Pochettino Puji 'Integritas' FIFA usai Tangguhkan Sanksi Balogun

Pochettino Puji 'Integritas' FIFA usai Tangguhkan Sanksi Balogun
6/07/2026 - 16:43 WIB
16

Pelatih Timnas Amerika Serikat, Mauricio Pochettino, secara terbuka memuji keputusan mengejutkan FIFA yang menangguhkan sanksi larangan bertanding satu laga untuk Folarin Balogun. Pochettino menegaskan bahwa langkah federasi sepak bola dunia tersebut telah menegakkan prinsip "etika dan integritas," sekaligus memperkuat argumennya bahwa kartu merah yang diterima sang penyerang sangat tidak adil.

Keputusan final yang keluar pada hari Minggu ini memastikan striker andalan AS tersebut, yang telah mengemas tiga gol sepanjang turnamen, bisa diturunkan dalam laga krusial babak 16 besar melawan Belgia di Lumen Field, Selasa esok.

Langkah super langka dari FIFA ini langsung memicu kontroversi terbesar di Piala Dunia 2026 dan memancing protes keras dari kubu Belgia. Meski demikian, dalam konferensi pers menjelang pertandingan, Pochettino dengan tegas membela pembatalan hukuman tersebut dan menilai VAR telah keliru dalam mengambil keputusan awal.

"Kami Sudah Cukup Dihukum"

Balogun sebelumnya diusir keluar lapangan pada menit ke-64 saat AS menang 2-0 atas Bosnia dan Herzegovina di babak 32 besar. Setelah meninjau monitor VAR, wasit Raphael Claus menilai injakan kaki Balogun ke pergelangan kaki bek Tarik Muharemovic sebagai pelanggaran berat. Namun, Pochettino bersikeras bahwa kontak tersebut murni ketidaksengajaan.

“Semua orang yang benar-benar mencintai olahraga ini dan mempercayai etika dan integritas, saya pikir kita merayakan keputusan itu,” kata Pochettino. “Kami cukup dihukum berat melawan Bosnia Herzegovina hingga harus bermain dengan 10 pemain selama 30 menit [karena] keputusan yang benar-benar tidak adil. … 99,9% orang setuju bahwa itu adalah kartu merah yang tidak adil.”

Baca juga: FIFA Tangguhkan Kartu Merah Balogun, Dipastikan Tampil di Laga AS vs Belgia

Mantan manajer Tottenham dan Chelsea tersebut juga mengkritik penggunaan VAR modern yang dinilainya kerap mendistorsi realitas di lapangan melalui tayangan ulang yang diperlambat.

“Sulit rasanya ketika Anda berada di dalam kotak dengan tiga, empat TV, dan dalam gerakan lambat, melihat hal-hal yang tampak besar, terlihat lebih besar,” jelas Pochettino. “Tetapi [jika Anda] bermain sepak bola, seperti yang saya mainkan? Saya tahu kapan itu niat buruk, disengaja, tidak disengaja… Anda tidak dapat mengukurnya melalui VAR, hanya wasit, dan wasit tidak melihat itu disengaja.”

Celah Pasal 27, Skuad AS Sempat Mengira Hoaks

FIFA mengumumkan telah mengaktifkan Pasal 27 dari Kode Disiplin FIFA, yang mengubah hukuman Balogun menjadi masa percobaan selama satu tahun. Jika sang pemain kembali melakukan pelanggaran serupa dalam 12 bulan ke depan, sanksi larangan bertanding tersebut baru akan otomatis berlaku.

Meskipun Pochettino menilai hal ini bukan sesuatu yang aneh, sejarah mencatat ini adalah pertama kalinya sejak Piala Dunia 1962 sebuah sanksi otomatis kartu merah langsung dianulir di tengah-tengah turnamen.

“Saya rasa banyak dari kita awalnya mengira itu AI,” kata bek Chris Richards sambil terkekeh tak percaya. “Kita tahu bahwa kita lebih dari sekadar satu pemain dan lebih dari 11 orang – kita adalah tim yang utuh, dan kita adalah tim yang sangat kuat. Kita tetap tahu bahwa siapa pun yang bermain besok, kita akan memberikan penampilan yang bagus.”

Baca juga: Garcia Sebut Keputusan FIFA Soal Balogun Lelucon April Mop

Kemarahan Kubu Belgia dan Isu Intervensi Politik

Seperti yang sudah diduga, keputusan FIFA memicu gelombang protes dari Brussels. Federasi Sepak Bola Kerajaan Belgia (RBFA) merilis pernyataan resmi yang mengecam keras keputusan tersebut dan mempertanyakan dasar hukumnya, merujuk pada Pasal 66.4 yang menegaskan sanksi otomatis satu laga untuk setiap kartu merah langsung.

Pelatih Belgia, Rudi Garcia, bahkan melontarkan sindiran tajam kepada FIFA. "Saya baru tahu kalau di kantor FIFA, tanggal 5 Juli itu dianggap sebagai tanggal 1 April (April Mop) di Eropa," sindir Garcia.

Ketegangan makin memanas setelah muncul laporan bahwa mantan Presiden AS, Donald Trump, sempat menelepon Presiden FIFA Gianni Infantino sebanyak tiga kali untuk melobi pembatalan sanksi Balogun.

Saat didesak mengenai adanya potensi intervensi politik, Pochettino memilih untuk meredam spekulasi tersebut. "Tidak, kita tidak boleh mencampuradukkan hal itu," tegas Pochettino. 

Pelatih asal Argentina tersebut menambahkan, “Jika ada yang dirugikan dalam situasi ini, itu adalah Amerika Serikat. Jika ada yang mencoba berargumen bahwa kami tidak dihukum, bermain dengan sepuluh pemain selama 30 atau 35 menit dalam pertandingan babak gugur Piala Dunia, yah, tidak ada keuntungan luar biasa yang kami peroleh di sini. Pada akhirnya, kami tidak berperan sebagai korban, tetapi kami juga bukan penjahat dalam cerita ini.”

Kini, di tengah badai administrasi yang belum mereda, fokus utama kembali beralih ke atas rumput hijau Seattle. Dengan kembalinya Balogun ke lini serang, anak asuh Pochettino mengemban misi besar untuk membuktikan bahwa pembatalan sanksi ini adalah murni sebuah keadilan, bukan sebuah hak istimewa.

Buat kamu yang gak mau ketinggalan berita-berita menarik serta trivia unik seputar olahraga dari mulai sepak bola, basket, hingga MotoGP, yuk gabung channel Whatsapp official Yuk Sports DI SINI!

Related News

0 Komentar
Lihat Komentar Lainnya
Ads
Loading...
Tunggu Sebentar...