Gagal di Piala Dunia 2026, Senegal Pecat Pelatih Pape Thiaw
Federasi Sepak Bola Senegal (FSF) resmi memecat pelatih kepala Pape Thiaw. Keputusan drastis ini diambil hanya beberapa hari setelah langkah Tim Singa Teranga terhenti secara tragis di babak 32 besar Piala Dunia 2026.
Hasil rapat darurat Komite Eksekutif FSF pada hari Sabtu memastikan bahwa Thiaw beserta seluruh staf kepelatihannya dibebastugaskan dari jabatan mereka. Kegagalan mempertahankan keunggulan di menit-menit akhir saat melawan Belgia menjadi pemicu utama di balik keputusan tegas ini.
Petaka Lima Menit di Seattle
Perjalanan Senegal di Amerika Utara sebenarnya penuh liku. Setelah menelan kekalahan dari Prancis dan Norwegia di fase grup, mereka sempat membuka harapan lewat kemenangan telak 5-0 atas Irak untuk lolos ke babak gugur sebagai salah satu tim peringkat ketiga terbaik.
Baca juga: Penalti Kontroversial Menit ke-125 Tielemans Loloskan Belgia Lawan Senegal
Namun, petaka sesungguhnya terjadi dalam laga babak 32 besar melawan Belgia di Seattle. Senegal yang sudah unggul nyaman 2-0 hingga menit ke-86 justru kolaps di akhir laga. Keputusan Thiaw menarik keluar pilar lini tengah seperti Habib Diarra, Iliman Ndiaye, dan Pape Gueye secara bersamaan berakibat fatal.
Kehilangan jangkar di lini tengah membuat pertahanan Senegal digempur habis-habisan. Belgia sukses menyamakan kedudukan menjadi 2-2 dalam waktu singkat, sebelum akhirnya berbalik menang 3-2 di babak perpanjangan waktu lewat penalti Youri Tielemans. Kekalahan menyakitkan ini langsung memicu gelombang protes dari para pendukung di tanah air.
"Federasi Sepak Bola Senegal (FSF) menginformasikan kepada publik bahwa setelah rapat Komite Eksekutif yang diadakan pada hari Sabtu, 11 Juli 2026, diputuskan untuk memulai prosedur untuk mengakhiri fungsi pelatih nasional, Bapak Pape Thiaw, serta seluruh staf teknisnya,” bunyi pernyataan tersebut.
"Keputusan ini diambil setelah tersingkirnya tim nasional Senegal di babak 32 besar Piala Dunia FIFA 2026. Setelah evaluasi menyeluruh terhadap hasil dan prospek olahraga tim nasional, Komite Eksekutif menganggap perlu untuk memulai prosedur ini demi kepentingan terbaik sepak bola Senegal."
Akhir dari Era Penuh Drama
Pemecatan ini menyudahi masa jabatan Thiaw selama 19 bulan yang penuh dengan dinamika. Di satu sisi, ia sempat membawa Senegal menjuarai Piala Afrika (AFCON) setelah mengalahkan Maroko, meski gelar tersebut kemudian dibatalkan oleh CAF akibat aksi protes kontroversial di atas lapangan.
Baca juga: Ratapi Kekalahan Dramatis Senegal, Pape Thiaw: Sepak Bola Sangat Kejam
Di sisi lain, hubungan Thiaw dengan pihak federasi dikabarkan terus memburuk di balik layar. Isu keterlambatan gaji selama lima bulan sebelum turnamen hingga masalah perpanjangan kontrak yang berlarut-larut membuat internal tim tidak kondusif. Kombinasi antara tekanan publik dan performa taktis yang buruk di Piala Dunia akhirnya membuat FSF memilih untuk melakukan perombakan total.
Presiden FSF, Abdoulaye Fall, dijadwalkan segera menggelar konferensi pers di Stadion Leopold-Sedar-Senghor untuk menjelaskan rencana restrukturisasi tim nasional. Saat ini, nama mantan gelandang Prancis, Patrick Vieira, santer dikabarkan menjadi kandidat kuat untuk mengisi kursi kepelatihan yang kosong menjelang kualifikasi AFCON 2027.