jilid Dua dan Kritik Taktik
Mundurnya Hong Myung-bo menandai akhir pahit dari periode keduanya menukangi tim nasional. Pelatih berusia 57 tahun tersebut seolah mengulangi mimpi buruk Piala Dunia 2014 di Brasil, di mana ia juga gagal membawa Korsel melangkah ke fase gugur setelah gagal meraih kemenangan di babak grup.
Sepanjang turnamen di Amerika Utara ini, Hong terus-menerus dihujani kritik tajam terkait keputusan taktisnya. Salah satu yang paling disorot oleh publik dan pengamat sepak bola adalah keputusannya untuk mencadangkan sang kapten, Son Heung-min, dan baru memasukkannya di babak kedua saat menderita kekalahan krusial 1-0 dari Afrika Selatan.
Meskipun memiliki Generasi Emas yang diperkuat bintang-bintang Eropa seperti Son Heung-min, Lee Kang-in, dan Kim Min-jae, Korsel gagal menampilkan permainan kolektif yang solid dan terlihat tumpul di lini depan.
Baca juga: Manfaatkan Blunder Kiper, Meksiko Tekuk Korea Selatan 1-0 dan Segel Tiket 32 Besar
Evaluasi Total Sepak Bola Korea Selatan
Dampak dari kegagalan tragis di Piala Dunia 2026 ini diprediksi akan berbuntut panjang. Wakil Presiden Asosiasi Sepak Bola Korea (KFA) dan direktur timnas, Park Hang-seo, turut menyampaikan permohonan maaf terbuka kepada publik atas ketidakmampuan KFA memenuhi ekspektasi besar masyarakat.
“Para pemain, pelatih, dan staf pendukung telah mempersiapkan diri untuk turnamen ini sebaik mungkin, tetapi pada akhirnya gagal memberikan hasil yang akan membalas dukungan publik,” ujarnya.
“Saya berterima kasih kepada para penggemar atas dukungan mereka yang tak tergoyahkan selama turnamen dan sekali lagi menyampaikan permintaan maaf saya yang terdalam.
"Agar sepak bola Korea dapat memulai kembali setelah Piala Dunia yang mengecewakan ini, Asosiasi Sepak Bola harus melakukan introspeksi diri yang menyakitkan dan mempersiapkan diri untuk masa depan dengan lebih baik."
Pengunduran diri Hong yang terkesan mendadak ini menyisakan kekosongan besar di kursi kepelatihan Korsel, yang semula dikontrak hingga Piala Asia AFC 2027 mendatang. KFA kini dituntut bergerak cepat melakukan reformasi struktural guna mengembalikan kepercayaan publik yang telanjur merosot tajam.