Konate Tegaskan Prancis Tak Takut Spanyol Jelang Semifinal Piala Dunia 2026

Konate Tegaskan Prancis Tak Takut Spanyol Jelang Semifinal Piala Dunia 2026
13/07/2026 - 16:37 WIB
10

Bek tengah Prancis, Ibrahima Konate, membalas dengan dingin psywar yang dilontarkan bintang muda Spanyol, Lamine Yamal, menjelang duel semifinal Piala Dunia 2026

Konate menegaskan bahwa skuad Les Bleus sama sekali tidak merasa takut dan menolak untuk terjebak dalam permainan psikologis yang sengaja dibangun oleh penyerang remaja Barcelona tersebut.

Acuhkan Tantangan Yamal

Sebelumnya, Yamal memanaskan atmosfer jelang laga dengan menyebut Prancis seharusnya menjadi pihak yang merasa cemas dan takut, merujuk pada dominasi La Roja yang sukses menumbangkan Prancis di semifinal Euro 2024 dan Nations League 2025. 

Namun, Konate segera meredam klaim tersebut dengan meminta timnya tetap rendah hati dan fokus pada pembuktian di atas lapangan hijau.

Baca juga: Prancis Bungkam Maroko 2-0, Les Bleus Melenggang ke Semifinal Piala Dunia 2026

"Apakah Prancis takut pada Spanyol? Tidak. Sejujurnya, kami tidak memperhatikan semua yang dikatakan menjelang pertandingan," Konate.

"Kita tidak perlu takut pada siapa pun. Yang penting adalah mempertahankan kerendahan hati yang telah kita tunjukkan di awal kompetisi ini dan tidak terjebak dalam perangkap semacam itu, terutama di saat seperti ini. Dia bisa mengatakan apa pun yang dia mau. Kami akan mempersiapkan diri untuk pertandingan sebaik mungkin, dan saya berharap, setelah pertandingan berakhir, hasilnya akan menguntungkan kami."

Hantu Masa Lalu Melawan Spanyol

Pernyataan ofensif Yamal memang memiliki dasar sejarah yang kuat. Pemain berusia 18 tahun itu adalah sosok utama yang menghancurkan mimpi Prancis di semifinal Euro dua tahun lalu lewat gol sepakan melengkung kaki kirinya yang ikonik. 

Spanyol kemudian mempertegas dominasi mereka atas pasukan Didier Deschamps dalam drama sembilan gol (5-4) di UEFA Nations League setahun berselang.

Konate menyadari bahwa memfokuskan pertahanan hanya kepada Yamal justru akan menjadi blunder fatal. Menurut bek Liverpool tersebut, kekuatan utama Spanyol terletak pada kolektivitas tim dan kemampuan mereka memindahkan bola dengan cepat ke sisi sayap yang kosong.

Baca juga: Deschamps Puji Mentalitas Pemain Setelah Prancis Singkirkan Maroko 2-0

"Sejujurnya, kami belum memikirkan hal itu secara spesifik. Spanyol adalah tim yang luar biasa, dengan banyak pemain top. Tetapi tujuannya bukan hanya fokus pada satu pemain, karena seluruh tim dapat membahayakan Anda. Bukan hanya Lamine - tetapi seluruh tim Spanyol,” jelas Konate.

Kecepatan Mbappe vs Penguasaan Bola Spanyol

Laga semifinal yang akan digelar di Dallas Stadium (AT&T Stadium), Arlington, ini menyajikan bentrokan dua filosofi sepak bola yang bertolak belakang. Spanyol datang dengan kepercayaan diri tinggi lewat dominasi penguasaan bola, sementara Prancis mengandalkan efisiensi serangan balik kilat yang dipimpin oleh Kylian Mbappe, yang sejauh ini telah mengemas 8 gol di turnamen.

Siapa pun yang memenangi laga klasik ini akan langsung melaju ke partai puncak untuk menghadapi pemenang dari duel semifinal lainnya antara Inggris dan Argentina. Bagi Konate dan kolega, laga nanti adalah panggung pembuktian bahwa sejarah kelam masa lalu siap mereka hapus di tanah Amerika.

Buat kamu yang gak mau ketinggalan berita-berita menarik serta trivia unik seputar olahraga dari mulai sepak bola, basket, hingga MotoGP, yuk gabung channel Whatsapp official Yuk Sports DI SINI!

Related News

0 Komentar
Lihat Komentar Lainnya
Ads
Loading...
Tunggu Sebentar...