Real Madrid resmi meningkatkan tekanan dalam upaya mencari keadilan bagi bintang mereka, Vinicius Jr. Klub raksasa Spanyol itu mengumumkan pada hari Kamis bahwa mereka telah menyerahkan seluruh bukti pendukung kepada badan sepak bola Eropa, UEFA, terkait dugaan hinaan rasisme yang dilakukan oleh pemain sayap BenficaGianluca Prestianni.

Insiden yang mencoreng kemenangan 1-0 Madrid pada leg pertama babak playoff Liga Champions di Lisbon pada Selasa malam tersebut kini menjadi fokus utama penyelidikan disipliner UEFA.

Madrid Serahkan Bukti

Dalam sebuah pernyataan resmi, Real Madrid menegaskan komitmen mereka untuk bekerja sama sepenuhnya dengan Inspektur Etika dan Disiplin yang ditunjuk oleh UEFA. 

Baca juga: Kecaman Seedorf untuk Mourinho: "Kesalahan Besar Menjustifikasi Rasisme"

Langkah ini diambil setelah laga di Estadio da Luz sempat terhenti selama sepuluh menit akibat laporan dari Vinicius yang merasa dilecehkan secara rasial.

“Real Madrid C. F. mengumumkan bahwa hari ini telah menyerahkan semua bukti yang tersedia kepada UEFA terkait insiden yang terjadi Selasa lalu, 17 Februari, selama pertandingan Liga Champions yang dimainkan tim kami di Lisbon melawan SL Benfica,” tulis Madrid dalam situs resminya.

“Klub kami telah secara aktif berkolaborasi dengan investigasi yang dibuka oleh UEFA menyusul insiden rasisme yang tidak dapat diterima yang terjadi selama pertandingan tersebut.”

Laporan menyebutkan bahwa bukti yang diserahkan mencakup rekaman video dari berbagai sudut kamera serta kesaksian dari para pemain Madrid yang berada di dekat lokasi kejadian. Salah satu saksi kunci adalah Kylian Mbappe, yang secara terbuka menyatakan mendengar Prestianni memanggil Vinicius dengan sebutan "monyet" sebanyak lima kali.

Perdebatan Mengenai Gestur Prestianni

Kasus ini menjadi rumit karena Prestianni berbicara sambil menutup mulutnya dengan jersei, sebuah tindakan yang oleh Vinicius disebut sebagai "tindakan pengecut" untuk menghindari pantauan kamera. 

Benfica sebelumnya menggunakan video untuk berargumen bahwa jarak antara para pemain membuat klaim pihak Madrid "mustahil" untuk didengar.

Namun, Real Madrid bersikeras bahwa bukti-bukti yang mereka kantongi cukup kuat untuk membuktikan adanya pelanggaran kode etik.

Ancaman Sanksi Berat

Dunia sepak bola kini menunggu keputusan UEFA. Jika terbukti bersalah melakukan tindakan diskriminatif, Prestianni menghadapi ancaman hukuman yang sangat serius.

Baca juga: Benfica Klaim Ada Pencorengan Nama Prestianni di Tengah Dugaan Rasisme

Penyelidikan ini juga menyoroti perilaku sebagian suporter Benfica yang diduga melakukan gestur rasis serupa dari tribun saat Vinicius merayakan gol tunggalnya di menit ke-50.

Menuju Leg Kedua yang Panas

Pengumuman ini menambah bumbu ketegangan menjelang laga leg kedua yang akan digelar di Santiago Bernabeu Rabu depan. Dengan Jose Mourinho yang juga terkena hukuman larangan mendampingi tim akibat kartu merah di leg pertama, Benfica dipastikan akan menghadapi atmosfer yang sangat bermusuhan di Madrid.

Real Madrid menutup pernyataan mereka dengan ucapan terima kasih atas dukungan global yang mengalir untuk Vinicius, seraya menegaskan bahwa mereka akan terus berjuang untuk "menghapus rasisme, kekerasan, dan kebencian dari dunia olahraga."

Buat kamu yang gak mau ketinggalan berita-berita menarik serta trivia unik seputar olahraga dari mulai sepak bola, basket, hingga MotoGP, yuk gabung channel Whatsapp official Yuk Sports DI SINI!