Krisis London Utara Memuncak, Newcastle United Permalukan Tottenham di Kandang
Tekanan terhadap manajer Tottenham Hotspur, Thomas Frank, mencapai titik didih malam tadi setelah timnya takluk 1-2 dari Newcastle United di hadapan pendukung sendiri. Kekalahan ini memperpanjang rekor tanpa kemenangan Spurs menjadi delapan pertandingan di Premier League, sebuah tren yang membuat The Lilywhites kini terpuruk di posisi ke-16 klasemen, hanya terpaut lima poin dari zona degradasi.
Bagi Newcastle, kemenangan ini menjadi momentum kebangkitan yang krusial untuk kembali menembus papan tengah klasemen setelah tiga kekalahan beruntun.
Dominasi The Magpies dan Drama VAR
Newcastle United langsung memegang kendali sejak peluit pertama dibunyikan. Tim asuhan Eddie Howe tampil lebih agresif dan terorganisir, mengeksploitasi pincangnya lini belakang Spurs yang harus bermain tanpa kapten mereka, Cristian Romero, akibat skorsing.
Baca juga: Soal Masa Depan Tonali di Newcastle, Howe: Saya Tak Bisa Kendalikan Segalanya
Drama sempat terjadi pada menit ke-44 saat Joe Willock berhasil menggetarkan jala gawang Guglielmo Vicario.
Namun, sorak-sorai pendukung tandang sempat terhenti setelah VAR menganulir gol tersebut karena posisi Willock yang dianggap offside tipis. Meski begitu, Newcastle tidak patah arang.
Pada masa injury time babak pertama (45+6'), kebuntuan akhirnya pecah. Berawal dari kemelut setelah situasi sepak pojok, bek Malick Thiaw bereaksi paling cepat terhadap bola pantul untuk menceploskan bola ke gawang.
Skor 1-0 untuk Newcastle bertahan hingga turun minum, diiringi cemoohan dari tribun tuan rumah yang tidak puas dengan performa timnya.
Respon Singkat Archie Gray
Memasuki babak kedua, Tottenham mencoba keluar dari tekanan. Thomas Frank melakukan beberapa penyesuaian taktis untuk menambah daya dobrak.
Harapan sempat membumbung tinggi pada menit ke-64 ketika bintang muda Archie Gray berhasil menyamakan kedudukan melalui sundulan akurat memanfaatkan umpan matang dari Pape Matar Sarr.
Stadion Tottenham Hotspur bergemuruh, memberikan secercah asa bagi publik London Utara untuk membalikkan keadaan. Namun, kegembiraan itu hanya bertahan sekejap mata.
Pukulan Telak Jacob Ramsey
Hanya empat menit berselang, Newcastle memberikan respon yang mematikan. Lewat skema serangan cepat, Anthony Gordon merangsek masuk dan mengirimkan umpan tarik yang diselesaikan dengan sangat tenang oleh Jacob Ramsey.
Gol tersebut kembali membawa Newcastle unggul 2-1 dan sekaligus meruntuhkan mental para pemain Spurs.
Di sisa waktu pertandingan, Tottenham berupaya keras mencari gol penyeimbang, namun penyelesaian akhir yang buruk dan solidnya pertahanan Newcastle yang dipimpin Sven Botman dan Thiaw membuat skor tetap tidak berubah hingga laga usai.
Baca juga: Terancam Degradasi, Frank Akui Spurs Harus Akhiri Tren Negatif Premier League
Tekanan di Pundak Frank
Ini adalah periode terburuk Tottenham sejak tahun 2008. Badai cedera yang menimpa 11 pemain inti memang menjadi alasan yang masuk akal bagi Thomas Frank, namun bagi para suporter, kekalahan di kandang dengan performa yang kurang bergairah adalah hal yang sulit diterima. Suasana di stadion setelah peluit panjang menunjukkan ketidakpuasan yang mendalam terhadap arah klub saat ini.
Kekalahan ini terasa kian menyakitkan bagi Thomas Frank karena daftar cedera timnya bertambah. Wilson Odobert terpaksa ditarik keluar di babak pertama karena masalah lutut, bergabung dengan 10 pemain lainnya yang sudah lebih dulu masuk ruang perawatan.
Kemenangan ini membawa Newcastle naik ke peringkat ke-10 klasemen, sekaligus memberikan napas lega bagi Eddie Howe. Sementara bagi Tottenham, mereka harus segera berbenah sebelum menghadapi partai bertajuk North London Derby melawan Arsenal pekan depan, atau ancaman degradasi akan benar-benar menjadi nyata.