10 Pemain Belgia Ditahan Imbang Iran Tanpa Gol di Los Angeles
Belgia gagal memetik kemenangan perdana di Piala Dunia 2026 setelah ditahan imbang 0-0 oleh pertahanan baja Iran di Los Angeles Stadium. Laga dramatis Grup G ini diwarnai kartu merah bek Belgia, Nathan Ngoy, serta kegemilangan kiper Iran, Alireza Beiranvand, yang sukses mementahkan dominasi total De Rode Duivels sepanjang 90 menit.
Hasil ini membuat peta persaingan Grup G semakin rumit. Belgia mendominasi dengan 70% penguasaan bola dan melepaskan 23 tembakan, namun organisasi pertahanan yang luar biasa dari skuad Team Melli memaksa raksasa Eropa tersebut gigit jari dan harus puas berbagi satu poin.
Tembok Kokoh Beiranvand
Sejak peluit pertama dibunyikan, anak asuh Rudi Garcia langsung mengambil inisiatif serangan. Kembalinya Romelu Lukaku sebagai starter di lini depan diharapkan menjadi solusi ketajaman Belgia, tetapi penyerang veteran itu justru dibuat tidak berdaya oleh rapatnya barisan belakang Iran. Belgia terus membombardir lewat umpan silang dan penetrasi dari sektor sayap, namun setiap peluang emas selalu menemui jalan buntu.
Baca juga: Lukaku Jadi Pembeda, Belgia Selamat dari Kekalahan usai Ditahan Imbang Mesir
Pahlawan mutlak bagi Iran di bawah mistar gawang adalah Alireza Beiranvand. Sang penjaga gawang mencatatkan tujuh penyelamatan krusial yang membuat lini serang Belgia frustrasi.
Momen terbaiknya terjadi di babak kedua ketika bek kiri Belgia, Maxim De Cuyper, melepaskan tembakan jarak dekat yang terlihat 90% akan menjadi gol. Dengan refleks luar biasa, Beiranvand menepis bola tersebut, sebuah aksi yang langsung disambut pelukan emosional dari rekan-rekan setimnya. Atas performa heroik ini, Beiranvand dinobatkan sebagai pemain terbaik dalam pertandingan ini.
Gol Taremi Dianulir VAR dan Kartu Merah Ngoy
Meski terus ditekan, Iran asuhan Amir Ghalenoei tetap menebar ancaman nyata lewat skema serangan balik cepat. Pada menit ke-25, publik Iran sempat bersorak ketika kapten mereka, Mehdi Taremi, berhasil menaklukkan Thibaut Courtois memanfaatkan umpan cerdik dari tendangan bebas Ehsan Hajsafi. Namun, perayaan tersebut dipotong oleh intervensi VAR yang menganulir gol tersebut karena Taremi sudah berdiri dalam posisi offside.
Memasuki pertengahan babak kedua, jalannya pertandingan berubah drastis akibat kesalahan elementer di lini belakang Belgia. Pada menit ke-66, bek muda Nathan Ngoy melakukan blunder saat mengontrol bola operan di wilayah pertahanannya sendiri.
Bola berhasil direbut oleh Taremi yang langsung berlari bebas menuju gawang. Demi menghentikan bahaya, Ngoy terpaksa menjatuhkan striker Inter Milan tersebut dari belakang. Wasit tanpa ragu langsung mengacungkan kartu merah langsung, memaksa Belgia bermain dengan 10 orang di sisa laga.
Baca juga: Iran Dua Kali Bangkit Demi Amankan Hasil Imbang 2-2 Lawan Selandia Baru
Persaingan Sengit Grup G Menuju Matchday Pamungkas
Unggul jumlah pemain selama hampir 25 menit terakhir tidak membuat Iran gegabah keluar menyerang total. Mereka tetap mempertahankan kedisiplinan taktis yang menjadi kunci permainan mereka sejak awal laga.
Di sisi lain, Belgia terpaksa menarik keluar Romelu Lukaku demi memasukkan Arthur Theate untuk menstabilkan lini pertahanan mereka. Hingga peluit panjang berbunyi, skor kacamata tetap tidak berubah.
Hasil imbang ini menempatkan Belgia dan Iran sama-sama mengoleksi dua poin dari dua pertandingan awal mereka di Grup G. Situasi ini membuat persaingan grup menjadi sangat terbuka, terutama setelah Mesir sukses menumbangkan Selandia Baru dengan skor 3-1 di pertandingan lainnya. Pada laga pamungkas nanti, Belgia wajib meraih kemenangan saat menghadapi Selandia Baru jika tidak ingin mengulang mimpi buruk tersingkir prematur di fase grup seperti edisi Piala Dunia sebelumnya.