Brasil Gugur, Ancelotti Tolak Mundur dan Janjikan Siklus Baru Seleção

Brasil Gugur, Ancelotti Tolak Mundur dan Janjikan Siklus Baru Seleção
6/07/2026 - 16:26 WIB
20

Pelatih tim nasional Brasil, Carlo Ancelotti, menegaskan bahwa dirinya beserta tim kepelatihannya tidak akan meletakkan jabatan setelah Seleção secara mengejutkan tersingkir dari Piala Dunia 2026. Berbicara usai kekalahan pahit 2-1 dari Norwegia di babak 16 besar, juru taktik kawakan asal Italia tersebut menyatakan komitmennya untuk bertahan demi memulai sebuah siklus baru dalam tubuh juara dunia lima kali itu.

Kekalahan di MetLife Stadium ini menjadi pukulan telak bagi Brasil yang datang sebagai salah satu favorit juara. Hasil minor tersebut sekaligus menandai tersingkirnya Brasil di fase gugur paling awal sejak Piala Dunia 1990 silam.  

Kutukan Eropa dan Penalti yang Gagal

Brasil sebenarnya mengawali laga dengan sangat meyakinkan dan mendominasi penguasaan bola. Skuad asuhan Ancelotti bahkan mendapatkan kesempatan emas untuk unggul pada menit ke-13 setelah peninjauan VAR menghadiahi mereka penalti akibat pelanggaran Kristoffer Ajer terhadap Matheus Cunha. Namun, eksekusi Bruno Guimarães berhasil dibaca dengan sempurna oleh kiper Norwegia, Ørjan Nyland.  

Baca juga: Brace Haaland Hancurkan Brasil, Norwegia Lolos ke Perempat Final Piala Dunia 2026

Kegagalan tersebut harus dibayar sangat mahal pada babak kedua. Penyerang ganas Manchester City, Erling Haaland, menghukum kelengahan lini belakang Brasil dengan mencetak dua gol telat yang mematikan, masing-masing pada menit ke-79 lewat sundulan tajam dan tendangan kaki kiri di menit ke-90.  

Neymar sempat memperkecil kedudukan melalui titik putih pada menit ke-90+10, namun gol tersebut terbukti hanya menjadi hiburan belaka. Brasil pun terpaksa pulang lebih awal dan memperpanjang catatan buruk mereka: menderita tujuh kekalahan beruntun di fase gugur Piala Dunia melawan tim asal Eropa sejak final 2002.  

Bukan Akhir bagi Ancelotti

Kendati gelombang kritik langsung menghantam posisinya, Carlo Ancelotti, yang baru saja menandatangani perpanjangan kontrak hingga 2030 sebelum turnamen dimulai, menolak untuk panik. Ia menegaskan bahwa proyek besarnya bersama Konfederasi Sepak Bola Brasil (CBF) baru saja dimulai.

"Yang ingin saya katakan adalah kita terus melakukan pekerjaan kita dan mencari ide-ide baru," kata Ancelotti usai laga.

"Ini sama seperti yang kita lakukan tahun ini. Ini adalah pengalaman bagi saya, ini hasil yang sangat mengecewakan dan kita semua sangat sedih. Tapi ini adalah tim yang hebat dan saya harus berterima kasih kepada para pemain saya, mereka bekerja sangat keras. Saya rasa kita tidak pantas kalah, tetapi kita harus menerimanya."

Mantan pelatih Real Madrid tersebut justru melihat momentum menyakitkan ini sebagai titik balik untuk melakukan perombakan total di dalam tim.

"Itulah sepak bola, itulah olahraga. Terkadang Anda harus mengatasi kesedihan dan rasa pahit kekalahan. Saya sudah sangat terbiasa dengan itu, tetapi kami akan menerima kekalahan ini dan menggunakannya sebagai bahan bakar untuk siklus baru,” tambahnya.

Baca juga: Redam Ego Jadi Cadangan Brazil, Endrick Sepenuhnya Percaya Ancelotti

"Semua orang sangat sedih, begitu pula para penggemar. Wajar untuk memiliki perasaan seperti itu, tetapi yang harus kita lakukan adalah bereaksi dengan benar."

Rencana Perombakan Lini Tengah

Siklus baru yang dimaksud Ancelotti tampaknya akan langsung menyasar sektor krusial. Dengan pengumuman pensiunnya Neymar dari panggung internasional pasca-turnamen serta usia para gelandang jangkar seperti Casemiro dan Fabinho yang kian menua, regenerasi total menjadi agenda utama yang tak bisa ditunda lagi.

"Kami harus memikirkan masa depan. Sangat jelas bahwa di lini tengah kami harus melakukan penyegaran dan memindahkan beberapa pemain," aku Ancelotti secara terbuka. "Kami membutuhkan talenta muda; kami butuh pemain-pemain berlevel tinggi yang segar untuk masuk ke dalam sistem sepak bola Brasil."

Meski badai kritik dipastikan akan terus mengguncang publik Rio de Janeiro dan São Paulo dalam beberapa pekan ke depan, CBF tampaknya masih akan memberikan kepercayaan penuh bagi Don Carlo untuk memimpin proses transisi besar ini menuju Piala Dunia berikutnya.

Buat kamu yang gak mau ketinggalan berita-berita menarik serta trivia unik seputar olahraga dari mulai sepak bola, basket, hingga MotoGP, yuk gabung channel Whatsapp official Yuk Sports DI SINI!

Related News

0 Komentar
Lihat Komentar Lainnya
Ads
Loading...
Tunggu Sebentar...