Courtois Ingin Rehat dari Timnas Belgia, Minta Absen di Nations League

Courtois Ingin Rehat dari Timnas Belgia, Minta Absen di Nations League
13/07/2026 - 17:20 WIB
10

Penjaga gawang utama Real Madrid dan tim nasional Belgia, Thibaut Courtois, menyatakan keinginannya untuk terus membela negaranya di level internasional, namun ia meminta waktu istirahat dan dibebaskan dari tugas negara selama satu tahun ke depan.  

Pernyataan mengejutkan ini dilontarkan Courtois menyusul tersingkirnya skuad Red Devils secara tragis di babak perempat final Piala Dunia 2026 setelah kalah 2-1 dari Spanyol. Courtois, yang terpaksa ditarik keluar pada babak kedua karena cedera paha, merasa jeda dari kompetisi internasional dalam beberapa bulan ke depan, khususnya UEFA Nations League, sangat krusial untuk menjaga kondisi fisiknya di tengah jadwal sepak bola modern yang semakin padat.  

Demi Bernapas di Jadwal yang Padat

Berbicara pasca-laga di Los Angeles, penjaga gawang berusia 34 tahun tersebut menegaskan bahwa dirinya belum siap untuk pensiun dari panggung internasional. Kendati demikian, ia secara terbuka meminta kelonggaran dari jajaran pelatih dan federasi demi memperpanjang karier sepak bolanya.  

"Akan lebih baik jika saya mengambil istirahat selama setahun dari Nations League agar bisa beristirahat," jelas Courtois. "Kemudian saya bisa kembali menjadi penjaga gawang untuk kualifikasi Kejuaraan Eropa dan Kejuaraan Eropa lagi. Sekarang terserah pelatih tim nasional dan federasi untuk membuat pilihan."

Baca juga: Merino Jadi Pahlawan Lagi, Spanyol Tundukkan Belgia 2-1 Untuk Segel Tiket Semifinal

Meskipun Courtois telah merancang rencana masa depannya, ia mengakui bahwa keputusan akhir berada di tangan pelatih kepala Rudi Garcia dan Direktur Olahraga Asosiasi Sepak Bola Belgia (FA Belgia), Vincent Mannaert. Jika federasi menolak permintaannya untuk beristirahat sejenak, Courtois mengisyaratkan bahwa laga melawan Spanyol kemarin bisa menjadi penampilan terakhirnya dengan seragam Red Devils.  

"Saya akan membahasnya dengan Vincent Mannaert dan pelatih tim nasional. Jika mereka memiliki pandangan berbeda dari saya, maka saya harus mempertimbangkan apakah saya bisa tetap menjadi bagian dari Setan Merah. Mungkin ini adalah pertandingan terakhir saya sebagai pemain internasional,” ujarnya.

Patah Hati di Los Angeles dan Isu Pengganti

Kekalahan Belgia atas Spanyol menyisakan luka ganda bagi Courtois. Setelah tampil gemilang dengan empat penyelamatan krusial, kiper bertinggi badan 2 meter itu harus ditarik keluar pada menit ke-71 akibat cedera. Rudi Garcia memilih untuk menggantikannya dengan kiper muda Senne Lammens demi menghindari risiko cedera yang lebih parah.  

Sayangnya, malam itu berakhir memilukan. Pada menit ke-88, Lammens melakukan blunder fatal saat gagal menangkap tendangan Pau Cubarsí dengan sempurna, yang langsung disambar oleh Mikel Merino untuk memastikan kemenangan Spanyol 2-1.  

Meskipun kecewa, Courtois menunjukkan kedewasaannya sebagai pemimpin dengan tidak menyalahkan sang junior. “Tentu saja, sangat disayangkan Senne tidak bisa menguasai bola. Tapi itulah sepak bola. Saya menghampirinya untuk memeluknya. Tidak banyak yang bisa dikatakan dalam momen seperti itu,” ucapnya.

Baca juga: Tak Takut Status Underdog, Rudi Garcia Optimistis Belgia Mampu Redam Spanyol

“Ini hanya kejadian yang tidak menguntungkan, tetapi Senne adalah kiper yang luar biasa. Dia memiliki masa depan yang cerah, dan momen seperti ini membuatnya lebih kuat. Dia tidak seharusnya disalahkan untuk itu. Itu bagian dari permainan.”

Pembicaraan Krusial Menanti

Dengan berakhirnya kampanye Piala Dunia Belgia, fokus FA Belgia kini beralih pada masa depan generasi emas mereka yang tersisa. Selain Courtois, kapten Kevin De Bruyne (35) juga dilaporkan tengah mempertimbangkan masa depannya dan mengisyaratkan perlunya masa istirahat setelah musim-musim yang menguras fisik.  

Bagi manajemen baru Belgia, skenario kehilangan Courtois, bahkan untuk sementara waktu, akan menjadi tantangan berat. Namun, memberikan lampu hijau bagi sang kiper andalan untuk absen di Nations League dinilai sebagai kompromi paling logis jika mereka ingin memastikan jasa salah satu kiper terbaik dunia itu tetap tersedia saat kualifikasi Euro dimulai. Pembicaraan empat mata antara Courtois, Rudi Garcia, dan Vincent Mannaert dalam beberapa pekan ke depan akan menjadi penentu akhir dari saga ini.

Buat kamu yang gak mau ketinggalan berita-berita menarik serta trivia unik seputar olahraga dari mulai sepak bola, basket, hingga MotoGP, yuk gabung channel Whatsapp official Yuk Sports DI SINI!

Related News

0 Komentar
Lihat Komentar Lainnya
Ads
Loading...
Tunggu Sebentar...