Tersingkir Tragis, Swiss Tetap Pulang dari Piala Dunia dengan Kepala Tegak

Tersingkir Tragis, Swiss Tetap Pulang dari Piala Dunia dengan Kepala Tegak
13/07/2026 - 16:19 WIB
11

Pelatih Swiss, Murat Yakin, mungkin masih meradang atas keputusan kontroversial yang mengakhiri mimpi semifinal timnya. Namun, secara keseluruhan, kubu Swiss sepakat menilai keberhasilan mereka menembus babak delapan besar Piala Dunia 2026 sebagai sebuah kesuksesan besar bagi sepak bola negara tersebut.

Meskipun tersingkir secara menyakitkan setelah kalah 1-3 dari sang juara bertahan Argentina lewat babak perpanjangan waktu di Kansas City, respons kolektif dari jajaran petinggi Asosiasi Sepak Bola Swiss (SFV) justru dipenuhi rasa bangga. Pencapaian ini menandai pertama kalinya La Nati berhasil melaju hingga babak perempat final Piala Dunia sejak tahun 1954.  

"Kami bermain bukan hanya melawan tim Argentina yang hebat dan juara dunia, tetapi juga melawan 70.000 suporter mereka, wasit, dan VAR. Itu terlalu berat. Tentu saja, eliminasi ini menyakitkan," cetus Yakin, merujuk pada kartu merah kontroversial yang diterima penyerang andalannya, Breel Embolo.  

Fondasi Kuat untuk Masa Depan

Terlepas dari amarah yang belum padam pascapertandingan, pelatih berusia 51 tahun itu menegaskan bahwa turnamen di Amerika Utara ini telah meletakkan fondasi yang sangat kokoh untuk masa depan La Nati. 

Baca juga: Argentina Kalahkan 10 Pemain Swiss 3-1 di Perpanjangan Waktu

Swiss sukses mengintegrasikan sejumlah pemain muda berbakat ke dalam skuad senior yang dihuni para veteran matang seperti sang kapten Granit Xhaka.

"Kami masih jauh dari kata selesai. Kami memiliki perpaduan pemain yang sangat bagus. Kami telah secara konsisten mengintegrasikan para pemain muda," tambah Yakin, yang juga menegaskan komitmennya untuk tetap menukangi tim nasional sesuai sisa kontraknya yang berdurasi dua tahun lagi.

Senada dengan sang pelatih, Presiden SFV Peter Knaebel dan Direktur Tim Nasional Pierluigi Tami turut memberikan apresiasi tertinggi. Mereka menilai stabilitas taktis dan mentalitas bertarung yang ditunjukkan sepanjang turnamen telah menaikkan derajat sepak bola Swiss di mata dunia. Sebelum dipaksa bertekuk lutut oleh Argentina akibat kekurangan jumlah pemain, Swiss tampil luar biasa solid dengan menyingkirkan Aljazair dan Kolombia di babak gugur.  

"Sulit untuk mengevaluasi keadaan begitu cepat setelah pertandingan," kata Tami. "Kami hampir meraih hasil yang bagus. Kami harus bangga dengan bagaimana tim kami mewakili kami di turnamen besar seperti ini."

Menatap Ambisi Berikutnya

Setelah perjalanan yang menguras emosi di Amerika Serikat dan Kanada, fokus Swiss kini akan beralih ke benua biru. La Nati dijadwalkan berkompetisi di kasta kedua UEFA Nations League dalam beberapa bulan mendatang, menghadapi tantangan dari Makedonia Utara, Skotlandia, dan Slovenia.  

Baca juga: Cetak Sejarah, Kobel Sanjung Pencapaian Swiss Usai Singkirkan Kolombia

Bagi Yakin, turnamen Nations League mendatang bukanlah sekadar pelipur lara, melainkan panggung sempurna untuk melanjutkan proyek regenerasi skuadnya. Dengan kepala tegak dan standar prestasi yang kini jauh lebih tinggi, Swiss siap membuktikan bahwa kesuksesan menembus delapan besar dunia bukanlah sebuah kebetulan semata.

“Saya masih senang menjadi pelatih dan bangga menjadi kepala pelatih tim nasional Swiss. Saya benar-benar antusias bekerja dengan skuad ini. Sama sekali tidak ada pikiran dalam benak saya untuk mengambil jalan yang berbeda,” ucapnya.

“Kami ingin tetap ambisius dalam perjalanan mendatang juga. Pada saat yang sama, Nations League khususnya memberi kami kesempatan untuk memberi kesempatan kepada pemain muda.”

Buat kamu yang gak mau ketinggalan berita-berita menarik serta trivia unik seputar olahraga dari mulai sepak bola, basket, hingga MotoGP, yuk gabung channel Whatsapp official Yuk Sports DI SINI!

Related News

0 Komentar
Lihat Komentar Lainnya
Ads
Loading...
Tunggu Sebentar...