Tumbangkan Jerman 2-1, Ekuador Melaju ke Babak 32 Besar Piala Dunia 2026
Ekuador berhasil menumbangkan raksasa sepak bola Jerman dengan skor 2-1 dalam laga dramatis penutup Grup E di Stadion New York New Jersey. Sempat tertinggal lewat gol kilat Leroy Sané, La Tri mengamuk lewat lesatan Nilson Angulo dan gol telat Gonzalo Plata guna merebut tiket kelolosan historis ke babak 32 besar Piala Dunia 2026.
Kemenangan mengejutkan ini sekaligus mengakhiri rekor 11 kemenangan beruntun milik Die Mannschaft. Meski menderita kekalahan perdana mereka di turnamen ini, skuad asuhan Julian Nagelsmann tetap berhak melaju sebagai juara Grup E berkat keunggulan selisih gol, ditemani oleh Pantai Gading di posisi kedua dan Ekuador yang menyusul lewat jalur peringkat ketiga terbaik.
Respons Kilat Sang Underdog
Pertandingan baru berjalan 109 detik ketika pertahanan Ekuador dikejutkan oleh gol pembuka Jerman. Berawal dari kerja sama apik, Florian Wirtz mengirimkan umpan matang yang langsung disambar dengan sepakan mendatar oleh Leroy Sané ke pojok gawang Hernán Galíndez.
Kubu Ekuador sempat melayangkan protes keras karena menganggap Aleksandar Pavlović melakukan pelanggaran high foot terhadap Pedro Vite dalam proses gol tersebut, namun wasit tetap mengesahkan gol tercepat Jerman di Piala Dunia sejak 1934 itu.
Baca juga: Gol Menit Akhir Amad Bawa Pantai Gading Kalahkan Ekuador 1-0
Alih-alih runtuh, gol kilat tersebut justru membakar semangat juang anak asuh Sebastián Beccacece. Hanya berselang tujuh menit, Ekuador sukses menyamakan kedudukan.
Memanfaatkan kesalahan lini tengah Jerman, Pedro Vite merebut bola liar dan menyodorkannya kepada Nilson Angulo. Pemain sayap Sunderland tersebut melepaskan tembakan spekulasi mendatar dari luar kotak penalti yang bersarang telak di pojok bawah gawang Manuel Neuer. Stadion pun bergemuruh menyambut gol perdana Ekuador di turnamen ini.
Drama VAR dan Sontekan Emas Plata
Memasuki paruh kedua, laga berjalan semakin memanas dan penuh drama. Baru 30 detik babak kedua berjalan, wasit Tori Penso menunjuk titik putih setelah Kai Havertz dijatuhkan di area terlarang oleh Joel Ordóñez.
Namun, setelah melakukan peninjauan via monitor VAR di pinggir lapangan, keputusan penalti tersebut dibatalkan karena Sané dinilai telah melakukan pelanggaran terlebih dahulu kepada Vite di awal skema serangan.
Jerman mencoba memasukkan sang super-sub Deniz Undav demi menambah daya gedor, tetapi Ekuador tampil jauh lebih agresif dan disiplin. Petaka bagi juara dunia empat kali itu akhirnya tiba pada menit ke-77 lewat situasi bola mati.
Baca juga: Manuel Neuer Umumkan Pensiun Lagi dari Timnas Setelah Piala Dunia 2026
Berawal dari sepak pojok di sisi kanan, Kevin Rodríguez memenangkan duel udara di tiang dekat dan membelokkan bola ke mulut gawang. Gonzalo Plata yang bergerak lihai langsung menyelinap di antara kepungan bek Jerman, mendahului sergapan Manuel Neuer untuk mencocor bola masuk ke dalam jala. Lini perlengkapan dan bangku cadangan Ekuador pun langsung berhamburan merayakan gol tersebut dengan emosional.
Pada sisa waktu pertandingan, Jerman mengurung total pertahanan Ekuador dan menambah tujuh menit waktu cedera. Namun, ketangguhan duet lini belakang Willian Pacho dan Ordóñez berhasil menyapu setiap gelombang serangan Die Mannschaft hingga peluit panjang dibunyikan.
Buat kamu yang gak mau ketinggalan berita-berita menarik serta trivia unik seputar olahraga dari mulai sepak bola, basket, hingga MotoGP, yuk gabung channel Whatsapp official Yuk Sports DI SINI!