Arsenal Disebut Membosankan, Mikel Santai Balas Kritik Scholes
Manajer Arsenal, Mikel Arteta, menanggapi dengan tawa komentar pedas legenda Manchester United, Paul Scholes, yang menyebut The Gunners sebagai tim paling membosankan yang berpotensi menjuarai Premier League. Alih-alih terpancing emosi, Arteta justru menegaskan bahwa di mata dunia, pasukannya adalah salah satu unit tempur paling menarik untuk ditonton.
Perdebatan ini mencuat setelah Scholes melontarkan opini bahwa gaya main Arsenal musim 2025-26 terlalu pragmatis dan kurang memiliki kreativitas yang menghibur, meski mereka saat ini kokoh di puncak klasemen.
Perbedaan Persepsi
Dalam konferensi pers jelang laga penentuan semifinal Carabao Cup melawan Chelsea, Arteta tampak sangat santai saat ditanya mengenai komentar Scholes.
Baca juga: Arteta Desak Arsenal Tetap Tenang di Tengah Tekanan Perburuan Gelar
Bagi manajer asal Spanyol tersebut, efisiensi dan ketangguhan pertahanan timnya seringkali disalahartikan sebagai permainan yang membosankan.
“Saya mendengar hal yang sepenuhnya berlawanan: di seluruh Eropa dikatakan bahwa kami adalah tim paling menarik di Eropa – gol terbanyak, clean sheet terbanyak,” kata sang manajer. “Mungkin saya memiliki sumber yang berbeda.”
Ketika ditanya mengapa ada perbedaan pandangan yang begitu besar di dalam dan luar negeri, Arteta berkata: “Saya tidak tahu siapa orangnya. Kirimkan saya nama, alamat, dan emailnya, dan mungkin kita bisa berbicara, tetapi saya tidak bisa memberi Anda daftar lengkap semua orang.”
Fakta di Balik Dominasi
Kritik Scholes tampaknya didasari pada ketergantungan Arsenal pada situasi bola mati dan pertahanan yang sangat disiplin saat menghadapi lawan besar.
Namun, fakta di lapangan menunjukkan bahwa Arsenal memimpin liga dalam hampir semua metrik ofensif dan defensif.
Hingga pekan ke-24, mereka tidak hanya mengoleksi poin terbanyak, tetapi juga menjadi tim kedua dengan produktivitas gol tertinggi sekaligus pertahanan paling rapat di Premier League.
Selain itu, Arsenal juga memuncaki klasemen fase liga Champions League dengan 8 kemenangan dari 8 pertandingan. The Gunners menjadi tim dengan gol terbanyak dan kebobolan paling sedikit sepanjang fase liga.
Sejauh ini, Arsenal memang bertransformasi menjadi mesin kemenangan yang sangat klinis. Dengan duet lini tengah yang solid dan lini belakang yang dipimpin William Saliba dan Gabriel Magalhães, Arteta berhasil menciptakan keseimbangan yang sulit ditembus oleh lawan-lawannya, baik di kompetisi domestik maupun kancah Eropa.
Baca juga: Odegaard Tegaskan Luka Masa Lalu Jadi Amunisi Arsenal
Fokus Menuju Wembley
Bagi Arteta, fokus utamanya bukanlah memenangkan hati para pengamat, melainkan membawa trofi kembali ke Emirates Stadium. Dengan leg kedua melawan Chelsea yang sudah di depan mata, ia ingin timnya membuktikan kualitas mereka di lapangan, bukan melalui adu argumen di media.
“Yang terpenting adalah menyatukan tim, para pemain, dan semua pendukung kami untuk menikmati momen itu,” katanya.
“Itulah yang benar-benar memotivasi saya. [Memenangkan trofi] adalah siklus yang ingin Anda ulangi terus-menerus, dan kami masih harus melakukannya, dan beberapa dari mereka belum pernah melakukannya, jadi ini selalu pertama kalinya. Saya pikir kelompok ini benar-benar yakin bahwa kami memiliki kemampuan untuk melakukannya.”