Balogun Akui Intervensi Sanksi FIFA Picu Ketegangan di Skuad AS

Balogun Akui Intervensi Sanksi FIFA Picu Ketegangan di Skuad AS
15/07/2026 - 15:05 WIB
9

Penyerang tim nasional Amerika Serikat, Folarin Balogun, akhirnya buka suara terkait drama pembatalan sanksi kartu merahnya di Piala Dunia 2026. Bomber berusia 25 tahun tersebut mengakui secara jujur bahwa keputusan kontroversial FIFA untuk menangguhkan hukuman larangan bertandingnya telah memicu riak besar di internal tim, bahkan memunculkan "rasa gugup" yang nyata di antara rekan-rekan setimnya akibat sorotan masif dari dunia luar.  

Polemik ini bermula ketika Balogun diganjar kartu merah langsung saat AS membungkam Bosnia-Herzegovina 2-0 di babak 32 besar karena dinilai menginjak pergelangan kaki Tarik Muharemović. Sesuai regulasi, ia seharusnya absen dalam laga krusial 16 besar melawan Belgia. Namun, menyusul intervensi publik dari Presiden AS Donald Trump yang meminta peninjauan ulang langsung kepada Presiden FIFA Gianni Infantino, Komite Disiplin FIFA secara mengejutkan menangguhkan sanksi tersebut selama satu tahun masa percobaan. Langkah bersejarah ini menandai pertama kalinya dalam sejarah Piala Dunia sejak 1970 sebuah hukuman kartu merah otomatis dicabut di tengah turnamen berjalan.  

Kegugupan di Ruang Ganti AS

Berbicara dalam wawancara eksklusif bersama CBS Mornings, penyerang milik AS Monaco ini mengungkapkan emosi campur aduk yang ia rasakan sesaat setelah pengumuman pembatalan sanksi tersebut dirilis ke publik. 

Baca juga: 

FIFA Tangguhkan Kartu Merah Balogun, Dipastikan Tampil di Laga AS vs Belgia

Pochettino Puji 'Integritas' FIFA usai Tangguhkan Sanksi Balogun

Di satu sisi ia bersyukur bisa kembali bermain, namun di sisi lain ia menyadari situasi unik ini menempatkan beban psikologis baru ke pundak rekan-rekannya.  

"Reaksi awal saya tentu senang bisa kembali ke tim. Namun ketika saya mulai merenungkannya, saya tahu ini akan menimbulkan banyak kontroversi," ujar Balogun. 

"Saya bahkan bisa melihat sedikit rasa gugup di dalam diri rekan-rekan setim saya karena ini adalah sesuatu yang sangat unik. Semakin dekat kami dengan hari pertandingan, saya mencoba fokus sebaik mungkin, tetapi itu sangat sulit. Ada terlalu banyak kebisingan dari luar dan hal itu sulit dihindari."  

Meskipun skuad asuhan Mauricio Pochettino berusaha memisahkan emosi dari tugas di lapangan, gangguan tersebut terbukti fatal. AS yang bertindak sebagai salah satu tuan rumah akhirnya harus tersingkir secara menyakitkan setelah digulung Belgia dengan skor telak 1-4 di babak 16 besar, sebuah laga di mana Balogun selama 90 menit tanpa mampu berbuat banyak.  

Balogun Tetap Merasa Kartu Merah Tidak Adil

Kendati keputusan FIFA menyelamatkannya dari sanksi memicu protes keras dari Asosiasi Sepak Bola Belgia (RBFA) serta gugatan resmi dari lembaga swadaya masyarakat FairSquare ke Komite Olimpiade Internasional (IOC) terkait netralitas politik, Balogun tetap bersikukuh bahwa pelanggaran yang ia lakukan sama sekali tidak layak diganjar kartu merah.  

Baca juga:

Garcia Sebut Keputusan FIFA Soal Balogun Lelucon April Mop

UEFA Kecam FIFA Terkait Pemutihan Suspensi Balogun Usai Intervensi Trump

"Saya sangat terkejut saat itu. Itu bahkan bukan sebuah tekel. Saya pikir Anda bisa melihat reaksi saya di lapangan, tetapi saya harus menerimanya demi tim," jelas pemain jebolan akademi Arsenal tersebut. 

"Ketika sesuatu terjadi tanpa ada unsur kesengajaan, itu seharusnya tidak pernah menjadi kartu merah. Itu adalah situasi yang sangat tidak beruntung dan saya pikir hal itu menaruh tekanan yang jauh lebih besar daripada yang kami butuhkan di turnamen ini."  

Kasus pembatalan sanksi Balogun kini telah bergeser menjadi isu etika olahraga global. Investigasi internal media mengungkapkan bahwa keputusan krusial tersebut diambil secara sepihak oleh ketua komite disiplin Mohammad Al Kamali, tanpa melibatkan 18 anggota komite lainnya secara penuh.  

Bagi Amerika Serikat, kegagalan di babak 16 besar ini sekaligus mengubur mimpi mereka untuk menyamai pencapaian terbaik menembus perempat final sejak edisi Korea-Jepang 2002 silam. Meski demikian, profil Balogun di luar lapangan justru kian meroket setelah turnamen; ia baru saja resmi bergabung dengan Klutch Sports Group, menjadikannya pesepak bola pertama yang dikontrak langsung oleh agensi olahraga milik megabintang NBA, LeBron James.

Buat kamu yang gak mau ketinggalan berita-berita menarik serta trivia unik seputar olahraga dari mulai sepak bola, basket, hingga MotoGP, yuk gabung channel Whatsapp official Yuk Sports DI SINI!

Related News

0 Komentar
Lihat Komentar Lainnya
Ads
Loading...
Tunggu Sebentar...