Psywar Semifinal: Guéhi Tegaskan Tekanan Sepenuhnya Ada di Pihak Argentina

Psywar Semifinal: Guéhi Tegaskan Tekanan Sepenuhnya Ada di Pihak Argentina
15/07/2026 - 14:09 WIB
10

Bek tengah Inggris, Marc Guéhi, melancarkan aksi psywar jelang laga hidup-mati semifinal Piala Dunia 2026 dengan menegaskan bahwa tekanan sepenuhnya berada di pundak Argentina. Pemain Manchester City tersebut menyatakan The Three Lions akan tampil lepas tanpa beban di Atlanta Stadium, sementara sang lawan bakal memikul beban berat untuk mempertahankan status mereka sebagai juara bertahan dunia.

Pertemuan ini menjadi salah satu laga yang paling dinantikan di jagat sepak bola karena menghidupkan kembali rivalitas klasik dan penuh sejarah antara Inggris dan Argentina di panggung Piala Dunia. Pemenang dari laga sengit ini sudah ditunggu oleh Spanyol yang telah lebih dulu mengamankan tiket ke partai final usai menumbangkan Prancis.  

Tampil Lepas Sebagai Underdog

Menjelang pertandingan yang akan berlangsung di Atlanta Stadium pada Kamis (16/7) dini hari WIB, Guéhi secara terbuka menyebut Inggris sangat menikmati status mereka yang tidak lebih difavoritkan ketimbang sang juara bertahan. Alih-alih merasa gentar, lini pertahanan Tiga Singa justru merasa tertantang untuk menghentikan ambisi besar pasukan Lionel Scaloni.  

“Tidak ada tekanan pada kami. Lalu apa tekanannya? Tanggung jawab ada pada mereka. Mereka adalah Juara Dunia. Mereka harus tampil, mereka harus mempertahankan gelar mereka. Sama sekali tidak ada tekanan pada kami,” katanya.

Baca juga: Kane Tegaskan Skuad Inggris "Sangat Kompak" Usai Ketegangan Tuchel-Bellingham

“Sejujurnya, semua orang bersemangat. Suasananya, para pemain besar, semua orang menikmati kesempatan untuk melawan mereka dan menantikannya.”

Pernyataan Guéhi bukan tanpa alasan. Argentina memang sedang mengemban misi historis untuk menjadi tim pertama yang mampu memenangkan Piala Dunia secara berturut-turut sejak terakhir kali dilakukan oleh Brasil pada tahun 1962 silam.  

Kesiapan Fisik Usai Duel Melelahkan

Inggris melangkah ke semifinal setelah melalui drama 120 menit yang sangat menguras fisik melawan Norwegia di babak perempat final. Ditambah dengan faktor cuaca panas ekstrem di Amerika Serikat, sempat muncul kekhawatiran mengenai kebugaran para pemain asuhan Thomas Tuchel.

Namun, Guéhi yang sempat mengalami kekhawatiran cedera hamstring sebelum laga kontra Norwegia menegaskan bahwa dirinya berada dalam kondisi fit 100 persen. Ia percaya aspek mental akan mengalahkan rasa lelah di atas lapangan.

“Pertandingan kemarin memang sangat intens. Cuaca panas sangat berpengaruh. Tapi ketika Anda berada di perempat final atau semifinal, semua itu tidak penting lagi. Itu tidak masalah, yang penting adalah melewatinya dan melakukan yang terbaik,” tegas eks bek Crystal Palace ini.

“Pastikan Anda dalam kondisi prima untuk pertandingan itu karena itu bisa menjadi pertandingan terpenting dalam hidup Anda. Jadi lakukan yang terbaik untuk negara Anda. Itu yang terpenting.

Baca juga: Jangan Cuma Fokus Pada Messi, Pickford Beri Peringatan Jelang Inggris vs Argentina

“Saya sudah pulih sepenuhnya dari masalah apa pun yang saya alami, jadi saya siap untuk bertanding. Saya menantikan pertandingan ini. Kita tidak tahu apa hasilnya nanti.

“Kita akan bermain melawan salah satu pemain terbaik di dunia, tapi kita tahu itu. Semua orang menikmati kesempatan ini, semua orang siap bertanding.”

Kepercayaan Diri Lini Serang Tiga Singa

Senada dengan Guéhi, winger Inggris Noni Madueke menilai bahwa performa impresif timnya sepanjang turnamen ini telah menumbuhkan faktor ketakutan bagi lawan-lawan mereka. Menembus semifinal Piala Dunia untuk keempat kalinya dalam sejarah, Inggris merasa kekuatan lini serang mereka kini sangat disegani.  

Bukayo Saka pun menambahkan bahwa kedalaman skuad Tiga Singa yang dihuni oleh banyak pemain pembeda akan menjadi kunci utama. Selama lini pertahanan yang dikomandoi Guéhi mampu menjaga gawang tetap suci, ia sangat optimis salah satu talenta di lini depan Inggris akan menghadirkan momen magis untuk mengunci kemenangan.  

Bagi Thomas Tuchel sendiri, laga ini menjadi kesempatan emas untuk mengukir sejarah baru. Jika berhasil membawa Inggris ke partai puncak, ia akan menjadi pelatih asing keempat dalam sejarah sepak bola yang mampu membawa negara lain ke final Piala Dunia, sekaligus yang pertama sejak Ernst Happel melakukannya bersama Belanda pada 1978 silam.  

Buat kamu yang gak mau ketinggalan berita-berita menarik serta trivia unik seputar olahraga dari mulai sepak bola, basket, hingga MotoGP, yuk gabung channel Whatsapp official Yuk Sports DI SINI!

Related News

0 Komentar
Lihat Komentar Lainnya
Ads
Loading...
Tunggu Sebentar...