Quansah Dihukum Dua Laga, Krisis Lini Belakang Inggris Memuncak
Bek tim nasional Inggris, Jarell Quansah, resmi dijatuhi sanksi larangan bertanding sebanyak dua laga oleh Komite Disiplin FIFA. Hukuman berat ini merupakan buntut dari kartu merah langsung yang diterimanya saat Three Lions menang dramatis 3-2 atas Meksiko di babak 16 besar Piala Dunia 2026 di Estadio Azteca.
Keputusan ini menjadi tamparan keras bagi skuad asuhan Thomas Tuchel. Bek Bayer Leverkusen berusia 23 tahun tersebut dipastikan absen dalam laga perempat final krusial melawan Norwegia di Miami hari Sabtu besok, serta laga semifinal andai Inggris berhasil lolos.
Kronologi Insiden dan Dasar Hukum FIFA
Petaka bagi Inggris terjadi pada menit ke-54 dalam laga tensi tinggi di ibu kota Meksiko tersebut. Berusaha mengamankan keunggulan 2-1, Quansah melakukan tekel terbang untuk merebut bola dari bek kiri Meksiko, Jesús Gallardo. Meski Quansah sempat menyentuh bola, momentum laju tubuhnya membuat pul sepatu kanannya menghantam keras tulang kering Gallardo.
Baca juga: Ungkap Strategi Inggris, Rogers Serukan Putus Pasokan Bola Untuk Haaland
Wasit Alireza Faghani awalnya membiarkan laga berjalan, namun intervensi cepat dari Video Assistant Referee (VAR) memintanya melihat layar monitor di tepi lapangan. Setelah meninjau ulang tayangan lambat, Faghani tanpa ragu mencabut kartu merah langsung dari sakunya.
Secara aturan dasar, kartu merah langsung di Piala Dunia hanya memicu sanksi otomatis satu pertandingan. Namun, FIFA mengonfirmasi pada Kamis malam bahwa sanksi Quansah diperpanjang menjadi dua laga karena tindakan tersebut melanggar Pasal 14 Kode Disiplin FIFA mengenai serious foul play atau pelanggaran keras yang membahayakan keselamatan pemain lawan.
Tuchel Pusing Tujuh Keliling
Kehilangan Quansah langsung menciptakan krisis masif di sektor bek kanan Inggris. Masalahnya, kapten Chelsea Reece James belum juga pulih dari cedera hamstring dan masih berlatih terpisah, membuat Inggris tidak memiliki bek kanan murni yang bugar saat ini.
Saat melawan Meksiko, bek tengah Ezri Konsa terpaksa digeser ke sisi luar, bahkan Declan Rice sempat turun mengawal pos kanan dalam skema darurat. Thomas Tuchel tidak bisa menyembunyikan kekesalannya atas sanksi berat ini, terutama terkait konsistensi penegakan aturan di turnamen.
“Di mana ini dimulai dan di mana ini berakhir sekarang? Bisakah kita membatalkannya atau tidak? Apakah itu sesuatu yang akan kita upayakan secara aktif? Karena, seperti yang Anda katakan, pasti ada peluang. Di mana Anda menarik garis batasnya?” kata Tuchel.
Baca juga: Tuchel Kecam Kinerja Wasit Saat Inggris Kalahkan Meksiko di Azteca
“Di mana ini berakhir sekarang? Apakah kita mengajukan banding jika kartu kuning bukanlah kartu kuning? Apakah kita berpikir itu bukan kartu merah atau siapa yang berpikir demikian? Di mana ini dimulai dan di mana ini berakhir? Saya tidak punya jawaban.”
Standar Ganda FIFA Picu Kemarahan Skuad Inggris
Sanksi dua laga ini memicu gelombang protes dari internal tim dan fans Inggris, terutama karena kontrasnya keputusan FIFA dalam beberapa kasus terakhir. Pekan lalu, penyerang AS Folarin Balogun yang juga mendapat kartu merah justru mendapat penangguhan sanksi selama 12 bulan setelah adanya intervensi politik, sehingga ia tetap bisa bermain melawan Belgia.
Berdasarkan regulasi kompetisi, Asosiasi Sepak Bola Inggris (FA) tidak memiliki hak hukum untuk mengajukan banding atas durasi sanksi kartu merah ini.
"Saya sangat sedih untuknya, dan dia tentu sangat terpukul," ujar gelandang Nico O'Reilly pada Kamis. "Tapi keputusan sudah diketuk dan kami harus menerimanya."
Sinyal serupa dilemparkan oleh Bukayo Saka yang menegaskan timnya harus segera fokus: “Saya baru mengetahuinya. Tentu saja sangat mengecewakan [tetapi] begitulah adanya. Kita harus menghadapinya, beradaptasi, dan bersiap. Saya tidak tahu harus berkata apa [tentang kartu merah Balogun yang kemudian dikenai sanksi]. Itu adalah keputusan FIFA.”
Skuad Inggris telah terbang ke Miami pada Jumat pagi waktu setempat dengan misi besar: mempertahankan asa juara dunia tanpa salah satu pilar lini pertahanan terbaik mereka musim ini.