O'Neill Murka, Sebut Protes Fans Bantu Stuttgart Hancurkan Celtic di Parkhead
Manajer Celtic, Martin O'Neill, meluapkan kemarahannya kepada sebagian pendukung tuan rumah yang melakukan aksi protes saat The Bhoys menderita kekalahan telak 1-4 dari VfB Stuttgart di leg pertama play-off Liga Europa. O'Neill mengklaim bahwa gangguan tersebut justru merusak atmosfer intimidasi Parkhead dan memberikan keuntungan psikologis bagi tim tamu.
Malam yang seharusnya menjadi perayaan pertandingan ke-1.000 O'Neill sebagai manajer berubah menjadi mimpi buruk, baik di dalam maupun di luar lapangan.
Hujan Bola Tenis dan Gangguan Dini
Hanya 12 detik setelah peluit pertama dibunyikan, pertandingan terpaksa dihentikan selama beberapa menit. Ratusan bola tenis dilemparkan ke lapangan oleh para penggemar di tribun Green Brigade sebagai bentuk protes berkelanjutan terhadap dewan direksi klub.
Baca juga: Europa League: Bologna Imbang 2-2 Lawan 10 Pemain Celtic
Kamera televisi menangkap momen O'Neill yang tampak sangat frustrasi di area teknis, bahkan terlihat menggumamkan kata-kata kasar saat melihat para pemainnya harus memunguti bola tenis alih-alih fokus pada pertandingan.
"Siapa pun yang berpikir itu ide bagus, perlu diperiksa kewarasannya," katanya kepada TNT Sports.
"Hal semacam itu sama sekali tidak membantu. Yang terjadi justru Stuttgart mengetahui ada banyak perselisihan internal. Itu mengirimkan pesan yang salah. Itu tidak masuk akal bagi saya.”
Stuttgart Memanfaatkan Situasi
Gangguan tersebut tampaknya merusak ritme Celtic dan justru menenangkan saraf para pemain Stuttgart. Bilal El Khannouss mencetak dua gol di babak pertama, menghukum lini belakang Celtic yang tampak kehilangan fokus. Meski Benjamin Nygren sempat menyamakan kedudukan, Stuttgart tetap tampil dominan.
O'Neill menekankan bahwa aksi fans tersebut menghilangkan faktor ketakutan yang biasanya dirasakan tim lawan saat bertandang ke Glasgow.
"Dulu, tempat ini sangat sulit dan menakutkan untuk didatangi. Tim-tim seperti Juventus takut datang ke sini,” lanjutnya.
“Jika saya seorang pemain Stuttgart, saya akan sangat senang jika itu terjadi.”
Baca juga: Play-Off Europa League: Forest Jumpa Fenerbahce, Celtic Tantang Stuttgart
Tugas Berat di Babak Kedua
Kekalahan 1-4 ini membuat peluang Celtic untuk melaju ke babak 16 besar hampir tertutup. Mereka kini harus menang dengan selisih minimal empat gol di Jerman pada leg kedua pekan depan, sebuah misi yang hampir mustahil mengingat sejarah Celtic yang belum pernah menang dalam laga kompetitif di tanah Jerman.
"Suatu saat nanti, Celtic akan menjadi tim Eropa berkualitas tinggi. Itu di masa depan. Saat ini, perjuangan kami ada di tempat lain. Fokus kami sekarang sepenuhnya pada hari Minggu,” ucapnya.
"Ini sangat sulit bagi tim-tim Skotlandia. Tidak ada uang. Anda berbicara tentang tim-tim Premier League dan Bundesliga yang membeli pemain seharga 40 juta poundsterling dan mereka tidak bermain."
Bagi O'Neill, malam bersejarahnya telah dinodai oleh ketidakharmonisan antara suporter dan pihak klub yang kini mengancam kampanye Eropa mereka.