Tuchel Puji Perjuangan Heroik 10 Pemain Inggris Bekuk Meksiko di Azteca

Tuchel Puji Perjuangan Heroik 10 Pemain Inggris Bekuk Meksiko di Azteca
6/07/2026 - 16:58 WIB
18

Manajer Inggris, Thomas Tuchel, memuji habis-habisan mentalitas para pemainnya setelah 10 pemain The Three Lions berhasil meredam badai serangan di babak kedua untuk menumbangkan tuan rumah Meksiko 3-2 di Stadion Azteca, sekaligus mengunci tiket ke perempat final Piala Dunia 2026.

Dalam laga yang akan langsung dikenang sebagai salah satu duel fase gugur paling ikonik di Piala Dunia, Inggris awalnya tampak memegang kendali penuh berkat dua gol kilat Jude Bellingham dan penalti klinis Harry Kane. Namun, kartu merah langsung yang diterima bek muda Jarell Quansah pada menit ke-54 mengubah pertandingan menjadi medan perang taktis. Menghadapi gempuran tanpa henti dari Meksiko dan gemuruh luar biasa dari suporter tuan rumah, taktik bertahan kelas atas yang dirancang Tuchel sukses membawa Inggris bertahan melewati 11 menit tambahan waktu yang menegangkan demi memesan tempat di babak delapan besar melawan Norwegia.

"Laga Ikonik di Stadion yang Ikonik"

Berbicara di lorong Stadion Azteca dengan wajah yang tampak lelah namun penuh rasa bangga, Tuchel tidak bisa menyembunyikan kekagumannya atas cara anak asuhnya mengatasi tekanan hebat tersebut.

“Saya sangat bangga,” katanya. “Kami membutuhkan segalanya. Itu sangat sulit.

“Pada saat-saat kami pikir kami bisa mendapatkan momentum, kami mengalami kemunduran. Itulah mentalitas yang tepat. Tim ini benar-benar serius. Ketika keadaan menjadi sulit, mereka tidak pernah menyerah, mereka tidak pernah kehilangan kepercayaan. Ini adalah satu langkah lebih maju.

Baca juga: 10 Pemain Inggris Bungkam Meksiko 3-2 di Estadio Azteca

“Kita perlu menerima ini. Ini Azteca, ini Meksiko, pertandingan yang gila. Kami memberikan segalanya di sana, setiap orang dari kami. Kita perlu menerima ini, sekarang saatnya untuk terus maju.

“Jika sebuah tim memiliki semangat dan keyakinan, hanya dengan tekad yang kuat. Saya tidak bisa berkata-kata, pertandingan ikonik di stadion ikonik dan kami mengatasi begitu banyak kesulitan hari ini. Pujian setinggi-tingginya, sangat bangga.”

Pelatih asal Jerman tersebut, yang didatangkan oleh FA dengan target tunggal untuk memenangkan Piala Dunia 2026, membuktikan kelas dunianya saat taruhan taktis berada di titik tertinggi.

Perubahan Taktik Gemilang

Pertandingan awalnya berjalan persis seperti cetak biru yang disiapkan Tuchel. Bermain dengan pendekatan cerdas untuk meredam agresivitas awal Meksiko, Inggris mencetak dua gol dalam dua menit. Umpan silang akurat Bukayo Saka disambut oleh Bellingham untuk gol pembuka pada menit ke-36, sebelum bintang Real Madrid itu menggandakan keunggulan semenit kemudian lewat skema transisi cepat.

Meskipun Julián Quiñones sempat memperkecil ketertinggalan El Tri sebelum jeda, ujian mental sesungguhnya bagi Inggris baru datang sepuluh menit memasuki babak kedua. Tekel keras Quansah terhadap Jesús Gallardo langsung dihadiahi kartu merah oleh wasit setelah peninjauan VAR.

Tuchel bergerak cepat. Ia mengorbankan penyerang demi merestrukturisasi formasi. Bahkan setelah penalti Harry Kane berhasil dibalas oleh eksekutor penalti Meksiko, Raúl Jiménez, yang mengubah skor menjadi 3-2, Tuchel langsung mengunci pertahanan timnya. Berubah ke formasi lima bek yang rapat, memasukkan Dan Burn untuk menyapu bola-bola udara, dan memanfaatkan jeda minum untuk memberikan instruksi taktis, Tuchel sukses mematikan total bom udara Meksiko.

“Semua orang kelelahan; semua orang tahu bahwa itu adalah pertandingan sepak bola yang gila dalam suasana yang gila,” tambah Tuchel. “Kami menghadapi segala rintangan. Semuanya berlawanan dengan kami dan kami menolak untuk menyerah.

Baca juga: Gara-Gara FIFA, Tuchel Sebut Inggris Dirugikan Lawan Meksiko di Azteca

“Saya pikir kami bisa bermain jauh lebih baik; ada banyak hal yang bisa kami perbaiki. Masih ada kesenjangan antara kami dan versi terbaik dari diri kami yang saya lihat, dengan apa yang sebenarnya kami tampilkan di lapangan dalam hal performa sepak bola, penguasaan bola, dan menemukan ruang.

“Masih ada kesenjangan, tetapi tidak ada kesenjangan dalam komitmen dan melakukan apa yang dibutuhkan untuk mengatasi apa pun yang menghadang tim ini; ini adalah tim yang benar-benar bisa dibanggakan oleh semua orang.”

Kabar Buruk: Henderson Dilarikan ke Rumah Sakit

Meskipun kemenangan ini bersejarah, malam itu berakhir dengan sedikit kabar duka bagi kubu Inggris. Tuchel mengonfirmasi bahwa gelandang veteran Jordan Henderson mengalami cedera pergelangan tangan yang cukup serius saat merayakan kemenangan setelah pertandingan, dan harus segera dilarikan ke rumah sakit setempat di Mexico City.

"Saya juga memiliki perasaan campur aduk karena saya kelelahan, emosional, dan sedih karena Jordan cedera, terutama pergelangan tangannya," ungkap Tuchel. "Saat ini dia berada di rumah sakit. Ini cedera yang cukup serius. Rasanya tidak pas malam ini Jordan tidak bersama kita."

Dengan absennya Henderson dan sanksi larangan bertanding bagi Quansah, kedalaman skuad Inggris akan diuji berat. Namun, setelah berhasil menaklukkan keangkeran kawah panas Azteca, kemenangan taktis Tuchel ini telah mengubah narasi seputar kepemimpinannya. The Three Lions kini menatap Miami untuk laga perempat final hari Minggu melawan Norwegia, membawa modal keyakinan kolektif bahwa mereka sanggup melewati rintangan apa pun yang menghadang di turnamen ini.

Buat kamu yang gak mau ketinggalan berita-berita menarik serta trivia unik seputar olahraga dari mulai sepak bola, basket, hingga MotoGP, yuk gabung channel Whatsapp official Yuk Sports DI SINI!

Related News

0 Komentar
Lihat Komentar Lainnya
Ads
Loading...
Tunggu Sebentar...