Penalti Kontroversial Menit ke-125 Tielemans Loloskan Belgia Lawan Senegal
Eksekusi penalti berdarah dingin dari Youri Tielemans pada menit ke-125 memastikan kemenangan comeback fantastis Belgia 3-2 atas Senegal setelah melalui babak perpanjangan waktu yang penuh drama di Stadion Seattle. Skuad asuhan Rudi Garcia sempat berada di ambang kehancuran dan tersingkir dari Piala Dunia 2026 setelah tertinggal 2-0 hingga menit ke-85 akibat gol Habib Diarra dan Ismaïla Sarr.
Namun, keputusan krusial memasukkan Romelu Lukaku dari bangku cadangan memicu gelombang kebangkitan Setan Merah yang mencetak dua gol dalam kurun waktu tiga menit di penghujung waktu normal, sebelum drama VAR di babak perpanjangan waktu mengunci tiket mereka ke babak 16 besar untuk menghadapi Amerika Serikat.
Bagi Belgia, ini adalah replika dari keajaiban Piala Dunia 2018 saat mereka bangkit dari ketertinggalan dua gol melawan Jepang di fase gugur. Sementara bagi Senegal, kekalahan ini menjadi akhir yang sangat kejam mengingat Singa Teranga mendominasi hampir sepanjang 85 menit jalannya pertandingan dan sempat membuat lini pertahanan Belgia kocar-kacir.
Dominasi Singa Teranga dan Frustrasi De Bruyne
Sejak sepak mula, Senegal langsung mengambil inisiatif serangan dan mengeksploitasi kelambatan lini belakang Belgia. Pada menit ke-25, kebuntuan akhirnya pecah. Berawal dari umpan silang Sadio Mané yang disundul oleh Ismaïla Sarr, bola membentur tiang gawang dengan keras. Sial bagi Belgia, bola muntah mendarat tepat di hadapan Habib Diarra yang tanpa cela menceploskan bola dari jarak dekat ke gawang Thibaut Courtois.
Baca juga: Bermodal Momentum, Belgia Emoh Terlena Status Favorit Lawan Senegal
Tertinggal satu gol membuat permainan Belgia semakin tidak keruan. Kevin De Bruyne yang diharapkan menjadi motor serangan justru tampil mati kutu dan kerap kehilangan momentum.
Bencana bagi Setan Merah semakin nyata di awal babak kedua, tepatnya pada menit ke-51. Sebuah umpan lambung presisi dari Moussa Niakhaté membelah pertahanan Belgia. Ismaïla Sarr mengontrol bola dengan dada dengan ciamik sebelum melepaskan tembakan voli keras yang menaklukkan Courtois. Gol keempat Sarr di turnamen ini sekaligus menyamai rekor gol legendaris Roger Milla di satu edisi Piala Dunia.
Melihat timnya di ambang aib, Rudi Garcia mengambil tindakan ekstrem di menit ke-56 secara mengejutkan menarik keluar Kevin De Bruyne dan Jérémy Doku demi memasukkan tenaga baru.
Dua Gol dan Kontroversi VAR
Ketika para pendukung Senegal di stadion sudah mulai merayakan kelolosan, mentalitas pantang menyerah Belgia berbicara di menit ke-86. Pemain pengganti, Romelu Lukaku, menghidupkan asa lewat sontekan maut di tiang dekat memanfaatkan umpan mendatar Thomas Meunier.
Hanya berselang dua menit dan 39 detik kemudian, kejutan besar benar-benar terjadi. Lini pertahanan Senegal mendadak panik, membiarkan Leandro Trossard melepaskan umpan silang akurat dari sisi kiri yang langsung disambut tandukan keras Youri Tielemans untuk memaksa laga berlanjut ke babak extra time.
Drama sesungguhnya tersaji di menit ke-117 babak perpanjangan waktu. Dodi Lukébakio sejatinya nyaris mencetak gol andai tembakannya tidak membentur mistar. Namun, dalam proses serangan tersebut, VAR memanggil wasit Said Martinez untuk meninjau ulang tekel Lamine Camara terhadap Tielemans di kotak terlarang.
Baca juga: Babak Gugur Dimulai, Pelatih Senegal Sebut Juara Grup Tak Ada Artinya
Setelah peninjauan layar VAR yang memakan waktu hingga tujuh menit dan memicu protes keras dari para pemain Senegal hingga Pathe Ciss nekat berbaring di atas titik putih, wasit tetap menunjuk penalti. Di bawah tekanan ribuan suporter, Youri Tielemans dengan tenang mengarahkan bola ke pojok atas gawang pada menit ke-125, mencatatkan gol paling telat sepanjang sejarah putaran final Piala Dunia.
Ujian Berat Lawan Tuan Rumah
Seusai laga, pelatih Senegal Pape Thiaw enggan mengomentari keputusan penalti tersebut namun mengakui timnya lengah di menit-menit krusial. Di kubu seberang, Rudi Garcia secara jantan mengakui bahwa Senegal sebenarnya sangat layak untuk menang, tetapi ia memuji daya juang luar biasa anak asuhnya yang menolak untuk menyerah.
Kemenangan dramatis ini memperpanjang rekor tak terkalahkan Belgia menjadi 17 pertandingan di semua kompetisi. Kendati demikian, performa compang-camping di sektor lini belakang serta hilangnya kendali lini tengah sebelum masuknya para pemain pengganti harus segera dievaluasi total. Jika tidak, Amerika Serikat yang akan bertindak sebagai tuan rumah di babak 16 besar nanti siap menghukum setiap kelengahan Setan Merah tanpa ampun.