Garcia Berang usai Lini Depan Belgia Mandul saat Ditahan Imbang Iran
Pelatih tim nasional Belgia, Rudi Garcia, tidak bisa menyembunyikan rasa kecewanya setelah skuadnya ditahan imbang 0-0 oleh Iran. Garcia menyesali lini depan The Red Devils yang dinilainya sangat mandul. Hasil tanpa gol ini memaksa tim favorit Grup G tersebut melakoni laga pamungkas yang berat melawan Selandia Baru demi mengamankan tiket ke babak 32 besar Piala Dunia 2026.
Meskipun mendominasi penguasaan bola dan melepaskan 23 tembakan di Stadion Los Angeles, Belgia tampil tanpa ketajaman di sepertiga akhir lapangan. Ditambah performa heroik kiper Iran, Alireza Beiranvand, yang melakukan tujuh penyelamatan gemilang, anak asuh Garcia menyia-nyiakan peluang emas untuk mengunci kelolosan lebih awal.
Frustrasi di Lini Serang
Belgia datang ke turnamen ini dengan status tim unggulan untuk menjuarai Grup G, namun hasil imbang berturut-turut di dua laga awal mengungkap tumpulnya lini serang mereka.
Tanpa kehadiran penyerang sayap lincah Jérémy Doku yang absen karena sakit, beban mencetak gol bertumpu berat pada Romelu Lukaku. Sayangnya, striker veteran itu tampak kehilangan sentuhan terbaiknya dan berulang kali diredam oleh pertahanan rapat Iran.
Baca juga: 10 Pemain Belgia Ditahan Imbang Iran Tanpa Gol di Los Angeles
Belgia juga mencatat angka Expected Goals (xG) yang cukup tinggi, mencapai 1,8. Bek kiri Maxim De Cuyper sempat mendapatkan peluang emas lewat tendangan voli jarak dekat, namun refleks luar biasa Beiranvand menggagalkannya di garis gawang.
"Kami seharusnya bisa menang dengan selisih tiga gol melawan Iran, tetapi kami kurang efisien," kata Garcia. "Kami memiliki banyak peluang, dan jika Anda tidak mencetak gol, Anda tidak akan memenangkan pertandingan.
"Kami mendominasi, jadi secara taktik dan dari segi rencana permainan, kami bermain sesuai keinginan kami. Tetapi kami boros dan kurang efisien.”
Kartu Merah Ngoy Memperburuk Situasi
Sore yang frustrasif bagi Belgia berubah menjadi petaka pada menit ke-66. Kesalahan kontrol bola dari bek muda Nathan Ngoy dimanfaatkan oleh penyerang berbahaya Iran, Mehdi Taremi, yang langsung berlari bebas menuju gawang.
Dalam posisi terdesak, Ngoy menjatuhkan Taremi sehingga wasit langsung mengacungkan kartu merah langsung. Belgia pun terpaksa bermain dengan sepuluh orang di 25 menit sisa laga.
Meski Iran gagal memanfaatkan keunggulan jumlah pemain di menit-menit akhir, Team Melli terus menebar ancaman berbahaya sepanjang laga. Pada babak pertama, gol tendangan bebas cerdik dari Taremi sempat dianulir oleh VAR karena posisi offside yang sangat tipis.
Baca juga: Reuni Legenda Premier League, De Bruyne Antusias Hadapi Salah di Piala Dunia
Di sisi lain, Thibaut Courtois juga harus bekerja keras, termasuk melakukan penyelamatan terbang yang spektakuler untuk menggagalkan sundulan Hossein Kanaani.
"Bermain dengan kekurangan satu pemain selama 30 menit di Piala Dunia sangat sulit," ujar Garcia.
Peta Persaingan di Grup G
Hasil imbang ini membuat persaingan di Grup G menjadi sangat sengit dan terbuka bagi semua tim menuju laga terakhir.
Saat ini, Iran dan Belgia sama-sama mengoleksi dua poin dari dua pertandingan dengan selisih gol yang identik (0). Situasi ini membuat laga pamungkas menjadi partai hidup-mati yang krusial bagi seluruh penghuni grup. Pada pertandingan penentu nanti, Iran akan berhadapan dengan Mesir, sementara Belgia harus saling sikut dengan Selandia Baru.
Belgia kini tidak punya pilihan lain selain menumbangkan Selandia Baru untuk memastikan tiket kelolosan ke babak 32 besar, tanpa harus bergantung pada perhitungan matematis peringkat ketiga terbaik yang rumit. Bagi Garcia, instruksi untuk laga berikutnya sudah sangat jelas: temukan kembali ketajaman di depan gawang, atau hadapi kenyataan pahit tersingkir lebih awal dari panggung dunia.
"Terkadang Anda harus menang dan dalam situasi ini Anda harus menang," jelasnya. "Jelas, saya berharap bisa memulai dengan lebih baik, tetapi ini adalah bagian dari kehidupan.
"Grup ini tidak lemah. Kita perlu menunjukkan bahwa kita mampu mengalahkan Selandia Baru dan melaju ke babak 32 besar. Pertama-tama kita perlu beristirahat, memulihkan diri, dan bersiap untuk pertandingan penentu ini."
Buat kamu yang gak mau ketinggalan berita-berita menarik serta trivia unik seputar olahraga dari mulai sepak bola, basket, hingga MotoGP, yuk gabung channel Whatsapp official Yuk Sports DI SINI!