Deschamps Tak Khawatir Wasit Argentina Pimpin Laga Prancis Kontra Maroko

Deschamps Tak Khawatir Wasit Argentina Pimpin Laga Prancis Kontra Maroko
9/07/2026 - 14:19 WIB
24

Pelatih tim nasional Prancis, Didier Deschamps, dengan tegas mementahkan berbagai teori konspirasi dan kekhawatiran terkait keputusan FIFA menunjuk jajaran wasit asal Argentina untuk memimpin laga perempat final Piala Dunia 2026 yang mempertemukan Les Bleus dengan Maroko.

Badan tertinggi sepak bola dunia tersebut sempat menuai sorotan setelah menunjuk Facundo Tello untuk memimpin tim perwasitan yang seluruh anggotanya berasal dari Argentina. Keputusan ini memicu ketegangan geopolitik ekstra di fase gugur, mengingat rivalitas sengit antara Prancis dan Argentina yang terus membara sejak final dramatis tahun 2022 di Doha. Terlebih lagi, dengan potensi laga ulangan melawan skuad Lionel Messi di final, penunjukan wasit dari negara rival utama langsung memicu perdebatan panas di media sosial.

Baca juga: Mbappé Kecam Komentar Rasis, Sebut Senator Paraguay sebagai "Wanita Hina"

Meski begitu, saat berbicara dalam konferensi pers pra-pertandingan dengan gaya bicaranya yang lugas, Deschamps menegaskan bahwa dirinya sama sekali tidak punya waktu untuk paranoia semacam itu.

"Kami harus menghadapinya," ujar Deschamps dengan nada tegas. "Saya percaya pada wasit. Lawan kami adalah Maroko, bukan wasit."

Riuh Polemik di Luar Lapangan

Narasi seputar pengadil lapangan ini semakin mencuat menyusul drama yang terjadi beberapa hari lalu. Korps wasit Piala Dunia sempat menjadi sorotan tajam ketika wasit asal Prancis, François Letexier, memimpin laga babak 16 besar yang penuh kontroversi saat Argentina menang comeback atas Mesir, sebuah laga yang memicu tuduhan bias institusional dari media Afrika Utara dan kubu Mesir.

Deschamps, yang dikenal jarang berbasa-basi di depan awak media, tidak bisa menahan diri untuk memberikan sindiran balik yang menohok ketika dihujani pertanyaan soal penunjukan Tello.

"Mari kita berharap wasit kita nanti bisa memimpin sebagus Monsieur Letexier kemarin," tambah Deschamps sambil tersenyum menyindir.

Sementara intrik di luar lapangan terus memanas, termasuk sisa-sisa dendam dari perseteruan internasional masa lalu, internal skuad Prancis memilih bersatu untuk meredam kebisingan tersebut. Kiper cadangan Robin Risser senada dengan pragmatisme sang pelatih. Ia mengakui adanya tensi tinggi namun tetap membela integritas tim wasit yang bertugas.

Baca juga: Jinakkan Paraguay 1-0, Penalti Mbappé Pastikan Langkah Prancis ke Perempat Final

"Ada sedikit rasa pahit yang tersisa dalam beberapa tahun terakhir sejak final lalu, tapi itu adalah bagian dari permainan," kata Risser. "Jika para wasit ini ada di sini, itu karena mereka memang memiliki kualitas yang layak untuk kompetisi level ini."

Gunung yang Harus Didaki

Bagi Deschamps, yang telah mengonfirmasi akan mundur dari kursi kepelatihan Prancis setelah turnamen ini usai, gangguan soal kewarganegaraan wasit terbilang sepele dibandingkan dengan sakit kepala taktis yang disiapkan oleh Maroko. Laga ini merupakan ulangan semifinal Piala Dunia 2022, di mana Prancis menghentikan dongeng bersejarah Singa Atlas dengan kemenangan melelahkan 2-0.

Namun, Deschamps memperingatkan anak asuhnya bahwa Maroko kini telah berevolusi menjadi tim yang jauh lebih berbahaya. Setelah melewati pertarungan fisik yang sengit melawan Paraguay di laga sebelumnya, bos Prancis itu memperkirakan tantangan taktis yang sangat berbeda.

"Mereka tidak memiliki profil permainan yang sama dengan Paraguay," catat Deschamps. "Kami harus tampil sangat efektif karena tim Maroko ini memiliki kualitas yang sangat tinggi. Level permainan akan terus meningkat seiring kita mendaki gunung. Pola pikir memang tidak menjamin kemenangan, tapi pola pikir yang salah bisa membuat Anda kalah."

Dengan megabintang Kylian Mbappé yang menjadi korban serangan rasis dari senator Paraguay, dikonfirmasi oleh Deschamps berada "dalam kondisi mental yang sangat baik" untuk memimpin lini serang yang sejauh ini telah menggelontorkan 14 gol, Prancis jelas diunggulkan. Namun, di saat tensi pertandingan mencapai titik didih, Deschamps tahu betul bahwa laga perpisahannya ini menuntut fokus mutlak di atas rumput hijau, tidak peduli siapa pun yang memegang peluit.

Buat kamu yang gak mau ketinggalan berita-berita menarik serta trivia unik seputar olahraga dari mulai sepak bola, basket, hingga MotoGP, yuk gabung channel Whatsapp official Yuk Sports DI SINI!

Related News

0 Komentar
Lihat Komentar Lainnya
Ads
Loading...
Tunggu Sebentar...