Garcia Sebut Keputusan FIFA Soal Balogun Lelucon April Mop

Garcia Sebut Keputusan FIFA Soal Balogun Lelucon April Mop
6/07/2026 - 16:04 WIB
21

Pelatih tim nasional Belgia, Rudi Garcia, merespons dengan sinis keputusan FIFA yang meloloskan striker Amerika Serikat Folarin Balogun dari hukuman larangan bertanding. Garcia mengaku sempat mengira kabar tersebut sebagai lelucon April Mop yang terlambat, sementara Federasi Sepak Bola Belgia (RBFA) langsung mengambil langkah agresif dengan mengumumkan bahwa mereka sedang "menyelidiki semua opsi potensial" untuk menggugat keputusan kontroversial tersebut.

Pernyataan keras ini meledak hanya 24 jam sebelum kedua tim bentrok di babak 16 besar Piala Dunia 2026 di Seattle. Langkah FIFA menangguhkan kartu merah langsung Balogun lewat Pasal 27 Kode Disiplin kini resmi menyulut krisis diplomatik terbesar di sepanjang turnamen.

Balogun, yang merupakan mesin gol utama AS dengan torehan tiga gol sepanjang turnamen, sebelumnya diperkirakan bakal absen setelah dikartu merah pada menit ke-64 dalam kemenangan 2-0 atas Bosnia di babak 32 besar. Tekelnya yang dinilai terlambat dan mengenai pergelangan kaki Tarik Muharemović awalnya dibiarkan oleh wasit Raphael Claus, sebelum akhirnya diubah menjadi kartu merah langsung setelah peninjauan VAR yang memicu perdebatan sengit.

Lelucon April Mop

Dalam konferensi pers pralaga yang berlangsung panas di Seattle, Rudi Garcia tidak berusaha menyembunyikan rasa frustrasi dan ketidakpercayaannya. Pelatih asal Prancis itu menilai keputusan FIFA merusak integritas kompetisi.

"Saya tidak tahu bahwa di Piala Dunia, tanggal 5 Juli sebenarnya adalah tanggal 1 April -- itu adalah Hari April Mop," kata Garcia.

Baca juga: FIFA Tangguhkan Kartu Merah Balogun, Dipastikan Tampil di Laga AS vs Belgia

“Saya pikir kita harus merujuk pada [pernyataan] federasi saya, federasi Belgia. Saya pikir banyak hal terkandung di dalamnya. Federasi tidak membela diri sendiri, tidak membela tim nasional – federasi membela sepak bola secara umum. Federasi membela integritasnya. Federasi membela etikanya.”

Kiper Belgia, Thibaut Courtois, menambahkan bahwa taktik timnya kini harus dirombak total di menit-menit terakhir. Absennya Balogun yang semula sudah diantisipasi oleh lini pertahanan Setan Merah kini batal, memaksa Belgia kembali bersiap menghadapi penyerang paling tajam milik skuad AS tersebut.

“Itu pertanyaan untuk dunia sepak bola, bukan untuk saya sebagai pemain,” kata kiper Real Madrid tersebut. “Tentu saja itu sedikit mengejutkan, terutama karena itu sehari sebelum pertandingan. Jika sehari setelah pertandingan sudah diputuskan, Anda bisa menyesuaikan diri. Tetapi sebagai sebuah kelompok pemain, kami harus memenangkan pertandingan di lapangan. Dia pemain yang bagus, tetapi kami harus menang melawan seluruh Amerika. 

“Bagi kami sebagai sebuah kelompok pemain, kami akan melakukan yang terbaik di lapangan. Kami pantas mendapatkannya dengan permainan sepak bola kami dan kami ingin menang.”

RBFA Siapkan Langkah Hukum

Kemarahan Garcia sejalan dengan sikap tegas yang diambil oleh federasi. Melalui pernyataan resmi yang dirilis secara darurat, RBFA menegaskan mereka tidak akan tinggal diam menerima keputusan sepihak yang dinilai mencederai asas keadilan olahraga.

“Asosiasi Sepak Bola Kerajaan Belgia [RBFA] terkejut dengan keputusan FIFA yang menyatakan pemain Amerika Serikat, Folarin Balogun, yang diskors, memenuhi syarat untuk bermain,” demikian pernyataan RBFA. “Untuk melindungi hak-hak sah semua tim yang berpartisipasi dan untuk melindungi prinsip-prinsip dasar fair play dalam olahraga kita, baik di Piala Dunia FIFA ini maupun di edisi turnamen mendatang, RBFA sedang menyelidiki semua opsi yang mungkin.”

Baca juga: Sesalkan Kartu Merah Balogun, Pochettino: Itu Tidak Disengaja

Garcia menolak menjawab ketika ditanya tentang kemungkinan banding ke Pengadilan Arbitrase Olahraga atau apakah menurutnya Presiden AS Donald Trump memengaruhi tindakan FIFA.

Atmosfer Seattle Kian Mencekam

Ketegangan di luar lapangan ini dipastikan akan merembet ke dalam lapangan. Amerika Serikat, yang mendapat suntikan kekuatan tak terduga dengan kembalinya Balogun, kini harus bersiap menghadapi skuad Belgia yang datang dengan motivasi tambahan akibat rasa ketidakadilan ini.

Bagi pencinta sepak bola dunia, drama perseteruan Rudi Garcia, RBFA, dan FIFA ini telah mengubah laga babak 16 besar di Seattle bukan sekadar perebutan tiket perempat final, melainkan sebuah laga penuh gengsi, amarah, dan dendam yang membara.

Buat kamu yang gak mau ketinggalan berita-berita menarik serta trivia unik seputar olahraga dari mulai sepak bola, basket, hingga MotoGP, yuk gabung channel Whatsapp official Yuk Sports DI SINI!

Related News

0 Komentar
Lihat Komentar Lainnya
Ads
Loading...
Tunggu Sebentar...