Arsenal 1-0 Burnley: Gol Tunggal Havertz Bawa The Gunners di Ambang Juara
Ini bukanlah performa cair dan mematikan di Emirates Stadium. Namun, saat peluit panjang berbunyi di London Utara, tidak ada satu pun fans yang peduli. Arsenal besutan Mikel Arteta berhasil mendekati trofi Premier League pertama mereka dalam 22 tahun setelah memenangkan laga sengit nan menegangkan dengan skor 1-0 atas Burnley yang tampil gigih pada Matchday 37, Selasa (19/5) dini hari WIB.
Di malam penuh ketegangan yang begitu mencekam, sundulan Kai Havertz pada menit ke-36 menjadi pembeda. Kemenangan tipis ini membawa The Gunners unggul lima poin di puncak klasemen dengan raihan 82 poin. Sekarang, semua mata tertuju ke Vitality Stadium; jika Manchester City terpeleset saat melawan Bournemouth, Arsenal akan resmi dinobatkan sebagai juara sebelum pekan terakhir dimulai.
Gol Tunggal Havertz
Sejak peluit pertama dibunyikan, beban ekspektasi dari satu generasi pendukung Arsenal begitu terasa di stadion. Arsenal mencoba menenangkan ketegangan tersebut sejak awal laga.
Leandro Trossard, yang sedang dalam tren positif setelah mencetak gol kemenangan kontra West Ham, tampil apik. Pada menit ke-14, pemain asal Belgia itu mengontrol bola di udara dengan ciamik, melakukan kerja sama satu-dua yang apik dengan Eberechi Eze, dan melepaskan tembakan dari tepi kotak penalti yang sayangnya masih membentur tiang gawang.
Baca juga:
Trossard Jadi Pahlawan, Arsenal Bungkam West Ham untuk Jaga Asa Juara
Arteta Puji Keberanian Wasit Usai Drama VAR Segel Kemenangan Arsenal
Lini pertahanan Burnley yang dikomandoi kiper muda Max Weiß dipaksa bekerja ekstra keras menahan gempuran. Eze sempat melepaskan tembakan sambil memutar badan yang memaksa Weiß melakukan penyelamatan. Tak lama berselang, umpan silang melengkung dari Bukayo Saka juga harus dihalau dengan susah payah oleh Weiß agar tidak bersarang di tiang jauh.
Pertandingan sempat memanas akibat keputusan kontroversial pada menit ke-33. Havertz mengirimkan umpan datar yang berbahaya ke jalur lari Saka di depan gawang yang kosong. Tepat saat winger timnas Inggris itu bersiap menceploskan bola, ia dijatuhkan dari belakang oleh Lucas Pires.
Meski para pemain Arsenal melayangkan protes keras dan tayangan ulang memperlihatkan sang bek sama sekali tidak menyentuh bola, VAR menolak klaim penalti tersebut, memicu rasa frustrasi yang mendalam di tribun penonton.
Namun, seorang calon juara selalu punya cara untuk mengubah kesulitan menjadi motivasi. Hanya berselang tiga menit dari insiden tersebut, gol yang dinanti akhirnya lahir lewat skema yang menjadi rutinitas musim ini.
Tembakan Martin Ødegaard yang membentur bek lawan membuahkan sepak pojok. Saka melepaskan umpan lambung melengkung ke jantung pertahanan. Melompat lebih tinggi dari kepungan pemain Burnley, Havertz menyambut bola dengan sundulan bertenaga yang gagal dibendung Weiß. Emirates Stadium pun pecah dalam kegembiraan yang luar biasa.
Bertahan Hingga Akhir
Babak kedua berjalan penuh drama dan menguras emosi. Arsenal terus menekan demi mendapatkan gol untuk membunuh laga, namun dua peluang mereka digagalkan oleh tiang gawang. Tendangan voli Eze yang sempat memantul hanya membentur mistar gawang, sementara sepakan voli spekulatif Trossard di menit-menit akhir juga nyaris berbuah gol.
Di sisi lain, Burnley menolak menyerah begitu saja dan mulai menguji ketangguhan lini belakang Arsenal. Jaidon Anthony sempat memberikan ancaman lewat tembakan jarak jauh dari jarak 25 meter yang melambung tipis di atas mistar David Raya.
Memasuki fase akhir, laga berjalan semakin fisik dan menjurus kasar. Havertz bahkan sempat ditinjau oleh VAR setelah melakukan pelanggaran keras terhadap Lesley Ugochukwu.
Baca juga:
Arsenal Siap Guncang Final Liga Champions, Trossard: Segalanya Bisa Terjadi
Saka Antar Arsenal ke Final UCL usai Bungkam Atletico
Meski manajer interim Burnley, Mike Jackson, berargumen kuat bahwa pelanggaran itu layak diganjar kartu merah, pemain asal Jerman tersebut lolos dengan hanya menerima kartu kuning sebelum akhirnya langsung digantikan oleh Viktor Gyökeres.
Ketika ofisial pertandingan memberikan tambahan waktu tujuh menit, gemuruh kecemasan terdengar dari kubu tuan rumah. Burnley mengerahkan seluruh pemainnya ke depan, termasuk Zian Flemming yang berduel udara sengit dengan Raya, serta Pires yang membuat Saka terkapar akibat benturan keras.
Namun, duet bek tengah William Saliba dan Gabriel Magalhães tampil sekokoh batu karang, menyapu setiap bola lambung dan umpan silang hingga wasit akhirnya meniup peluit panjang tanda laga usai.
Sembilan Puluh Menit Menuju Sejarah
Kemenangan ini memastikan anak asuh Mikel Arteta mencatatkan rekor impresif dengan meraih empat kemenangan beruntun di liga tanpa kebobolan satu gol pun.
Berbicara usai laga, Arteta yang tampak sangat lega mengakui besarnya tekanan psikologis dalam perburuan gelar juara ini.
"Rambut saya mungkin tidak akan rontok, tapi pekerjaan ini benar-benar menguji batas kemampuan saya hingga maksimal,” kata Arteta.
“Kami telah melakukan apa yang berada dalam kendali kami. Sejak pertandingan tandang melawan Man City, kami mengatakan bahwa ini adalah lima pertandingan. Kami telah menjalani empat pertandingan, tinggal satu lagi, atau sesuatu yang indah akan terjadi besok malam.”
Skenario bagi The Gunners kini sangat sederhana. Jika Manchester City kehilangan poin melawan Bournemouth, pesta juara bisa dimulai lebih awal. Namun jika City menang, Arsenal wajib bertandang ke markas Crystal Palace pada laga pamungkas dan meraih kemenangan untuk mengunci takhta Premier League. Bagi klub yang sudah menanti sejak era "The Invincibles" pada tahun 2004, kejayaan kini terasa begitu dekat.