Pelatih kepala Chelsea, Liam Rosenior, meyakini bahwa silsilah klubnya dalam pertandingan krusial akan menjadi faktor penentu saat The Blues berupaya membalikkan defisit 3-2 melawan Arsenal dalam leg kedua semifinal Carabao Cup malam ini.

Meski tiba di Stadion Emirates dengan ketertinggalan satu gol secara agregat, Rosenior tampak sangat tenang dalam konferensi pers pra-pertandingan. Pelatih berusia 41 tahun tersebut, yang telah mengubah Chelsea menjadi mesin pemenang sejak kepindahannya yang profil tinggi dari Strasbourg, menegaskan bahwa sejarah kesuksesan klub baru-baru ini memberi mereka keunggulan psikologis atas skuad asuhan Mikel Arteta.

“Para pemain saya, saya melihat contoh seperti Enzo Fernandez, yang telah memenangkan Piala Dunia, dan tim yang memenangkan dua trofi tahun lalu,” kata Rosenior. “Mereka bisa bermain di pertandingan besar, mereka bisa tampil di pertandingan besar, dan pertandingan hari Selasa nanti jelas merupakan pertandingan besar.”

Pertempuran di London Utara

Arsenal, yang saat ini memimpin klasemen Premier League dan Liga Champions, terlihat hampir tidak tersentuh musim ini. 

Baca juga: Akhir dari Masa Pengasingan, Sterling dan Chelsea Sepakat Putuskan Kontrak

Namun, Rosenior dengan cepat menunjukkan perbedaan dalam koleksi trofi terbaru. Sementara Chelsea mengamankan UEFA Conference League dan Piala Dunia Antarklub FIFA tahun lalu, lemari trofi Arsenal belum diperbarui sejak kemenangan FA Cup mereka pada tahun 2020.

‘Saya tidak akan berbicara tentang apa yang telah atau belum dilakukan Arsenal atau Mikel Arteta,” tambahnya.

“Itu bukan urusan saya. Yang menjadi perhatian saya adalah istirahat. Ini adalah pekan dengan tiga pertandingan lagi. Kita perlu memulihkan diri. Pertandingan hari Selasa nanti akan sangat menguras fisik. Kita lihat saja nanti. Kita akan bermain sesuai gaya permainan kita.”

“Kenyataannya adalah Arsenal difavoritkan untuk memenangkan pertandingan ini. Mereka unggul satu gol dan bermain di kandang, jadi mereka berharap bisa lolos. Kita perlu membawa permainan ini sejauh dan sedalam mungkin, dan semoga babak kedua akan sangat penting untuk membalikkan keadaan.”

Adu Taktik dan Kondisi Skuad

Chelsea menunjukkan mentalitas untuk bangkit dari ketertinggalan, menyusul kemenangan dramatis 3-2 atas West Ham di mana mereka bangkit dari ketertinggalan dua gol saat turun minum. 

Kemenangan itu adalah yang kelima berturut-turut, sebuah tren positif yang membuat The Blues kembali merangsek ke persaingan empat besar.

Namun, skuad Rosenior sedang pincang. The Blues akan tampil tanpa Jamie Bynoe-Gittens yang cedera, sementara bintang muda Estêvão Willian masih absen karena urusan keluarga. 

Beban serangan akan sangat bergantung pada Alejandro Garnacho, yang dua golnya di leg pertama menjaga asa Wembley bagi Chelsea tetap hidup.

Baca juga: Napoli Gugur di UCL usai Kalah 2-3 dari Chelsea

Faktor Arteta

Bagi Mikel Arteta, malam ini merupakan kesempatan untuk memutus kutukan semifinal yang membuat The Gunners kalah dalam empat laga dua leg berturut-turut. Meski unggul 3-2, absennya Mikel Merino dan Bukayo Saka memberikan celah bagi Chelsea untuk melakukan membalikkan kedudukan di Emirates.

Saat hujan London membasahi rumput Emirates malam ini, kita akan melihat apakah keyakinan Rosenior pada DNA Chelsea terbukti benar, atau apakah pemimpin liga asuhan Arteta akhirnya siap menerjemahkan dominasi domestik mereka menjadi trofi yang nyata.

Buat kamu yang gak mau ketinggalan berita-berita menarik serta trivia unik seputar olahraga dari mulai sepak bola, basket, hingga MotoGP, yuk gabung channel Whatsapp official Yuk Sports DI SINI!