Emil Audero Kena Petasan, Presiden Inter Milan Geram
Presiden Inter Milan, Giuseppe Marotta, mengeluarkan pernyataan keras menyusul insiden memalukan yang menimpa kiper Cremonese, Emil Audero, dalam laga lanjutan Serie A pada Minggu malam. Meski Nerazzurri berhasil membawa pulang kemenangan 2-0, fokus pascapertandingan beralih sepenuhnya pada masalah keamanan pemain.
Kejadian tersebut bermula di awal babak kedua ketika sebuah benda yang dilaporkan sebagai flare atau petasan dilemparkan dari tribun pendukung tamu ke arah gawang Audero. Benda tersebut meledak di dekat kiper tim nasional Indonesia itu, menyebabkannya terjatuh dan memerlukan perawatan medis intensif sebelum akhirnya mampu melanjutkan pertandingan.
Marotta Kecam Insiden Flare
Berbicara kepada media tak lama setelah peluit panjang berbunyi, Marotta tidak menyembunyikan amarahnya. Baginya, tindakan segelintir oknum suporter tersebut telah menodai kerja keras tim di lapangan dan mencoreng nama baik klub.
Baca juga: Bungkam Cremonese 2-1, Inter Milan Kokoh di Puncak
“Situasi yang belum pernah saya alami selama bertahun-tahun dalam karier saya. Itu tindakan sensasional atas nama anti-sportivitas. Saya tahu pihak berwenang sedang melakukan penyelidikan,” kata Marotta kepada Sky Sports Italia.
“Mungkin ini insiden terisolasi, kami menunggu hasil penyelidikan, tetapi kami berpikir sama seperti semua penggemar. Kita memiliki kewajiban untuk menciptakan budaya dan mencegah situasi seperti ini. Kami mengutuk insiden luar biasa ini.”
“Kami juga ingin berterima kasih kepada Audero atas profesionalismenya, karena sebagai hasilnya, pertandingan ini dapat dimainkan hingga selesai.”
Lautaro Martinez Sampaikan Simpati
Kapten Inter, Lautaro Martinez, juga terlihat langsung menghampiri Audero di tengah laga untuk memberikan dukungan moral dan meminta maaf atas perilaku oknum suporternya. Sikap Lautaro ini mendapat pujian luas sebagai bentuk solidaritas antar-pemain di tengah ketegangan laga.
Audero sendiri, meski terlihat terguncang akibat ledakan di dekatnya, menunjukkan profesionalisme tinggi dengan tetap berdiri di bawah mistar hingga laga berakhir. Beruntung, laporan tim medis menunjukkan sang kiper tidak mengalami cedera serius yang permanen.
“Hal-hal seperti ini tidak boleh terjadi,” kata Lautaro kepada DAZN.
“Ada risiko pribadi. Pemain sepak bola juga manusia. Kami menampilkan pertunjukan yang ditonton di seluruh dunia, jadi kami harus berhati-hati dengan hal-hal seperti ini.”
Baca juga: Juventus Mengamuk, Lumat Cremonese Lima Gol Tanpa Balas
“Kami meminta maaf kepada Audero, yang merupakan pemenang bersama kami ketika kami meraih bintang kedua, dan kami meminta maaf kepada semua penggemar Cremona. Hal-hal seperti ini tidak boleh terjadi.”
Terlepas dari kericuhan di tribun, Inter Milan tampil klinis di Stadion Giovanni Zini. Kemenangan ini memastikan posisi mereka tetap kokoh di puncak klasemen sementara Serie A musim 2025-26, menjaga jarak aman dari kejaran AC Milan dan Napoli.
Respons Audero
Meskipun kembang api meledak tepat di sebelah kiper, meninggalkan luka dan bekas terbakar yang terlihat di kakinya, ia mampu melanjutkan pertandingan.
Audero ingin mengirimkan pesan video melalui media sosial resmi klub. “Halo semuanya, ini hanya pesan untuk berterima kasih kepada semua orang yang menulis kepada saya untuk menanyakan kabar saya. Saya baik-baik saja, meskipun saya merasakan sakit yang hebat di telinga dan sensasi terbakar di lutut saya,” jelas sang penjaga gawang,” katanya.
“Saya berhasil berlatih hari ini dan merasa lega, karena setelah melihat rekamannya, itu bisa jauh lebih buruk. Saya senang semuanya berjalan lancar, meskipun demikian.”
“Sayangnya, hal-hal seperti ini masih terjadi, tetapi saya berharap hal ini akan berhenti di masa mendatang. Saya berterima kasih kepada semua orang yang menulis kepada saya dan mengirimkan pelukan.”