10 Pemain Inggris Bungkam Meksiko 3-2 di Estadio Azteca
Inggris resmi mengamankan tiket perempat final Piala Dunia 2026 setelah menumbangkan tuan rumah Meksiko dengan skor tipis 3-2. Bermain dengan 10 orang sejak awal babak kedua di hadapan 80.000 pendukung lawan, skuad asuhan Thomas Tuchel berhasil meredam atmosfer neraka Estadio Azteca berkat dua gol kilat Jude Bellingham dan penalti krusial Harry Kane.
Kemenangan ini sekaligus mengakhiri rekor tak terkalahkan El Tri di laga kompetitif Piala Dunia saat bermain di kandang keramat mereka. Hasil ini membawa The Three Lions melaju ke babak delapan besar untuk menantang Norwegia di Miami, Florida.
Kilatan 98 Detik Jude Bellingham
Meksiko langsung mengambil inisiatif serangan sejak menit awal memanfaatkan keuntungan bermain di dataran tinggi. Namun, justru Inggris yang tampil sangat klinis lewat serangan balik cepat yang mematikan.
Pada menit ke-36, Bukayo Saka yang bergerak dari sisi kanan melepaskan umpan silang akurat ke jantung pertahanan lawan. Jude Bellingham menyambutnya dengan sundulan tajam yang gagal dihalau kiper Raúl Rangel.
Baca juga: Gara-Gara FIFA, Tuchel Sebut Inggris Dirugikan Lawan Meksiko di Azteca
Hanya berselang 98 detik kemudian, publik tuan rumah kembali bungkam. Tekanan tinggi dari Elliot Anderson memaksa lini belakang Meksiko melakukan blunder fatal. Harry Kane yang merebut bola langsung mengirim umpan tarik matang yang diselesaikan dengan dingin oleh Bellingham. Gol ini menjadikannya pemain pertama yang mencetak dua gol di Azteca pada ajang Piala Dunia sejak Diego Maradona pada 1986.
Meksiko sempat memperkecil ketertinggalan sesaat sebelum turun minum. Sapuan bola yang kurang sempurna dari Ezri Konsa jatuh di kaki Julián Quiñones, yang langsung melepaskan tembakan voli keras tanpa bisa dibendung Jordan Pickford. Skor 2-1 menutup babak pertama.
Kartu Merah dan Hujan Penalti
Memasuki babak kedua, petaka menghampiri Tiga Singa pada menit ke-54. Bek muda Jarell Quansah diganjar kartu merah langsung oleh wasit setelah tekel terlambatnya terhadap Jesús Gallardo ditinjau ulang lewat VAR.
Bermain minus satu pemain, Tuchel bergerak cepat memasukkan John Stones untuk memperkuat lini pertahanan. Hebatnya, Inggris justru berhasil memperlebar keunggulan lewat serangan balik. Anthony Gordon dilanggar Rangel di kotak penalti saat situasi satu lawan satu. Harry Kane yang maju sebagai eksekutor dengan tenang mengecoh kiper Meksiko untuk mengubah skor menjadi 3-1.
Baca juga: Tuchel Puji Naluri Mematikan Kane seperti Hiu Usai Loloskan Inggris ke 16 Besar
Drama belum berakhir. Sembilan menit berselang, giliran Kane yang dianggap melanggar Brian Gutiérrez di area terlarang. Setelah peninjauan VAR kedua, wasit menunjuk titik putih untuk Meksiko. Raúl Jiménez yang menjadi algojo sukses memperkecil kedudukan menjadi 3-2 lewat trik tendangan khasnya.
Tembok Kokoh Pickford dan Guéhi
Sisa 21 menit laga ditambah 11 menit injury time murni menjadi milik Meksiko yang menggempur habis-habisan. El Tri total melepaskan 20 tembakan sepanjang laga dan memaksa penguasaan bola Inggris merosot hingga 33%, angka terendah mereka di Piala Dunia sejak 1966.
Meski begitu, kedisiplinan Marc Guéhi di lini belakang serta serangkaian penyelamatan gemilang Jordan Pickford sukses mematahkan setiap gelombang serangan udara Meksiko hingga peluit panjang berbunyi.
"Saya sangat bangga. Kami membutuhkan segalanya. Itu sangat sulit. Di saat-saat kami pikir kami telah mendapatkan momentum, kami mengalami kemunduran. Itulah mentalitas yang tepat. Ketika keadaan menjadi sulit, mereka tidak pernah menyerah, mereka tidak pernah kehilangan kepercayaan. Itu adalah satu langkah lebih maju,” kata pelatih Inggris Thomas Tuchel.
Inggris kini memiliki waktu lima hari untuk memulihkan kebugaran sebelum melakoni laga perempat final pada 12 Juli mendatang.