FIFA Tangguhkan Kartu Merah Balogun, Dipastikan Tampil di Laga AS vs Belgia

FIFA Tangguhkan Kartu Merah Balogun, Dipastikan Tampil di Laga AS vs Belgia
6/07/2026 - 15:51 WIB
20

Striker andalan Amerika Serikat, Folarin Balogun, dipastikan bisa turun bertanding dalam laga krusial babak 16 besar Piala Dunia 2026 melawan Belgia pada hari Selasa besok. Kepastian ini didapat setelah FIFA secara mengejutkan menangguhkan hukuman kartu merah langsung serta sanksi larangan satu pertandingan otomatis yang diterima sang pemain saat menghadapi Bosnia dan Herzegovina.

Keputusan intervensi yang sangat jarang terjadi di tengah turnamen ini menjadi keuntungan besar bagi tim tuan rumah. Di sisi lain, kubu Belgia dan sejumlah rival Eropa merespons keputusan kontroversial ini dengan kemarahan besar.

Lobi Tingkat Tinggi di Balik Layar

Balogun, yang merupakan mesin gol utama AS dengan torehan tiga gol sepanjang turnamen, sebelumnya diperkirakan bakal absen setelah dikartu merah pada menit ke-64 dalam kemenangan 2-0 atas Bosnia di babak 32 besar. Tekelnya yang dinilai terlambat dan mengenai pergelangan kaki Tarik Muharemović awalnya dibiarkan oleh wasit Raphael Claus, sebelum akhirnya diubah menjadi kartu merah langsung setelah peninjauan VAR yang memicu perdebatan sengit.

Baca juga: Sesalkan Kartu Merah Balogun, Pochettino: Itu Tidak Disengaja

Mengingat aturan disiplin FIFA yang biasanya sangat kaku dan anti-banding untuk kartu merah langsung, Federasi Sepak Bola AS (US Soccer) sempat pasrah. Namun, upaya lobi masif di balik layar mengubah segalanya. Laporan internal menyebutkan adanya komunikasi langsung dari Presiden AS Donald Trump kepada Presiden FIFA Gianni Infantino, sementara satgas khusus Gedung Putih turut mempertanyakan validitas teknis dari tayangan ulang lambat yang digunakan oleh petugas VAR.

Celah Pasal 27 Kode Disiplin

Pada Minggu pagi waktu setempat, FIFA secara resmi merilis pernyataan yang mengejutkan publik sepak bola. Komite Yudisial FIFA menggunakan hak veto mereka melalui Pasal 27 Kode Disiplin FIFA, yang memberikan wewenang penuh untuk menangguhkan pelaksanaan sanksi disiplin dalam kondisi tertentu.

"Sesuai dengan pasal 27 Kode Disiplin FIFA, pelaksanaan larangan bermain ditangguhkan untuk masa percobaan selama satu tahun," bunyi pernyataan FIFA/

"Jika Folarin Balogun melakukan pelanggaran lain yang serupa sifat dan tingkat keparahannya selama masa percobaan, larangan tersebut akan dicabut dan sanksi diberlakukan tanpa mengurangi sanksi tambahan yang dikenakan untuk pelanggaran baru tersebut."

Dengan keputusan ini, status Balogun praktis berada dalam masa percobaan. Jika ia mampu menghindari pelanggaran berat dalam 12 bulan ke depan, hukuman kartu merah tersebut dianggap hangus. Kasus penangguhan sanksi di tengah turnamen seperti ini merupakan yang pertama kalinya terjadi di Piala Dunia sejak bintang Brasil, Garrincha, secara kontroversial dibebaskan dari hukuman kartu merah menjelang laga final Piala Dunia 1962.

Baca juga: Garcia Sebut Keputusan FIFA Soal Balogun Lelucon April Mop

Namun, kala itu, tidak hukuman larangan bertanding otomatis. Larangan tersebut diputuskan oleh komite berdasarkan bukti yang diberikan oleh para pejabat.

Protes Keras Kubu Belgia

Jika kubu Amerika Serikat menyambut keputusan ini dengan kelegaan luar biasa, Federasi Sepak Bola Belgia (RBFA) langsung melayangkan protes keras. Mereka menyatakan sedang "menyelidiki semua opsi hukum" demi menjaga nilai-nilai keadilan olahraga (fair play).

Kecaman juga datang dari tim nasional lain. Pelatih Norwegia, Ståle Solbakken, secara terbuka mengkritik keras kebijakan FIFA ini. “Bagaimana dengan kartu merah berikutnya? Apa yang akan terjadi selanjutnya? Apakah akan ada komite di suatu tempat yang mencabut kartu itu?” cetus Solbakken. “Ini adalah keputusan yang sangat, sangat, sangat, sangat buruk yang akan merugikan Piala Dunia. Itu tidak baik untuk olahraga atau keputusan yang baik dari FIFA.”

Bagi skuad USMNT, drama politik dan administratif luar lapangan ini tidak lagi penting. Kehadiran Balogun di lini depan menjadi suntikan moral yang masif demi ambisi membawa Amerika Serikat melangkah ke babak perempat final untuk pertama kalinya sejak tahun 2002.

Buat kamu yang gak mau ketinggalan berita-berita menarik serta trivia unik seputar olahraga dari mulai sepak bola, basket, hingga MotoGP, yuk gabung channel Whatsapp official Yuk Sports DI SINI!

Related News

0 Komentar
Lihat Komentar Lainnya
Ads
Loading...
Tunggu Sebentar...