Enrique Kecam PSG usai Kalah di Laga Terakhir Sebelum Final Liga Champions
Manajer Paris Saint-Germain, Luis Enrique, tidak dapat menyembunyikan kekecewaannya dan melontarkan kritik tajam atas runtuhnya intensitas permainan pasukannya setelah takluk 1-2 dari rival lokal, Paris FC, pada laga pamungkas musim ini.
Suasana di Stade Jean-Bouin sebenarnya diawali dengan suka cita saat skuad Les Parisiens mengangkat trofi juara liga ke-14 mereka sepanjang sejarah. Luis Enrique bahkan tetap menurunkan sejumlah pilar penting seperti Bradley Barcola, yang sempat membawa PSG unggul lebih dulu di awal babak kedua, dan Ousmane Dembele, yang sayangnya harus ditarik keluar lebih awal karena cedera.
Namun, performa sang juara bertahan perlahan mengendur. Dua gol balasan dari penyerang Paris FC, Alimami Gory, termasuk gol dramatis di masa injury time, memberikan tamparan keras bagi PSG tepat sebelum mereka terbang ke Budapest untuk mempertahankan mahkota Eropa mereka.
Baca juga: PSG Kunci Gelar Juara Ligue 1 Kelima Beruntun di Markas Lens
"Tidak ada hal positif yang bisa dikatakan tentang pertandingan ini," kata Enrique.
"Ketika Anda bermain sepak bola tanpa ambisi atau intensitas, inilah yang Anda harapkan akan terjadi. Saya tahu sebelum pertandingan betapa sulitnya memainkan permainan seperti ini tanpa tujuan, tetapi saya sedikit kecewa."
Ancaman di Fase Krusial
Bagi Luis Enrique, kekalahan dalam laga bertajuk Paris Derby ini merupakan alarm peringatan yang berbunyi di waktu yang tepat.
Mantan pelatih Barcelona tersebut mengakui bahwa menjaga motivasi pemain yang sudah menyegel gelar juara sejak pertengahan pekan lalu merupakan tantangan terbesar yang ia hadapi.
Namun, sang entrenador menolak menjadikannya sebagai alasan bagi performa anak asuhnya yang terkesan malas-malasan menghadapi pressing agresif tim promosi tersebut.
Dua Pekan Menuju Final
Kekalahan ini sekaligus menutup lembaran kompetisi domestik PSG musim ini dengan catatan 76 poin. Tantangan terbesar kini ada di depan mata: Les Parisiens memiliki waktu jeda selama dua pekan sebelum melakoni partai final Liga Champions melawan Arsenal pada 30 Mei mendatang.
Baca juga: Reuni di Final UCL dengan Arteta, Enrique Prediksi Ujian Sulit Lawan Arsenal
Luis Enrique menyebut bahwa akhir musim kali ini terasa lebih rumit dibandingkan tahun lalu, di mana kala itu PSG memiliki jadwal Final Coupe de France yang berfungsi sebagai jembatan alami untuk menjaga ritme kompetitif dan tensi bertanding para pemain.
"Saya pikir para pemain saya perlu mengatasi pertandingan-pertandingan sulit dan tetap termotivasi," tambah manajer asal Spanyol itu.
"Bagian akhir musim akan lebih rumit dari biasanya karena tahun lalu kami bermain di final Piala Prancis dan itu sangat memotivasi kami.
Meski demikian, Luis Enrique menegaskan bahwa tidak ada ruang bagi pemain yang tidak siap bertarung habis-habisan dalam laga yang ia sebut sebagai partai paling krusial dalam sejarah panjang klub ibu kota Prancis tersebut.
"Tetapi masih ada dua minggu lagi sebelum apa yang saya sebut sebagai pertandingan terpenting dalam sejarah kami, dan saya tentu berharap bahwa pada hari itu, tidak perlu lagi memotivasi para pemain,” pungkasnya.