Bekuk Prancis 2-0, De la Fuente: Spanyol Hidupkan Kembali Semangat Juara 2010

Bekuk Prancis 2-0, De la Fuente: Spanyol Hidupkan Kembali Semangat Juara 2010
15/07/2026 - 15:54 WIB
13

Tim nasional Spanyol sukses melangkah ke babak final Piala Dunia 2026 setelah menumbangkan Prancis dengan skor meyakinkan 2-0 pada laga semifinal di Dallas Stadium, Rabu (15/7) dini hari WIB. Kemenangan dominan ini membuat La Roja kini hanya berjarak satu kemenangan lagi untuk merengkuh gelar juara dunia kedua mereka sepanjang sejarah.

Usai pertandingan, pelatih Spanyol Luis de la Fuente dengan penuh percaya diri menyatakan bahwa skuad asuhannya saat ini telah berhasil membangkitkan kembali ruh dan semangat juang generasi emas Spanyol saat menjuarai Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan.

Dominasi Taktik Spanyol

Jika keberhasilan mereka menjuarai Euro 2024 lalu identik dengan ledakan kecepatan Lamine Yamal dan Nico Williams, performa Spanyol saat meredam taktik Didier Deschamps kali ini adalah sebuah pelajaran berharga tentang kontrol permainan dan organisasi pertahanan yang kokoh.

Spanyol membuka keunggulan pada menit ke-22 melalui eksekusi penalti tenang Mikel Oyarzabal setelah terjadinya pelanggaran di kotak terlarang. Alih-alih mengendurkan serangan, La Roja terus mendikte tempo permainan. 

Baca juga: Spanyol Bungkam Prancis 2-0, Segel Tiket Final Piala Dunia 2026

Hasilnya, pada menit ke-58, bek kanan Pedro Porro menggandakan keunggulan lewat penyelesaian klinis yang memastikan kemenangan Spanyol sekaligus mengubur impian Les Bleus.

Prancis yang dihuni Kylian Mbappé dan lini serang yang sebelumnya telah mengemas 16 gol sepanjang turnamen dibuat mati kutu. Saking rapatnya pertahanan Spanyol, Prancis bahkan tidak mampu melepaskan satu pun tembakan tepat sasaran (shot on target) hingga laga memasuki menit ke-80.

"Pesan yang disampaikan adalah bahwa kami menghadapi salah satu tim terbaik di dunia, tetapi mereka juga menghadapi tim terbaik di dunia," kata De la Fuente.

"Para pemain ini menunjukkan komitmen, solidaritas, dan bakat. Mereka membuat hal yang sulit terlihat mudah. ​​Mereka memiliki bakat dan sikap yang tepat terhadap kehidupan dan olahraga.

"Saya melihat ruang ganti yang bahagia dan dukungan dari seluruh bangsa. Kami telah merebut kembali semangat tahun 2010. Karakter tim ini terlihat jelas dari fakta bahwa mereka yang tidak bermain tetap tinggal untuk berlatih setelah pertandingan."

Menolak Ego demi Kolektivitas Tim

Apa yang membuat armada de la Fuente saat ini terasa sangat mirip dengan skuad legendaris besutan Vicente del Bosque pada 2010 silam bukan sekadar dominasi taktik di lapangan, melainkan keharmonisan di dalam ruang ganti. De la Fuente berhasil membangun sebuah mesin tempur yang bersih dari ego individu dan murni berlandaskan kerja keras kolektif.

Sang pelatih memuji bagaimana seluruh pemain memiliki mentalitas yang sama, termasuk mereka yang tidak mendapatkan menit bermain dalam laga sengit melawan Prancis tersebut.

"Saya percaya hal terpenting adalah mengetahui cara memilih teman perjalanan Anda. Jika Anda salah memilih teman perjalanan, Anda bisa berakhir dengan masalah," jelas pelatih berusia 65 tahun ini.

Baca juga: Deschamps Akui Prancis Kalah Kelas usai Disingkirkan Spanyol

"Kami tahu bahwa tim ini — bukan hanya para pemain, tetapi semua orang yang membentuk skuad — bekerja menuju tujuan bersama, dengan antusiasme yang sama, dan kami adalah orang-orang biasa yang murah hati yang mengutamakan kebaikan bersama sebelum kepentingan pribadi kami sendiri."

Di Ambang Sejarah Baru

Kemenangan krusial ini tidak hanya mengantarkan Spanyol ke partai puncak, tetapi juga membuat mereka menyamai rekor dunia legendaris milik Italia dengan catatan 37 pertandingan beruntun tanpa kekalahan. Menariknya, de la Fuente menegaskan bahwa potensi terbaik dari tim ini bahkan belum sepenuhnya keluar.

"Tim ini tidak pernah berhenti membuat saya kagum. Ruang untuk perbaikan tidak ada habisnya," pungkasnya. "Ini adalah kerja keras yang didasari cinta, sebuah proses. Ini tentang mencapai momen krusial dalam kondisi sebaik mungkin."

Spanyol kini tinggal menunggu pemenang antara Argentina dan Inggris untuk mereka hadapi di laga final. Siapa pun lawannya nanti, satu hal yang pasti: raksasa sepak bola Eropa ini telah sepenuhnya bangkit dan bermain dengan keyakinan penuh layaknya seorang juara sejati.

Buat kamu yang gak mau ketinggalan berita-berita menarik serta trivia unik seputar olahraga dari mulai sepak bola, basket, hingga MotoGP, yuk gabung channel Whatsapp official Yuk Sports DI SINI!

Related News

0 Komentar
Lihat Komentar Lainnya
Ads
Loading...
Tunggu Sebentar...