Manajer Arsenal, Mikel Arteta, bergerak cepat untuk meredam kecemasan di ruang ganti setelah rentetan hasil mengecewakan mengancam posisi mereka di puncak klasemen. Berbicara menjelang laga tandang krusial melawan Leeds United, Sabtu (31/1/2026), Arteta menegaskan pentingnya bagi para pemain untuk tetap membumi dan tidak membiarkan tren tanpa kemenangan dalam tiga laga terakhir merusak mentalitas tim.

The Gunners saat ini sedang menavigasi periode paling sulit dalam musim 2025-26 mereka. Setelah ditahan imbang tanpa gol oleh Liverpool dan Nottingham Forest, rekor tak terkalahkan Arsenal di kandang musim ini akhirnya runtuh di tangan Manchester United asuhan Michael Carrick dengan skor 3-2 akhir pekan lalu. Hasil ini membuat keunggulan Arsenal di puncak klasemen terpangkas menjadi hanya empat poin dari kejaran Manchester City dan Aston Villa.

Membawa Optimisme di Tengah Krisis

Meski performa tim sedang menurun di kompetisi domestik, Arteta menolak untuk menekan tombol panik. 

Baginya, posisi Arsenal saat ini masih merupakan pencapaian yang luar biasa jika melihat sejarah panjang klub dalam dua dekade terakhir.

Baca juga: Inggris Dominan, Inilah Daftar Tim yang Lolos ke Fase Gugur Liga Champions 2025-26

Arteta mengakui bahwa para pemainnya merasa terpukul setelah kekalahan dari United karena standar tinggi yang mereka tetapkan sendiri. Namun, ia menekankan bahwa pencarian menuju keunggulan memerlukan ketenangan, bukan reaksi berlebihan.

"Ini tentang memahami di mana Anda berada," kata. “Tentu saja, ketika Anda kalah dalam pertandingan, Anda memiliki banyak perasaan, terutama kelompok pemain ini karena mereka sangat kompetitif. Mereka mencari keunggulan dan ketika Anda tidak mencapainya, Anda mengajukan pertanyaan, dan kami melakukan itu.”

"Peran saya di sana adalah untuk membawa optimisme dan realita tentang di mana kita berada. Klub kami memiliki sejarah yang sangat panjang dan untuk menemukan posisi kita di bulan Februari, itu sulit ditemukan."

Mengejar Sejarah 2003-04

Tekanan untuk mengakhiri puasa gelar liga selama 22 tahun sangat terasa di London Utara. 

Terakhir kali Arsenal mengangkat trofi Premier League adalah saat skuad "The Invincibles" asuhan Arsène Wenger mencatat sejarah pada musim 2003-04.

Untuk menjaga impian itu tetap hidup, Arteta meminta pasukannya bermain dengan kebebasan dan kegembiraan daripada terbebani oleh ekspektasi. 

“Mereka perlu memahami dan merasakan bahwa kita selalu mendukung mereka, bahwa saya terutama bertanggung jawab atas hal itu, dan bahwa mereka terus bermain dengan kebebasan itu, dengan kegembiaraan itu seperti yang saya bahas beberapa hari yang lalu,” tegas Arteta.

Baca juga: Odegaard Tegaskan Luka Masa Lalu Jadi Amunisi Arsenal

Kabar baik bagi tim adalah kembalinya William Saliba dan Jurrien Timber ke dalam skuad setelah sempat diistirahatkan dalam

tengah pekan lalu. Dengan kembalinya pilar pertahanan tersebut, Arteta berharap Arsenal bisa kembali mencatatkan clean sheet yang menjadi identitas mereka musim ini.

Tantangan di Elland Road

Lawan Arsenal berikutnya, Leeds United, bukanlah tim yang bisa diremehkan. Meski sempat dibantai 5-0 oleh Arsenal pada pertemuan pertama di bulan Agustus, Leeds telah bertransformasi menjadi tim yang sulit dikalahkan, hanya kalah sekali dalam 11 laga terakhir mereka di semua kompetisi.

Bagi Arteta, laga ini adalah tentang membuktikan karakter. "Kami harus memastikan perjalanan ini tetap indah karena apa yang ada di depan mata kami sangat besar. Setiap orang harus menjadi bagian dari ini dengan energi positif dan optimisme," pungkasnya.

“Kami perlu memastikan bahwa perjalanan itu indah karena apa yang ada di depan sangat hebat,” ujar Arteta.

“Semua orang harus menjadi bagian dari itu, tetapi dengan akal sehat, humor yang baik, optimisme yang baik, dan menantikannya.”

Buat kamu yang gak mau ketinggalan berita-berita menarik serta trivia unik seputar olahraga dari mulai sepak bola, basket, hingga MotoGP, yuk gabung channel Whatsapp official Yuk Sports DI SINI!