Stadion Diego Armando Maradona menjadi saksi bisu kemarahan Antonio Conte yang meledak-ledak. Setelah Napoli dipastikan tersingkir dari Coppa Italia lewat drama adu penalti melawan tim kejutan musim ini, Como, sang allenatore tidak menahan diri untuk mengkritik kinerja wasit sekaligus meratapi kondisi skuadnya yang kian menipis.

Kekalahan 6-7 dalam adu tos-tosan setelah bermain imbang 1-1 di waktu normal memang menyakitkan, namun bagi Conte, insiden pada menit ke-49 adalah titik didihnya. Pelatih berusia 56 tahun itu terlihat murka di pinggir lapangan setelah Jacobo Ramon tidak dijatuhi kartu kuning kedua meski tampak jelas melanggar Rasmus Hojlund di pinggir kotak penalti.

Kemarahan Soal Wasit

Dalam sesi wawancara pascapertandingan yang emosional, Conte secara terbuka mempertanyakan standar keadilan di atas lapangan. Ia merasa Napoli dirugikan oleh keputusan-keputusan yang dianggapnya tidak konsisten.

Baca juga: Coppa Italia: Como Menuju Semifinal usai Singkirkan Napoli Lewat Adu Penalti

“Jangan selalu membicarakan wasit, karena akan selalu ada yang mengeluh,” kata Conte kepada Sport Mediaset ketika ditanya langsung tentang keputusan-keputusan tersebut.

“Ini jelas bukan musim yang baik untuk wasit dan VAR, saya harap mereka dapat menemukan sesuatu yang akan memperbaiki situasi. Faktanya, semua orang mengeluh, pelatih, pemain, dan penggemar, jadi olahraga ini perlu meningkatkan dan memperbaiki diri, karena sama seperti kita meningkatkan tim kita, Rocchi harus meningkatkan wasit dan petugas VAR-nya.

“Ini tidak baik untuk sepak bola, ini tidak baik untuk kita.”

Kemarahan Conte ini bukanlah yang pertama dalam beberapa pekan terakhir, namun kekalahan di tangan skuad asuhan Cesc Fabregas ini tampaknya menjadi puncak dari akumulasi rasa frustrasinya terhadap perangkat pertandingan.

Badai Cedera Napoli

Meski wasit menjadi sasaran amarahnya, Conte mengakui bahwa musuh terbesar Napoli saat ini bukanlah lawan di lapangan, melainkan ruang medis. 

Badai cedera telah melumpuhkan kekuatan utama I Partenopei, termasuk kehilangan pilar kunci seperti Scott McTominay.

“Saya memberikan pujian kepada para pemain, karena tentu saja tidak mudah menghadapi tim Como yang memiliki skuad lengkap dan telah beristirahat selama 10 hari,” lanjut Conte.

“Kami baru saja menjalani pertandingan melawan Genoa tiga hari lalu, yang berakhir dengan 10 pemain dan kehilangan satu pemain lagi karena cedera, karena Scott McTominay sangat penting bagi kami.”

Baca juga: Demi Kembali ke Napoli, Lorenzo Insigne Rela Main Tak Digaji

Optimisme di Tengah Badai

Namun, di balik semua amarah dan keluhannya, Conte menutup pernyataannya dengan sebuah pembelaan yang kuat terhadap perjalanan timnya sejauh ini.

“Saya hanya bisa memuji para pemain ini, karena kami melampaui potensi kami saat ini. Kami memiliki sumber daya yang sangat terbatas, yang sama sekali tidak sesuai dengan ambisi yang seharusnya kami miliki untuk musim ini,” jelas Conte.

“Meskipun demikian, para pemain tampil luar biasa. Como akan melaju ke semifinal, kami memenangkan Supercoppa Italiana dan Scudetto dalam satu setengah tahun terakhir. Ini mengecewakan, karena ada tahun-tahun di mana Anda ingin melakukan lebih banyak, tetapi mengingat skuad yang kami miliki saat ini, pelatih mana pun akan kesulitan.”

Kegagalan di Coppa Italia ini memastikan Como melaju ke semifinal untuk menghadapi Inter Milan, sementara Antonio Conte kini harus segera memutar otak untuk menjaga napas Napoli di sisa kompetisi liga dengan sisa tenaga yang ada.

Buat kamu yang gak mau ketinggalan berita-berita menarik serta trivia unik seputar olahraga dari mulai sepak bola, basket, hingga MotoGP, yuk gabung channel Whatsapp official Yuk Sports DI SINI!