Spurs Makin Tertekan, Frank: Bukan Cuma Salah Manajer
Berdiri di pinggir lapangan Stadion Tottenham Hotspur pada Rabu dini hari WIB, Thomas Frank tampak seperti pria yang sedang menahan beban seluruh London Utara di pundaknya. Saat peluit panjang berbunyi menandakan kekalahan 1-2 dari Newcastle United, orkestra ejekan dari tribun penonton seolah menegaskan satu hal: kesabaran penggemar telah habis.
Namun, di ruang konferensi pers yang dingin beberapa saat kemudian, pria asal Denmark itu tidak menunjukkan tanda-tanda akan menyerah. Frank menegaskan bahwa ia masih memiliki dukungan penuh dari jajaran direksi klub dan bersikeras bahwa masalah yang melanda Tottenham saat ini jauh lebih kompleks daripada sekadar siapa yang duduk di kursi manajer.
Angka yang Mengkhawatirkan
Sulit untuk mengabaikan statistik yang membayangi kepemimpinan Frank. Tottenham kini terdampar di peringkat ke-16 klasemen Premier League, hanya berjarak lima poin dari zona degradasi.
Baca juga: Terancam Degradasi, Frank Akui Spurs Harus Akhiri Tren Negatif Premier League
Catatan buruk Tottenham musim ini yaitu hanya meraih dua kemenangan dalam 17 laga liga terakhir. Selain itu, tim asal London Utara ini juga belum sekalipun mencicipi tiga poin di Premier League sepanjang tahun kalender 2026.
Frank kini mencatatkan persentase kemenangan terendah bagi manajer Spurs di era Premier League dengan hanya 26,9%.
Masalah Ini Berakar Lebih Dalam
Menghadapi pertanyaan tajam mengenai masa depannya, Frank justru menunjuk pada isu sistemik di dalam klub dan yakin pantas untuk bertahan di kursi pelatih.
“Saya mengerti pertanyaannya dan saya mengerti mudah untuk menyalahkan saya, tetapi saya juga berpikir bahwa ini bukan hanya tentang pelatih kepala, pemilik, direktur, pemain, atau staf. Ini tentang semua orang,” kata Frank.
“Seberapa yakin saya bahwa saya adalah orang yang tepat untuk pekerjaan ini? 1.000% yakin. Saya juga 1.000% yakin bahwa saya tidak pernah menyangka kita akan berada dalam situasi seperti ini dengan 10 atau 11 pemain cedera. Tetapi saya tahu ketika Anda perlu membangun sesuatu dan perlu melewati berbagai hal, Anda perlu menunjukkan ketahanan yang luar biasa kuat. Anda perlu tetap tenang dan terus maju.”
Frank merujuk pada badai cedera yang tidak masuk akal, dengan 11 hingga 12 pemain utama, termasuk bintang-bintang seperti James Maddison dan Dejan Kulusevski, yang absen dalam jangka panjang. Ia juga menyinggung fase transisi budaya klub pasca-kepergian Daniel Levy dari peran eksekutif utama, yang menurutnya membutuhkan waktu lebih dari sekadar perbaikan instan.
“Saya memahami mekanisme dalam sepak bola [untuk memecat manajer], tidak diragukan lagi, tetapi ada banyak penelitian yang [menunjukkan] bahwa itu bukanlah hal yang tepat untuk dilakukan. Saya tahu itu satu-satunya langkah yang mereka [dewan direksi] miliki, tetapi ada juga banyak situasi di mana itu bukanlah hal yang tepat untuk dilakukan.”
Baca juga: Frank Bela Romero, Pertahankan Sebagai Kapten usai Kartu Merah Lawan MU
Dukungan dari Petinggi Spurs
Meski spekulasi mengenai kembalinya Mauricio Pochettino atau penunjukan manajer interim terus menguat di media sosial, Frank mengaku telah berbicara dengan pemilik klub sesaat sebelum laga melawan Newcastle. Dari pembicaraan tersebut, ia merasa yakin posisinya masih aman untuk saat ini.
Namun, dunia sepak bola tahu bahwa dukungan dewan direksi seringkali bersifat sementara. Dengan laga North London Derby melawan pemuncak klasemen Arsenal yang sudah di depan mata, waktu bagi Frank untuk membuktikan ucapannya kian menipis.
Mampukah Frank membalikkan keadaan dengan skuad yang pincang? Ataukah argumennya mengenai masalah yang lebih dalam hanya akan dianggap sebagai alasan sebelum surat pemecatan tiba?
Satu hal yang pasti, Tottenham sedang berada dalam mode bertahan hidup. Jika Frank tidak segera membuahkan poin, Emirates Stadium bisa jadi akan menjadi saksi jatuhnya salah satu raksasa London ke jurang yang lebih gelap.
Laga melawan Arsenal pekan depan bukan lagi sekadar gengsi, melainkan penentu apakah argumen Thomas Frank masih layak dipercaya oleh dewan direksi Tottenham.