Irak dan RD Kongo Segel Tiket Terakhir Piala Dunia 2026
Teka-teki mengenai siapa pemegang dua tiket terakhir menuju Piala Dunia 2026 akhirnya terjawab. Irak dan Republik Demokratik Kongo (RD Kongo) resmi menyegel tempat di putaran final setelah menumbangkan lawan-lawan mereka dalam laga final playoff antarkonfederasi yang dramatis di Meksiko, Rabu (1/4).
Kemenangan ini sekaligus melengkapi kuota 48 tim yang akan berlaga di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko pada musim panas mendatang. Bagi Irak, ini adalah kembalinya mereka ke panggung dunia setelah penantian panjang selama 40 tahun, sementara bagi RD Kongo, ini adalah sejarah baru di bawah identitas nasional mereka saat ini.
Singa Mesopotamia Mengaum Kembali
Di Estadio BBVA Bancomer, Guadalupe, Irak berhasil menaklukkan wakil Amerika Selatan, Bolivia, dengan skor tipis 2-1. Skuad asuhan Graham Arnold menunjukkan mentalitas baja meskipun persiapan mereka sempat terganggu oleh ketidakpastian logistik akibat konflik di Timur Tengah.
Ali Al-Hamadi membawa Irak unggul cepat pada menit ke-10 lewat sundulan mematikan memanfaatkan sepak pojok Amir Al-Ammari.
Baca juga: Arnold Kecam Format Kualifikasi AFC usai Irak Gagal Lolos Piala Dunia
Meski Bolivia sempat menyamakan kedudukan melalui Moises Paniagua pada menit ke-38, Irak kembali memimpin di babak kedua. Penyerang andalan Aymen Hussein menjadi pahlawan dengan mencetak gol kemenangan pada menit ke-53 setelah memanfaatkan umpan tarik Marko Farji.
“Saya harus mengucapkan selamat kepada para pemain yang bermain dengan mentalitas Irak sejati, berjuang dan mempertaruhkan tubuh mereka, dan itulah mengapa kami memenangkan pertandingan,” kata Arnold, yang membawa negara asalnya, Australia, ke babak 16 besar di Piala Dunia terakhir di Qatar.
“Anda harus memberikan pujian penuh kepada Bolivia, karena mereka bermain bagus. Dan itu semua berkat pertahanan hebat dari para pemain kami, yang mempertaruhkan tubuh mereka seperti yang saya katakan, dan kami bertahan dengan sangat baik dari umpan silang. Itulah mengapa kami memenangkan pertandingan.
“Saya sangat senang bahwa kami telah membuat 46 juta orang bahagia dan terutama dengan apa yang terjadi di Timur Tengah saat ini.”
Drama Perpanjangan Waktu di Guadalajara
Beberapa jam sebelumnya di Estadio Akron, Zapopan, RD Kongo juga memastikan kelolosan mereka dengan mengalahkan Jamaika 1-0. Pertandingan berlangsung sangat sengit dan harus berlanjut hingga babak tambahan waktu setelah kedua tim bermain imbang tanpa gol di waktu normal.
Kebuntuan akhirnya pecah pada menit ke-100. Bek Burnley, Axel Tuanzebe, berhasil menyambar bola liar di depan gawang hasil situasi sepak pojok untuk mencetak gol internasional pertamanya yang sangat krusial.
Ini adalah pertama kalinya negara tersebut lolos ke Piala Dunia sejak tahun 1974, saat mereka masih berkompetisi dengan nama Zaire.
"Kami senang, kami benar-benar gembira," kata striker Cedric Bakambu. "Saat ini, saya rasa kami belum sepenuhnya menyadarinya, tetapi ketika kami kembali ke Kinshasa, itu akan menjadi luar biasa... selamat kepada rekan-rekan setim saya dan kepada semua orang Kongo di seluruh dunia."
Baca juga: Italia Gagal Lolos Piala Dunia Tiga Kali Beruntun usai Kalah Adu Penalti Lawan Bosnia
Peta Persaingan di Putaran Final
Dengan hasil ini, pembagian grup untuk kedua tim juga telah dikonfirmasi. Irak akan bergabung di Grup I bersama raksasa Eropa, Prancis, serta dua tim kuat lainnya, Norwegia dan Senegal.
Sementara itu, RD Kongo masuk ke dalam Grup K yang dihuni oleh Portugal, Kolombia, dan Uzbekistan.
Keberhasilan Irak dan RD Kongo menandai berakhirnya seluruh rangkaian kualifikasi global yang melibatkan lebih dari 200 negara. Kini, dunia sepak bola bersiap menuju upacara pembukaan di Stadion Azteca pada 11 Juni mendatang, di mana 48 tim terbaik akan memperebutkan trofi paling bergengsi di dunia.