De la Fuente: Belgia Adalah Ujian Terberat Spanyol Sejauh Ini
Pelatih timnas Spanyol, Luis de la Fuente, menegaskan bahwa Belgia akan menjadi ujian terberat bagi anak asuhnya di babak perempat final Piala Dunia 2026.
Peringatan ini dilontarkan De la Fuente pada Kamis waktu setempat, meski La Roja melaju ke babak delapan besar dengan rekor fantastis: belum kebobolan satu gol pun sepanjang turnamen.
Belgia Jadi Ujian Terberat
Spanyol akan menantang Belgia di Stadion Los Angeles (SoFi Stadium) pada Sabtu (11/7) dalam performa impresif.
Kemenangan tipis 1-0 atas Portugal di babak 16 besar tidak hanya mengunci tiket perempat final, tetapi juga memperpanjang rekor tak terkalahkan mereka menjadi 35 pertandingan berturut-turut di semua kompetisi sejak Maret 2024.
Baca juga: De La Fuente Puji Kedewasaan Performa Yamal Kontra Portugal
"Pertandingan besok akan menjadi yang tersulit yang pernah kami hadapi hingga saat ini," kata de la Fuente, yang juga menyoroti skuad Belgia yang berpengalaman mencakup pemain-pemain dengan rekam jejak yang terbukti di beberapa klub terbesar di Eropa.
"Belgia adalah tim yang sangat kuat. Mereka adalah pemain-pemain yang terbiasa menang. Ini akan menjadi pertandingan yang menantang."
Tak Takut Label Favorit
Laga ini diprediksi akan menjadi pembuktian bagi lini pertahanan Spanyol. Berkat ketangguhan lini belakang yang mencatatkan rekor 609 menit tanpa kebobolan di Piala Dunia, Spanyol menjadi negara pertama yang mampu meraih enam clean sheet beruntun di panggung tertinggi sepak bola dunia ini.
Namun, Belgia bukanlah lawan sembarangan. Skuad asuhan Rudi Garcia melenggang ke perempat final setelah melumat tim tuan rumah, Amerika Serikat, dengan skor telak 4-1. Dipimpin oleh kreativitas Kevin De Bruyne serta ketajaman Leandro Trossard dan Romelu Lukaku, Setan Merah siap meruntuhkan tembok kokoh Spanyol.
Spanyol juga berharap bisa melaju ke semifinal untuk pertama kalinya sejak memenangkan Piala Dunia pada tahun 2010. Pertahanan La Roja sangat kokoh, menjadikan Spanyol sebagai favorit melawan Setan Merah, tetapi De la Fuente mengatakan dia tidak terganggu oleh ekspektasi tersebut.
Baca juga: Tak Takut Status Underdog, Rudi Garcia Optimistis Belgia Mampu Redam Spanyol
"Saya tidak takut menjadi favorit atau tidak. Status favorit tidak menjamin apa pun," tambahnya.
"Yang bisa saya katakan adalah kami telah melakukan persiapan. Kami telah mempersiapkan diri. Kami siap untuk pertandingan-pertandingan seperti ini, di mana, omong-omong, tidak ada favorit."
Menjaga Ketenangan Lamine Yamal
Selain fokus pada taktik meredam Belgia, De la Fuente juga memberikan perhatian khusus kepada bintang mudanya, Lamine Yamal. Pemain sayap Barcelona berusia 18 tahun ini menuai pujian berkat kedewasaan bermainnya, terutama saat membantu pertahanan kala meredam agresivitas bek Portugal, Nuno Mendes, di laga sebelumnya.
"Ini adalah versi Lamine yang lain dan lebih baik," kata De la Fuente kepada ESPN tentang evolusi Yamal.
"Seperti yang dikatakan para pemain muda, kita sedang melihat versi dua koma sekian.
"Tetapi kita harus ingat bahwa dia baru pulih dari cedera. Sekarang, menjelang pekan yang krusial, dia siap untuk tampil sebaik mungkin dan telah siap secara motivasi."
Pemenang dari laga penentu di Los Angeles ini sudah ditunggu oleh Prancis di babak semifinal yang akan digelar di Dallas, setelah Les Bleus menundukkan Maroko dengan skor 2-0.