Maroko Akui Prancis Tampil Lebih Superior Usai Tersingkir dari Piala Dunia
Mimpi tim nasional Maroko untuk melangkah lebih jauh di Piala Dunia 2026 harus kandas secara menyakitkan. Skuad Singa Atlas terpaksa menelan kekecewaan mendalam setelah didepak oleh Prancis dengan skor 2-0 pada laga perempat final yang digelar di Boston Stadium, Kamis malam waktu setempat.
Kekalahan ini mengulangi memori kelam empat tahun lalu di Qatar, di mana langkah bersejarah Maroko juga dihentikan oleh lawan yang sama. Usai peluit panjang berbunyi, kubu Maroko dengan besar hati mengakui bahwa sang juara bertahan tampil jauh lebih superior dan pantas melaju ke babak empat besar.
Realitas Pahit di Babak Pertama
Maroko sejatinya datang ke pertandingan ini dengan keyakinan tinggi untuk melampaui pencapaian historis mereka. Namun, rencana taktis yang disusun oleh pelatih kepala Mohamed Ouahbi berantakan di paruh pertama akibat dominasi mutlak lini serang Les Bleus.
Prancis membuka keunggulan pada menit ke-60 melalui aksi Kylian Mbappé, sebelum Ousmane Dembélé menggandakan keunggulan enam menit berselang. Ouahbi mengakui anak asuhnya dibuat kelimpangan oleh tusukan-tusukan sayap Prancis dan transisi lambat dari timnya sendiri.
Baca juga: Prancis Bungkam Maroko 2-0, Les Bleus Melenggang ke Semifinal Piala Dunia 2026
"Kami kecewa, tetapi babak pertama sangat sulit, Prancis sangat bagus dalam menguasai bola. Mereka banyak menguasai bola, mereka menimbulkan banyak masalah di sisi sayap dengan pemain mereka, dan juga di tengah," kata Ouahbi.
"Saat kami menguasai bola, transisi kami tidak begitu bagus, jadi kami perlu berlari lebih banyak, dan mereka akhirnya berada di zona nyaman.
Ouahbi juga menyoroti kelemahan mendasar skuadnya yang gagal memanfaatkan momentum saat berhasil merebut bola.
"Kita harus mengakui bahwa mereka adalah tim yang hebat. Mereka memiliki pemain-pemain yang luar biasa dan memiliki peluang mencetak gol yang lebih baik. Kami kekurangan ide dan kesegaran, untuk berbuat lebih banyak saat kami menguasai bola. Kami harus menerima kekalahan ini,” lanjut
"Sulit untuk berbicara begitu cepat setelah pertandingan, tetapi juga sulit untuk berbicara tentang penyesalan ketika kami mencapai perempat final."
Sorotan Kontroversi dan Kebangkitan yang Terlambat
Meski menerima hasil akhir dengan lapang dada, Ouahbi sempat melontarkan kritik keras terhadap kepemimpinan wasit Facundo Tello terkait proses gol pertama Prancis.
Sang pelatih meyakini bahwa gelandang Prancis, Adrien Rabiot, sempat melakukan handball aktif sebelum bola bergulir ke arah Mbappé. Namun, protes tersebut diabaikan setelah VAR mengonfirmasi gol tetap sah.
"Gol itu berasal dari sebuah aksi di mana beberapa wasit akan berhenti karena mereka melihat ada pelanggaran handball. Ada pelanggaran handball, saya tidak tahu apakah seharusnya ditilang atau tidak, saya tidak tahu. Kemudian ada aksi individu oleh Mbappe, yang mencetak gol,” jelasnya
Baca juga: Deschamps Puji Mentalitas Pemain Setelah Prancis Singkirkan Maroko 2-0
Maroko sebenarnya menunjukkan grafik permainan yang jauh lebih agresif di babak kedua setelah melakukan sejumlah pergantian pemain, termasuk memasukkan Soufiane Rahimi. Kendati demikian, tembok kokoh Prancis yang dikomandoi William Saliba dan Dayot Upamecano gagal ditembus hingga laga usai.
Tatap Balas Dendam di Piala Dunia 2030
Kendati dirundung duka, Ouahbi meminta para pemainnya untuk tetap menegakkan kepala. Alih-alih meratapi kegagalan, juru taktik berusia 49 tahun tersebut langsung mengalihkan fokus untuk membangun fondasi jangka panjang demi menyambut Piala Dunia 2030, di mana Maroko akan bertindak sebagai salah satu tuan rumah bersama Spanyol dan Portugal.
"Saya mengatakan kepada para pemain saya untuk tetap tegak kepala karena kami telah memberikan segalanya, kami telah memberikan yang terbaik, tetapi, tentu saja, kita perlu mengevaluasi situasi, untuk maju, itu penting," tegas Ouahbi.
"Kita tidak bisa hanya mengatakan bahwa kita senang dan bangga dengan penampilan kita. Kita perlu bergerak maju, dan untuk melakukannya, kita harus objektif dan melakukan kritik diri, untuk menilai situasi."
Dengan hasil ini, Maroko resmi menyudahi perjalanan impresif mereka di tanah Amerika Utara. Sementara itu, Prancis melenggang ke semifinal di Dallas untuk menanti pemenang antara duel sengit Spanyol kontra Belgia.