Sempat Tertinggal Dua Gol, Argentina Bangkit Tekuk Mesir 3-2

Sempat Tertinggal Dua Gol, Argentina Bangkit Tekuk Mesir 3-2
8/07/2026 - 15:08 WIB
15

Sang juara bertahan Argentina berhasil lolos dari lubang jarum di Stadion Atlanta setelah melakoni kebangkitan luar biasa di menit-menit akhir untuk menumbangkan perlawanan gigih Mesir dengan skor 3-2 dalam laga babak 16 besar Piala Dunia 2026. Pertandingan ini akan selalu dikenang karena drama tingkat tinggi, rekor sejarah, dan ketegangan yang terjadi hingga peluit panjang berbunyi.

Selama 75 menit, skuad Firaun asuhan Hossam Hassan berada di ambang salah satu kejutan terbesar dalam sejarah sepak bola. Namun, gol dari Cristian Romero, momen pemecahan rekor dari Lionel Messi, dan gol kemenangan Enzo Fernández pada menit ke-92 menyelamatkan wajah Argentina sekaligus menyegel tiket mereka ke babak perempat final.

Kejutan Awal dari Sang Firaun

Mesir tampil berani sejak menit pertama dan menolak untuk terintimidasi oleh sang jawara bertahan. Keberanian mereka membuahkan hasil pada menit ke-15 ketika Yasser Ibrahim melompat paling tinggi untuk menyundul bola masuk ke gawang, membuat Emiliano Martínez tak berkutik dan membawa Mesir unggul 1-0.

Argentina mendapatkan peluang emas untuk menyamakan kedudukan lima menit berselang setelah Nicolás Tagliafico dilanggar di kotak terlarang. Lionel Messi maju sebagai algojo, tetapi penjaga gawang Mesir yang berusia 26 tahun, Mostafa Shobeir, membaca arah bola dengan sangat sempurna untuk menepis tembakan sang ikon. 

Baca juga: Persaingan Sengit di Piala Dunia 2026, Scaloni Sebut Tak Ada Tim Favorit

Dengan penyelamatan tersebut, Shobeir menorehkan namanya dalam buku sejarah sebagai penjaga gawang keempat yang berhasil menggagalkan dua penalti dalam satu edisi Piala Dunia.

Wakil Afrika Utara tersebut terus menebar ancaman lewat skema serangan balik cepat. Meski VAR sempat membatalkan gol Mesir pada menit ke-58 karena pelanggaran dalam proses membangun serangan, mereka akhirnya benar-benar menggandakan keunggulan pada menit ke-67. Mohamed Salah dan Haissem Hassan bekerja sama dalam transisi kilat sebelum menyodorkan bola kepada Mostafa Ziko, yang dengan tenang menaklukkan Martínez untuk mengubah skor menjadi 2-0 dan mengejutkan seluruh dunia.

Gol Messi Picu Kebangkitan Albiceleste

Menghadapi ancaman angkat koper lebih awal, pelatih Lionel Scaloni langsung merombak taktik dengan memasukkan Lautaro Martínez dan Nicolás González. Perubahan ini menyuntikkan energi baru bagi La Albiceleste, yang akhirnya berhasil memecah kebuntuan pada menit ke-79 ketika Messi melepaskan umpan silang akurat yang langsung disambar oleh bek tengah Cristian Romero lewat sundulan tajam.

Lewat umpan matangnya kepada Romero, Lionel Messi resmi menjadi pemberi assist terbanyak sepanjang sejarah FIFA World Cup, menambah deretan rekor fantastis dalam karier legendarisnya.

Baca juga: Nyaris Dikejutkan Tanjung Verde, Argentina Lolos 16 Besar usai Menang 3-2

Empat menit berselang, sang maestro sendiri yang menyamakan kedudukan. Menyambut umpan pendek terukur dari Julián Álvarez usai kemelut di dalam kotak penalti, Lionel Messi melepaskan tembakan keras ke gawang Shobeir untuk mengubah papan skor menjadi 2-2, memicu gemuruh luar biasa dari ribuan suporter Argentina yang memadati stadion.

Kontroversi dan Gol ke-3.000

Memasuki masa injury time, pertandingan berjalan semakin memanas dan penuh kontroversi. Kubu Mesir merasa sangat dirugikan ketika wasit mengabaikan tuntutan penalti setelah Hamdy Fathy tampak dijatuhkan oleh Alexis Mac Allister di area terlarang Argentina.

Di saat para pemain Mesir masih melakukan protes, Argentina langsung melancarkan serangan balik yang sangat mematikan. Lautaro Martinez melepaskan umpan silang sempurna, bola lalu disambut dengan sundulan Enzo Fernández pada menit ke-92 untuk mengunci kemenangan dramatis Argentina. Menariknya, gol penentu dari Fernández ini tercatat secara resmi sebagai gol ke-3.000 dalam sejarah pelaksanaan Piala Dunia.

Peluit panjang langsung memicu dua pemandangan kontras: tangis haru kelegaan dari kubu Argentina dan kemarahan besar dari bangku cadangan Mesir. Shobeir dan beberapa rekannya diganjar kartu kuning karena mendatangi wasit setelah laga usai, sementara salah satu staf pelatih Mesir menerima kartu merah langsung akibat protes keras.

Dengan hasil ini, Argentina melangkah ke babak perempat final untuk menghadapi pemenang antara Swiss dan Kolombia di Kansas City, sementara perjuangan heroik Mesir di turnamen ini harus terhenti dengan kepala tegak.

Buat kamu yang gak mau ketinggalan berita-berita menarik serta trivia unik seputar olahraga dari mulai sepak bola, basket, hingga MotoGP, yuk gabung channel Whatsapp official Yuk Sports DI SINI!

Related News

0 Komentar
Lihat Komentar Lainnya
Ads
Loading...
Tunggu Sebentar...