Ruben Amorim Resmi Dipecat Manchester United
Manchester United secara mengejutkan resmi memecat Ruben Amorim dari jabatan pelatih kepala pada Senin (5/1/2026). Keputusan drastis ini diambil hanya berselang satu hari setelah hasil imbang 1-1 melawan Leeds United di Elland Road, mengakhiri masa jabatan pelatih asal Portugal tersebut yang hanya berlangsung selama 14 bulan yang penuh gejolak.
Pernyataan resmi klub menyebutkan bahwa keputusan ini diambil demi kepentingan jangka panjang tim. Namun, sumber internal mengindikasikan bahwa pemecatan ini merupakan akumulasi dari performa yang kurang konsisten dan ketegangan yang memuncak antara Amorim dengan jajaran manajemen klub.
Konfrontasi Pasca-Laga Leeds
Meski performa di lapangan menjadi faktor, pemicu utama pemecatan ini diyakini adalah pernyataan eksplosif Amorim dalam konferensi pers setelah pertandingan melawan Leeds United.
Baca juga: Revolusi Taktik MU: Amorim Akhiri Era Tiga Bek dan Lawan Tekanan Media
Amorim, yang merasa kurang mendapatkan dukungan di bursa transfer Januari 2026, secara terbuka melontarkan kritik tajam kepada departemen pemandu bakat dan direktur olahraga klub.
Dalam pernyataan yang mengejutkan tersebut, Amorim menegaskan bahwa dirinya adalah seorang "Manajer", bukan sekadar "Pelatih Kepala", sebuah jabatan struktural yang sebenarnya telah ditetapkan oleh INEOS sejak awal kedatangannya.
Ia juga secara terbuka menantang dewan klub dengan menyatakan tidak akan mundur dan hanya akan pergi jika diganti, sebuah langkah yang dinilai manajemen sebagai tindakan indisipliner dan merusak keharmonisan klub.
“Ruben Amorim telah meninggalkan posisinya sebagai Pelatih Kepala Manchester United,” tulis United.
“Ruben diangkat pada November 2024 dan memimpin tim ke Final Liga Europa UEFA di Bilbao pada bulan Mei.”
Dengan Manchester United berada di posisi keenam di Premier League, manajemen klub dengan berat hati telah membuat keputusan bahwa ini adalah waktu yang tepat untuk melakukan perubahan. Ini akan memberi tim kesempatan terbaik untuk finis setinggi mungkin di Premier League.”
“Klub ingin mengucapkan terima kasih kepada Ruben atas kontribusinya kepada klub dan mendoakan yang terbaik untuk masa depannya.”
Baca juga: Kurang Imajinasi, Amorim Sesali Tumpulnya Kreativitas MU usai Imbang Lawan Wolves
Warisan 14 Bulan yang Kacau
Amorim tiba di Old Trafford pada November 2024 dengan ekspektasi tinggi untuk merevolusi gaya bermain United melalui formasi 3-4-3 andalannya.
Meski sempat membawa Setan Merah ke Final UEFA Europa League pada Mei 2025, United tetap kesulitan menemukan konsistensi di Premier League musim ini, tertahan di posisi keenam dan terpaut jauh dari jalur perburuan gelar.
Masalah internal juga sempat terendus media pada Desember lalu, menyusul keengganan manajemen untuk menjual Kobbie Mainoo yang jarang mendapatkan tempat dalam skema taktik Amorim. Perselisihan mengenai kebijakan transfer Januari menjadi titik pecah terakhir yang tidak bisa diperbaiki lagi.
Fletcher Ambil Alih Kendali
Manchester United telah menunjuk Darren Fletcher sebagai pelatih interim untuk memimpin skuad dalam laga krusial melawan Burnley pada Rabu mendatang. Sementara itu, manajemen klub dilaporkan telah mulai menyusun daftar calon pengganti permanen, dengan beberapa nama besar mulai dikaitkan dengan kursi panas di Old Trafford.
Kompensasi pemecatan Amorim diperkirakan mencapai £12 juta (sekitar Rp270 miliar), sebuah harga mahal yang harus dibayar United untuk memulai kembali proses transisi di bawah kepemimpinan Sir Jim Ratcliffe.