Mac Allister: Pemain Inggris di Piala Dunia Tak Seintens di Premier League
Gelandang andalan tim nasional Argentina dan Liverpool, Alexis Mac Allister, menebar ketegangan menjelang laga panas semifinal Piala Dunia 2026 melawan Inggris. Pemain berusia 27 tahun itu secara blak-blakan menilai bahwa The Three Lions tampil kekurangan intensitas dan kecepatan yang biasanya menjadi ciri khas kompetisi Premier League sepanjang turnamen di Amerika Utara ini.
Komentar bernada menyindir ini meluncur di tengah persiapan matang La Albiceleste untuk menghadapi musuh bebuyutan mereka di Mercedes-Benz Stadium, Atlanta. Pemenang dari duel klasik ini dipastikan bakal menantang Spanyol di partai puncak, setelah tim Matador menyegel tiket final terlebih dahulu usai membungkam Prancis 2-0 di Dallas.
Faktor Kelelahan dan Cuaca Ekstrem
Sebagai pilar andalan lini tengah Liverpool yang berhadapan langsung dengan mayoritas penggawa timnas Inggris setiap pekan, Mac Allister tahu betul kualitas fisik lawannya. Kendati mengakui kekuatan individu anak asuh Thomas Tuchel, ia merasa ada sesuatu yang hilang dari permainan Inggris selama gelaran Piala Dunia 2026.
"Saya bermain melawan sebagian besar dari mereka setiap akhir pekan dan jelas secara fisik mereka sangat kuat," ujar Mac Allister.
Baca juga: De Paul Sebut Messi Lebih Menikmati Piala Dunia 2026 Dibanding Sebelumnya=
"Meski begitu, saya pikir sepanjang Piala Dunia ini kita telah melihat, entah apakah itu karena kelelahan atau bukan, mereka tidak bermain dengan intensitas yang menjadi karakter Premier League. Saya tidak tahu apakah faktor cuaca panas atau hal lain yang memengaruhinya."
Walau melayangkan kritik tajam, eks pemain Brighton itu buru-buru menegaskan bahwa skuad Argentina tetap menaruh rasa hormat yang luar biasa tinggi terhadap kekuatan Inggris secara kolektif.
Klarifikasi Candaan Lama
Dalam kesempatan yang sama, Mac Allister juga memberikan klarifikasi terkait wawancara lamanya dengan pandit Sky Sports, Jamie Redknapp, pada Mei lalu.
Kala itu, sang gelandang sempat menunjukkan ekspresi meremehkan dan tertawa kecil saat ditanya apakah Inggris memiliki peluang untuk menjuarai Piala Dunia.
"Apa yang saya katakan kepada Jamie agak bercanda karena pada saat yang sama saya mengatakan mereka tidak akan berada dalam situasi ini, saya juga mengatakan mereka memiliki pemain yang luar biasa dan pelatih yang sangat bagus,” aku Mac Allister.
Baca juga: Tensi Memanas Jelang Argentina vs Inggris, Scaloni: Ini Hanya Laga Sepak Bola
“Jadi, saya tidak terkejut [Inggris sampai ke semifinal]. Mereka, seperti yang saya katakan, memiliki pemain yang sangat bagus. Mereka tahu apa yang mereka lakukan, mereka memiliki ide yang hebat, jadi kami sangat menghormati mereka dan kami akan mencoba yang terbaik untuk menang."
Ulang Memori Magis 1986 dan Inspirasi Maradona
Pertemuan di Atlanta ini akan menjadi duel kompetitif pertama bagi kedua negara di ajang Piala Dunia sejak edisi 2002 silam. Bagi publik Argentina, narasi menjelang laga melawan Inggris selalu membawa memori kolektif yang mendalam ke tahun 1986, era di mana mendiang Diego Maradona menghancurkan Tiga Singa lewat gol "Tangan Tuhan" dan gol solo terbaik abad itu.
Mac Allister mengakui bahwa potongan video aksi magis Maradona di Meksiko '86 banyak berseliweran di media sosial para pemain belakangan ini dan menjadi pembakar motivasi tersendiri.
"Sulit untuk mengambil inspirasi dari apa yang dilakukan Diego; hampir mustahil untuk melakukan hal-hal yang dia lakukan di lapangan. Hanya Leo yang bisa melakukannya,” jelasnya.
"Saat ini, banyak hal muncul di media sosial, video Diego dan pertandingan '86. Menonton dan mengingatnya membantu kami. Bagi kami, Diego adalah simbol yang sangat penting bagi negara kami. Semoga kami dapat melakukan sesuatu yang serupa dengan apa yang telah mereka capai."
Argentina, yang berstatus sebagai juara bertahan usai memenangkan trofi di Qatar pada 2022 lalu, dipastikan bakal tampil habis-habisan demi melaju ke final kedua mereka secara beruntun. Laga diprediksi akan berjalan ketat sejak menit pertama, mengingat Inggris yang dipimpin Harry Kane cs juga mengusung misi balas dendam sejarah yang membara.