Redam Friksi, Kane Ungkap Alasan Tuchel Ngamuk Usai Inggris Tekuk Norwegia

Redam Friksi, Kane Ungkap Alasan Tuchel Ngamuk Usai Inggris Tekuk Norwegia
13/07/2026 - 14:17 WIB
10

Kapten Inggris Harry Kane langsung pasang badan untuk meredakan ketegangan internal setelah Thomas Tuchel secara mengejutkan mengkritik keras performa timnya usai kemenangan dramatis 2-1 atas Norwegia di perempat final Piala Dunia 2026

Kane menegaskan bahwa amukan sang manajer murni dipicu oleh rasa frustrasi melihat anak asuhnya gagal menunjukkan "kualitas level tinggi" yang biasa mereka tunjukkan di lapangan latihan ke dalam pertandingan resmi.  

Kane Redam Friksi

Pernyataan Kane ini muncul sebagai upaya cepat untuk meredam polemik setelah Jude Bellingham sempat merespons dingin kritik Tuchel dengan ucapan "Ya, sudahlah. Terserah." 

Baca juga: Singkirkan Norwegia 2-1, Dua Gol Bellingham Bawa Inggris ke Semifinal

Menurut striker Bayern Munich tersebut, ketegasan radikal dari Tuchel pascapertandingan di Miami semata-mata taktik untuk menjaga fokus dan mentalitas para pemain menjelang laga krusial semifinal melawan Argentina di Atlanta.

“Ketika dia melihat kami berlatih dan melihat kekompakan serta kemampuan kami, terutama dengan pemain yang kami miliki, cara kami menyerang, duel satu lawan satu, dan keterampilan kami… dia hanya ingin melihat versi diri kami yang seperti itu,” kata Kane. 

“Dia tahu betul bahwa ini tidak sesederhana itu, kami bermain melawan lawan dan tim yang bagus. Dia mencoba untuk menggali potensi terbaik dari kami dan kami sendiri tahu bahwa kami memiliki level lain yang dapat kami capai.”

Meredam Gejolak Bellingham

Langkah diplomasi yang diambil Kane ini sangat krusial mengingat atmosfer ruang ganti Inggris sempat memanas. 

Tuchel sebelumnya tidak menahan diri dengan menyebut performa anak asuhnya "ceroboh, beruntung" dan buruk "dalam segala hal" setelah membutuhkan babak perpanjangan waktu untuk menyingkirkan Norwegia lewat brace Bellingham.  

Bellingham yang kelelahan akibat cuaca Florida yang ekstrem sempat menyindir balik sang pelatih dengan menyatakan bahwa Tuchel mungkin lupa rasanya bertanding langsung mengawal pemain kelas dunia seperti Erling Haaland atau Martin Ødegaard di bawah terik kelembapan yang menyiksa.  

Baca juga: Bellingham Acuhkan Kritik Tuchel Usai Inggris Menang Susah Payah Atas Norwegia

Namun, Kane buru-buru meluruskan narasi tersebut agar tidak berkembang menjadi keretakan internal yang merusak momentum The Three Lions.

“Kami belum melihat itu sepenuhnya. Kami hanya menunjukkannya sekilas. Melawan Norwegia, itu hanya sekilas. Kami belum memiliki kendali penuh seperti yang kami inginkan dan saya merasa kami bisa memilikinya,” tambahnya.

“Tetapi pada tahap turnamen ini, Anda bermain melawan tim-tim terbaik di dunia. Kami akan bermain melawan salah satu tim terbaik di dunia di semifinal.”

Fokus Menatap Argentina

Alih-alih panik karena dikritik saat menang, Kane justru melihat tuntutan perfeksionis Tuchel sebagai alarm positif yang sangat mereka butuhkan agar tidak cepat berpuas diri.

“Hal yang paling menggembirakan adalah kami berada di semifinal dan kami masih merasa bisa berkembang. Saya rasa ini bukan sesuatu yang perlu dibesar-besarkan,” jelas Kane. 

“Kami menunjukkan banyak hal baik – cara para pemain bertahan sebagai tim melawan Norwegia, cara kami menyerang… kami masih memiliki beberapa momen yang sangat bagus. Dan Jude tampil gemilang dengan mencetak beberapa gol lagi.”

Bagi skuad Inggris, tuntutan keras dari Tuchel dipandang sebagai dorongan akhir untuk menghapus dahaga gelar mereka. "Ini telah menjadi era yang sangat sukses bagi tim nasional kita dengan berhasil mencapai semifinal dan final, tetapi sekarang kami ingin melewati garis finis itu. Itulah kepingan teka-teki yang hilang. Kami akan membutuhkan dorongan yang jauh lebih besar lagi untuk pekan terakhir ini," pungkas sang kapten.

Buat kamu yang gak mau ketinggalan berita-berita menarik serta trivia unik seputar olahraga dari mulai sepak bola, basket, hingga MotoGP, yuk gabung channel Whatsapp official Yuk Sports DI SINI!

Related News

0 Komentar
Lihat Komentar Lainnya
Ads
Loading...
Tunggu Sebentar...