Umumkan Pensiun dari Timnas Brasil, Neymar: Ini Sudah Berakhir
Era keemasan yang penuh magis, drama, dan air mata resmi ditutup. Hanya beberapa menit setelah Brasil disingkirkan secara mengejutkan oleh Norwegia dengan skor 2-1 di babak 16 besar Piala Dunia 2026, megabintang Seleção, Neymar Jr., mengumumkan pensiun dari tim nasional Brasil.
Sambil menangis tersedu-sedu di lapangan MetLife Stadium, tempat yang sama di mana ia menandai debut internasionalnya 16 tahun silam, pemain bernomor punggung 10 itu memastikan bahwa perjalanannya mengejar trofi Piala Dunia telah resmi karam untuk selamanya.
"Saya sudah mencoba, saya sudah mencoba segalanya," tutur Neymar. "Semua dimulai di sini, di MetLife Stadium, dan semuanya berakhir di sini juga. Sekarang semuanya sudah berakhir."
Akhir Pahit Sang Pemecah Rekor Pelé
Pengumuman emosional penyerang berusia 34 tahun ini menjadi akhir dari salah satu karier internasional paling memukau sekaligus paling diperdebatkan dalam sejarah sepak bola modern. Neymar meninggalkan seragam kuning auriverde sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang masa timnas putra Brasil dengan torehan 80 gol dari 130 penampilan, melampaui rekor resmi sang raja, Pelé.
Baca juga: Brace Haaland Hancurkan Brasil, Norwegia Lolos ke Perempat Final Piala Dunia 2026
Ironisnya, gol terakhir Neymar lahir di menit ke-90+10 melalui eksekusi penalti yang dingin. Namun, gol tersebut sama sekali tidak berarti apa-apa. Dua gol telat dari bintang lini depan Manchester City, Erling Haaland, pada menit ke-79 dan ke-90 telah lebih dulu mengubur mimpi publik Brasil yang mendambakan gelar juara dunia keenam mereka.
Bagi Neymar, kegagalan di tanah Amerika Utara ini terasa seperti kutukan yang terus berulang. Sejak memimpin Brasil meraih emas Olimpiade Rio 2016 dan Piala Konfederasi 2013, trofi emas Piala Dunia selalu luput dari genggamannya. Mulai dari cedera punggung horor yang membuatnya absen saat kekalahan memalukan melawan Jerman pada semifinal edisi 2014, hingga eliminasi menyakitkan oleh Belgia (2018), Kroasia (2022), dan kini Norwegia (2026).
Ancelotti Hadapi Eksodus Pemain
Kekalahan memalukan ini menasbihkan rekor buruk Brasil yang selalu kalah dalam tujuh laga gugur berturut-turut melawan tim perwakilan Eropa di Piala Dunia, sekaligus menjadi kepulangan paling awal mereka sejak edisi 1990.
Pelatih kepala Brasil, Carlo Ancelotti, mengakui bahwa ruang ganti timnya hancur lebur setelah peluit panjang berbunyi. Kehilangan Neymar juga diyakini akan memicu gelombang pensiun dari para pemain veteran lainnya di tubuh skuad Samba.
Baca juga: Brasil Gugur, Ancelotti Tolak Mundur dan Janjikan Siklus Baru Seleção
"Ini hasil yang sangat mengecewakan dan kami semua sangat sedih. Tapi ini adalah tim yang hebat dan saya harus berterima kasih kepada para pemain saya, mereka bekerja sangat keras,” kata Ancelotti.
“Saya rasa kami tidak pantas kalah, tetapi kami harus menerimanya. Itulah sepak bola, itulah olahraga. Terkadang Anda harus mengatasi kesedihan dan rasa pahit kekalahan."
Neymar kini akan kembali ke Brasil untuk melanjutkan sisa karier klubnya bersama Santos FC. Sementara bagi tim nasional Brasil, kepergian sang nomor 10 menandai awal dari sebuah ketidakpastian besar: mampukah mereka menemukan sosok penyihir baru yang sanggup memikul beban ekspektasi seluruh negeri?