Mbappé Kecam Komentar Rasis, Sebut Senator Paraguay sebagai "Wanita Hina"

Mbappé Kecam Komentar Rasis, Sebut Senator Paraguay sebagai "Wanita Hina"
7/07/2026 - 15:59 WIB
20

Kapten tim nasional Prancis, Kylian Mbappé, melontarkan kritik keras dan menyebut senator Paraguay, Celeste Amarilla, sebagai "wanita hina" menyusul serangan rasis yang diarahkan kepadanya. 

Ketegangan verbal ini mencuat setelah gol penalti Mbappé menjadi penentu kemenangan Prancis 1-0 atas Paraguay dalam laga babak 16 besar Piala Dunia 2026 yang berlangsung panas di Philadelphia, sekaligus menyegel tiket Les Bleus ke perempat final.  

Serangan Rasis ke Mbappe

Skandal luar lapangan ini meledak ketika Amarilla mengunggah pernyataan bermuatan rasisme di media sosial pasca-pertandingan, dengan menyebut Mbappé sebagai "orang Kamerun terjajah yang mati-matian ingin diakui sebagai orang Prancis." 

Menanggapi hal tersebut, penyerang Real Madrid itu langsung pasang badan dengan menegaskan bahwa dirinya tidak akan membiarkan kebencian semacam itu menyebar di panggung sepak bola dunia.  

Baca juga: Jinakkan Paraguay 1-0, Penalti Mbappé Pastikan Langkah Prancis ke Perempat Final

"Ibu Celeste Amarilla, Anda adalah seorang perempuan hina yang tidak layak menduduki jabatan Anda," tulis Mbappé melalui akun X resminya. “Anda tidak mewakili Paraguay, negara yang telah berjuang dengan penuh semangat dan kehormatan sepanjang kompetisi ini.

"Melalui tindakan ceroboh dan rasialisme Anda yang terang-terangan, seluruh dunia kini melupakan perjuangan bersejarah yang telah dicapai para pemain Anda di Piala Dunia ini, demi memberi ruang bagi seorang wanita tidak kompeten yang memberikan citra terburuk bagi negaranya. Saya tidak akan pernah membiarkan orang-orang seperti dia bebas menyebarkan kebencian dan rasisme mereka ke seluruh dunia.”

Laga Brutal di Tengah Cuaca Ekstrem

Di lapangan, pertandingan yang digelar di Lincoln Financial Field ini berjalan sangat menguras fisik di bawah ancaman gelombang panas ekstrem yang mencapai 38 derajat Celsius. 

Prancis, yang tampil sangat produktif di fase grup, dipaksa meladeni permainan keras dari Paraguay yang menerapkan strategi pertahanan rapat.

Sepanjang laga, Mbappé menjadi sasaran utama pelanggaran keras dari para pemain belakang La Albirroja. Gelandang Andrés Cubas memicu keributan di tengah lapangan setelah menjatuhkan Mbappé secara kasar, disusul insiden sikut dari Matias Galarza yang membuat sang kapten terjatuh kesakitan di lapangan.  

Baca juga: Daripada Kejar Rekor Messi, Mbappe Lebih Terobsesi Angkat Trofi Piala Dunia

"Kami tahu pertandingan seperti apa yang akan kami hadapi," kata Mbappé usai pertandingan. "Kami juga bisa bermain kasar, kami tahu caranya. Kami tahu cara bermain sepak bola yang tidak indah. Kurasa mereka mengira kami akan datang dengan setelan jas, tetapi kami sudah siap."

Penalti VAR dan Rekor Bersejarah

Kebuntuan taktis Prancis akhirnya pecah pada menit ke-70 melalui intervensi VAR. Setelah peninjauan video menunjukkan Diego Gomez menjatuhkan Désiré Doué di area terlarang, wasit langsung menunjuk titik putih. Mbappé yang maju sebagai eksekutor dengan dingin mengecoh penjaga gawang Orlando Gill untuk mengubah skor menjadi 1-0.  

Gol tersebut menjadi torehan ketujuh Mbappé di turnamen ini, menempatkannya di puncak daftar top skor sementara bersama Lionel Messi. Gol ini juga memperpanjang rekornya menjadi 19 gol dalam 19 penampilan di sepanjang sejarah keikutsertaannya di Piala Dunia.  

Konsekuensi Hukum dan Sikap Federasi

Keributan sempat kembali pecah setelah peluit panjang berbunyi ketika Orlando Gill melempar bola ke arah punggung Mbappé karena kesal jabat tangannya diabaikan oleh sang striker. 

Namun, eskalasi konflik di luar lapangan jauh lebih serius. Federasi Sepak Bola Prancis (FFF) langsung mengambil tindakan tegas dengan mengajukan tuntutan hukum pidana terhadap Senator Amarilla ke kejaksaan.  

“Pernyataan rasis yang dibuat oleh Senator Paraguay Celeste Amarilla yang menargetkan Kylian Mbappe benar-benar tercela dan tidak dapat diterima,” bunyi pernyataan tersebut. “Bagaimana mungkin seseorang membuat komentar seperti itu? Pernyataan ini bersifat kriminal dan tercela. Mereka harus dituntut di sini seperti di tempat lain. FFF melaporkan masalah ini ke kantor kejaksaan untuk proses hukum.

Baca juga: Prancis Melaju Mulus ke 16 Besar, Brace Mbappé Hancurkan Swedia 3-0

“Federasi menawarkan dukungan penuh kepada kaptennya, para pemainnya, dan secara lebih luas, kepada semua korban pernyataan yang menjijikkan tersebut. Sekarang lebih dari sebelumnya, FFF berkomitmen untuk memerangi rasisme dan semua bentuk diskriminasi. Pernyataan ini membawa aib bagi mereka yang membuatnya dan mereka yang menyebarkannya. Para pemain tim nasional Prancis mewakili Prancis; negara kitalah yang dihina.”

Pemerintah serta Kongres Nasional Paraguay sendiri langsung mengambil jarak dan mengutuk keras pernyataan Amarilla, dengan menegaskan bahwa komentar tersebut murni pendapat pribadi yang bertentangan dengan prinsip martabat manusia yang dijunjung oleh negara Paraguay. Di babak berikutnya, Prancis dijadwalkan terbang menuju Boston untuk menghadapi Maroko di babak perempat final pada 10 Juli mendatang.  

Buat kamu yang gak mau ketinggalan berita-berita menarik serta trivia unik seputar olahraga dari mulai sepak bola, basket, hingga MotoGP, yuk gabung channel Whatsapp official Yuk Sports DI SINI!

Related News

0 Komentar
Lihat Komentar Lainnya
Ads
Loading...
Tunggu Sebentar...