Infantino Konfirmasi FIFA Buka Peluang Ekspansi Piala Dunia Menjadi 64

Infantino Konfirmasi FIFA Buka Peluang Ekspansi Piala Dunia Menjadi 64
13/07/2026 - 13:59 WIB
9

Presiden FIFA Gianni Infantino mengonfirmasi bahwa badan pengatur sepak bola dunia tersebut secara resmi akan membahas wacana penambahan jumlah peserta Piala Dunia menjadi 64 tim. Rencana ekspansi besar-besaran ini bakal digulirkan dalam rapat komite-komite terkait segera setelah turnamen edisi 2026 di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko berakhir.  

Langkah mengejutkan ini mencuat ke permukaan seiring dengan kesuksesan format baru 48 tim yang saat ini tengah debut di Piala Dunia 2026. Meski awalnya dihujani kritik tajam sejak disetujui pada 2017 lalu, performa apik tim-tim non-unggulan sepanjang turnamen musim panas ini justru memicu keyakinan baru di internal FIFA untuk memperluas pesta sepak bola sejagat tersebut.

Hak untuk Bermimpi bagi Negara Kecil

Infantino menegaskan bahwa visi utama di balik wacana ini adalah inklusivitas global. Pria berusia 56 tahun tersebut berargumen bahwa dominasi historis tidak boleh lagi hanya berpusat pada kekuatan tradisional Eropa dan Amerika Selatan saja. Baginya, memberikan panggung bagi negara-negara kecil merupakan satu-satunya cara untuk memacu perkembangan sepak bola di wilayah-wilayah yang selama ini terpinggirkan.

"Ini adalah isu-isu yang pastinya akan kami kaji dan diskusikan di komite terkait setelah Piala Dunia ini," ujar Infantino dalam wawancaranya bersama media Swiss, Blue Sport. 

Baca juga: "Tak Membuahkan Hasil": Presiden FIFA Ingin Cabut Sanksi Rusia

"Saat menyelenggarakan Piala Dunia, penting untuk menyelenggarakannya untuk seluruh dunia - bukan hanya Eropa dan Amerika Selatan, tetapi pada dasarnya seluruh dunia. Setiap negara harus diizinkan untuk bermimpi berpartisipasi dalam Piala Dunia."

Sebagai bukti nyata, ia menyoroti fenomena mengejutkan di Piala Dunia 2026 di mana sembilan dari sepuluh perwakilan Afrika berhasil menembus babak gugur. Lonjakan prestasi ini dianggap sebagai validasi konkret bahwa menambah kuota peserta tidak akan menurunkan mutu kompetisi, melainkan justru melahirkan daya saing baru di pentas internasional.

"Anda bisa melihat bahwa kualitas tim-timnya sangat tinggi, dan terus meningkat di seluruh dunia. Jika Anda tidak memberi negara-negara kecil kesempatan untuk berpartisipasi di Piala Dunia, mereka akan kekurangan insentif untuk terus meningkatkan kemampuan mereka,” lanjutnya.

Ancaman Kalender dan Penolakan Sektor Klub

Meski dipenuhi optimisme dari sisi diplomasi sepak bola, gagasan memaketkan 64 negara ke dalam satu turnamen dipastikan akan membentur dinding penolakan yang tebal. 

Jika benar-benar disetujui untuk edisi 2030 yang akan digelar di Maroko, Portugal, dan Spanyol, jumlah pertandingan akan membengkak menjadi 128 laga—dua kali lipat dari format klasik 32 tim.

Penolakan keras pun sudah mulai disuarakan oleh para pemangku kepentingan. Presiden Concacaf Victor Montagliani jauh-jauh hari menyatakan ketidaksetujuannya, dengan menyebut bahwa penambahan hingga 64 tim bukanlah langkah yang tepat bagi ekosistem sepak bola global. 

Baca juga: Gianni Infantino Buka Pintu Piala Dunia Musim Dingin Reguler

Padatnya kalender kompetisi, beban fisik pemain yang kian terkuras, hingga kesiapan infrastruktur negara tuan rumah menjadi deretan rapor merah yang harus dihadapi FIFA.  

Menanti Ketukan Palu

Usulan ekspansi radikal ini awalnya digelorakan oleh konfederasi Amerika Selatan (CONMEBOL) pada Maret 2025 sebagai bagian dari perayaan satu abad Piala Dunia. 

Kendati demikian, publik sepak bola harus menunggu hingga akhir Juli ini untuk melihat apakah ambisi Infantino memperluas peta sepak bola dunia akan menjadi kenyataan, atau justru tenggelam oleh gelombang protes dari liga-liga domestik dunia.

Buat kamu yang gak mau ketinggalan berita-berita menarik serta trivia unik seputar olahraga dari mulai sepak bola, basket, hingga MotoGP, yuk gabung channel Whatsapp official Yuk Sports DI SINI!

Related News

0 Komentar
Lihat Komentar Lainnya
Ads
Loading...
Tunggu Sebentar...