Tren kemenangan beruntun Manchester United di bawah asuhan manajer interim Michael Carrick akhirnya terhenti di London Stadium. Meski Benjamin Sesko berhasil mencetak gol penyama kedudukan yang dramatis di masa injury time untuk memaksakan hasil imbang 1-1 melawan West Ham United, Carrick mengaku merasa sedikit frustrasi dengan performa anak asuhnya.

Ini merupakan pertama kalinya United gagal meraih poin penuh sejak Carrick mengambil alih kursi kepelatihan dari Ruben Amorim pada Januari lalu. Sebelumnya, mantan gelandang ikonik Setan Merah tersebut sukses membawa tim menyapu bersih kemenangan melawan rival berat seperti Manchester City, Arsenal, Fulham, dan Tottenham Hotspur.

Bukan Performa Terbaik

Berbicara usai laga, Carrick tidak menutupi ketidakpuasannya terhadap kurangnya ketajaman dan energi timnya sepanjang 90 menit. 

Baca juga: Harry Maguire Puji Fleksibilitas Taktik Man United Bersama Michael Carrick

Manchester United terlihat kesulitan membongkar pertahanan disiplin skuad asuhan Nuno Espirito Santo, terutama setelah Tomas Soucek membawa tuan rumah unggul lebih dulu di awal babak kedua.

“Kami baik-baik saja. Saya rasa kami sedikit kecewa. Kami jelas tidak dalam performa terbaik,” kata Carrick. 

“Kami sudah memainkan lima pertandingan sekarang, dan kami berada di level yang sangat bagus. Ini tempat yang sulit untuk didatangi, mereka mempersulit, dan kami tidak cukup tajam atau bersemangat untuk menemukan solusi.”

Meski begitu, Carrick melihat sisi positif dari suasana muram di ruang ganti pemainnya. “Tapi pada akhirnya, pujian besar untuk para pemain, semangat mereka terlihat lagi dalam gol di menit-menit akhir, dan saat kami membutuhkannya. Itu adalah kualitas yang hebat. Jadi, kami akan menerima satu poin dan kami akan melanjutkan,” tambahnya.

Penyelamatan Dramatis Benjamin Sesko

Keputusan Carrick untuk memasukkan Benjamin Sesko di menit ke-69 menggantikan Matheus Cunha terbukti menjadi langkah jenius. 

Striker asal Slovenia tersebut berhasil menyambut umpan silang Bryan Mbeumo dengan penyelesaian dingin di menit-menit akhir pertandingan.

Gol tersebut tidak hanya menyelamatkan satu poin penting bagi United dalam persaingan empat besar, tetapi juga menjaga rekor tak terkalahkan Carrick selama menjabat sebagai manajer interim.

“Penyelesaian yang fantastis. Dia melakukannya lagi, ini penting. Penting bagi kami untuk mengerahkan semua kemampuan di akhir pertandingan dan memiliki banyak penyerang di lapangan,” ujar Carrick.

“Sejujurnya, kami mungkin bisa mengirimkan beberapa bola lagi ke dalam kotak penalti, dengan pemain yang kami miliki. Josh [Zirkzee] memiliki peluang yang melenceng, dan penyelesaian yang bagus dari Benji. Jadi, senang sekali untuknya lagi, gol besar lainnya untuknya, dan langkah yang baik.”

Baca juga: Efek Instan Carrick: Shaw Ungkap Rahasia Kebangkitan Manchester United

“Ada semangat yang membangkitkan gairah saat mencetak gol di menit-menit akhir dan Anda tahu Anda mampu mencetak gol di menit-menit akhir. Sangat bagus untuk memilikinya jika dibutuhkan. Mudah-mudahan, kita bisa menyelesaikan pertandingan lebih cepat dan meraih poin di pertandingan berikutnya.”

Tantangan Selanjutnya

Hasil imbang ini membuat United tetap berada di posisi keempat, namun sekaligus menjadi pengingat bagi mereka yang mendesak agar Carrick segera dipermanenkan. 

Dengan 13 hari tersisa sebelum pertandingan berikutnya melawan Everton pada 24 Februari, sang manajer interim memiliki banyak waktu untuk membedah mengapa timnya menemui jalan buntu di London Timur.

Semangat di Old Trafford mungkin telah kembali, namun Michael Carrick tahu bahwa untuk menjaga posisi di empat besar, United harus menemukan cara untuk menang saat permainan sedang sulit, bukan hanya saat mereka tampil spektakuler.

Buat kamu yang gak mau ketinggalan berita-berita menarik serta trivia unik seputar olahraga dari mulai sepak bola, basket, hingga MotoGP, yuk gabung channel Whatsapp official Yuk Sports DI SINI!