Bellingham Acuhkan Kritik Tuchel Usai Inggris Menang Susah Payah Atas Norwegia
Thomas Tuchel melontarkan kritik tajam kepada para pemainnya meski Inggris berhasil mengamankan tiket semifinal Piala Dunia 2026 setelah menang susah payah 2-1 atas Norwegia lewat babak perpanjangan waktu.
Pelatih asal Jerman tersebut tanpa ragu menyebut performa The Three Lions "ceroboh, beruntung," dan tidak cukup bagus "dalam segala hal"—sebuah penilaian jujur yang langsung direspons dingin oleh sang penentu kemenangan, Jude Bellingham, dengan ucapan: "Ya, sudahlah. Terserah."
Kritik Tajam Tuchel
Ketegangan verbal ini pecah sesaat setelah dwigol Bellingham di Stadion Miami menyelamatkan Inggris dari ancaman eliminasi di babak perempat final.
Bukannya memberikan pujian, Tuchel justru memilih menggunakan sesi wawancara pascapertandingan untuk meledak-ledak dan mengekspresikan rasa frustrasinya atas performa anak asuhnya di bawah cuaca lembap Florida.
"Kami mempersulit diri sendiri hari ini," kata Tuchel kepada ITV Sport. "Hasilnya fantastis, kami berada di semifinal. Luar biasa. Saya tidak senang dengan performa kami.
Baca juga: Singkirkan Norwegia 2-1, Dua Gol Bellingham Bawa Inggris ke Semifinal
"Dalam segala hal. Komitmen sudah ada, tetapi kami mempersulit diri sendiri dengan cara kami bermain. Ceroboh, kesalahan taktis, tidak cukup cepat. Tidak cukup konsisten. Kami cukup beruntung.
"Kami akan menjadi lebih baik, kami perlu menjadi lebih baik. Sekarang saatnya merayakan. Sekarang saatnya menikmati semuanya. Kami membutuhkan segalanya untuk menampilkan performa yang lebih baik."
Bellingham Acuhkan Tuchel
Ketika diberitahu mengenai kritik pedas sang manajer, Jude Bellingham yang tampak kelelahan fisik tidak mampu menyembunyikan kekecewaannya.
Sembari mengedikkan bahu dengan gestur dingin, megabintang Real Madrid tersebut memberikan jawaban acuh tak acuh yang dipastikan akan memanaskan halaman utama media-media Inggris.
"Ya, sudahlah. Terserah. Terserah," cetus Bellingham. “Sulit bermain di luar sana. Ini tugas yang berat. Semua pemain telah bekerja keras, jadi saya menyampaikan apresiasi dan penghargaan saya kepada para pemain yang telah bermain dan memberikan penampilan hebat sekali lagi.”
Saat ditekan lebih jauh apakah kritik Tuchel hanyalah bentuk dari standar tinggi yang dibutuhkan untuk menjuarai Piala Dunia, Bellingham tidak menahan diri. Ia bahkan melayangkan sindiran halus terkait minimnya pengalaman bertanding Tuchel di level internasional saat masih menjadi pemain.
“Mungkin dia tidak tahu bagaimana rasanya bermain dalam kondisi seperti itu melawan Erling Haaland, [Martin] Ødegaard, [Antonio] Nusa, [Alexander] Sørloth. Itu bukan tim yang mudah untuk dihadapi,” tambah pemain berusia 23 tahun tersebut
Baca juga: Saka Kobarkan Semangat Skuad Inggris Jelang Kontra Norwegia
“Jadi, saya pikir kami telah mencoba menciptakan lingkungan yang positif. Anda tidak akan memenangkan setiap pertandingan hanya dengan mengoper bola dan melakukan seribu operan. Terkadang Anda harus menang dengan cara kotor, dan kami telah melakukannya lagi malam ini.”
Ketika ditanya secara langsung apakah dia setuju dengan opini Tuchel yang menyebut Inggris hanya "beruntung," Bellingham menjawab singkat: "No comment."
Menang Kotor di Florida
Friksi taktis ini seketika membayangi perjuangan heroik Inggris di lapangan. The Three Lions sempat tertinggal lebih dulu pada menit ke-36 ketika umpan silang Andreas Schjelderup yang justru mengarah ke gawang mengecoh Jordan Pickford.
Inggris baru bisa membalas di masa injury time babak pertama lewat aksi individu Bellingham yang menusuk jantung pertahanan Norwegia sebelum melepaskan sepakan kaki kiri. Setelah sempat diguncang oleh gol Norwegia yang dianulir dan peluang Kristoffer Ajer yang membentur mistar gawang, laga berlanjut ke babak tambahan.
Baru tiga menit laga berjalan kembali, Bellingham menyambar bola muntah hasil tangkapan tidak sempurna Ørjan Nyland untuk mencetak gol keenamnya di turnamen ini.
Baca juga: Quansah Dihukum Dua Laga, Krisis Lini Belakang Inggris Memuncak
Tuchel Mencoba Meredam Suasana
Menyadari komentarnya memicu kegaduhan, Tuchel langsung mencoba melunasi ucapannya pada sesi konferensi pers resmi. Ia menegaskan bahwa kritik tersebut murni merupakan tugasnya sebagai pelatih, bukan karena masalah personal.
“Saya terkesan dengan perubahan yang mereka lakukan dan bagaimana mereka mengatasi kesulitan,” aku Tuchel. “Mereka pantas mendapatkan pujian yang sebesar-besarnya untuk itu. Tapi saya juga seorang pelatih sepak bola dan kita bisa bermain lebih baik.
“Kita menemukan cara untuk lolos ke babak semifinal, yang tentu saja merupakan hal terpenting. Sisi analitis dalam diri saya masih berpikir kita harus bermain lebih baik. Itu bukan masalah, tetapi tidak ada kesenjangan antara saya dan tim saya. Tidak 1% pun. Hati saya penuh dan saya sangat mencintai para pemain saya.”
Apakah ketegangan ini akan berbuah sebagai motivasi atau justru menjadi awal keretakan internal skuad Inggris masih harus dinanti. Namun, dengan laga semifinal kontra juara bertahan Argentina yang sudah menanti di Atlanta, Inggris jelas membutuhkan kejeniusan taktik Tuchel sekaligus mentalitas keras kepala Bellingham berada di gelombang yang sama jika ingin membawa pulang trofi emas tersebut.